TERJERAT RAYUAN JANDA

TERJERAT RAYUAN JANDA
RENCANA KE LUAR NEGERI


__ADS_3

Di dalam kamar Dewa dan Anura


Sayang! Berat!" bisik Anura. Dewa kini beralih ke samping Anura lalu mendekap Anura dengan erat. Dewa tersenyum menatap wajah ayu istrinya itu.


"Dewa,Lusa aku ke luar negeri urusan kontrak kerja sama syuting film terbaru garapan sutradara om Mario. Kamu tidak apa- apakan?" ucap Anura seraya mengusap dada bidang milik suaminya itu.


" Berapa hari?" tanya Dewa.


" Dua bulan!" jawab Anura Dewa terkejut.


" Apa, dua bulan! Kamu akan menyiksa adik kecil ini, sayang! Selama itu kamu meninggalkan aku?" protes Dewa. Anura kini mengubah posisi nya naik ke atas tubuh Dewa dan menindihnya.


" Kamu bisa menyusul aku, Dewa! Apa susahnya sih?" sahut Anura seraya memainkan bibir seksi dan tebal milik Dewa dengan jari lentiknya. Dewa kini malah mengu lum nya. Kini keduanya kembali berciuman panjang dan panas. Bahkan Anura kini menguasai permainan itu. Giliran Dewa mendes@h dan memejamkan matanya karena menikmati sensasi permainan nakal Anura.


" Biar Leni nanti yang akan mengurus semua kebutuhan kamu, Dewa," ucap Anura seraya menggesekkan pinggul b@henolnya. Dewa tidak berkutik jika sudah terbenam senjatanya itu dalam kehangatan di dalam goa mungil namun mencengkeram dan memijit pintar. Anura tersenyum penuh kemenangan ketika mendapati suaminya bisa puas menikmati pelayanan dirinya.


@@@@@@@


Di Studio Dewa, Anura dan juga Leni sudah tiba di Studio itu. Anura masuk ke ruangan Dewa dengan senyum yang ceria. Dewa masih sibuk dengan kerjaan nya. Namun ketika Anura tiba dan masuk di dalam ruangan itu Dewa seketika meninggalkan kerjaannya yang menumpuk dan menggiring Anura dalam kamar tempat beristirahat yang berada di dalam ruangan kerjaan itu. Leni yang sudah lama menyukai Dewa mendengus kesal harus menyaksikan keromantisan dan keharmonisan pasangan suami istri itu.


Leni sangat cemburu dan sakit jika melihat Dewa selalu memperhatikan dan menyayangi Anura Apalagi sekarang, mereka pasti akan bercengkrama melakukan tindakan dan permainan dewasa di dalam kamar itu. Leni mendengus kesal, dan akhirnya memilih pergi keluar dari ruangan itu.


Di dalam kamar yang dingin karena AC itu keduanya saling bertautan seolah-olah sudah lama tidak berjumpa. Baru saja tadi pagi mereka saling berpisah karena kesibukan masing-masing. Sekarang mereka seperti sangat kangen dan rindu. Bibir keduanya bersatu menjelajahi langit- langit dan saling menyesap dan bertukar saliva. Entah siapa yang memulainya keduanya sama-sama polos dan pakaian yang mereka kenakan berserakan di mana-mana di lantai kamar itu. Dewa mulai. mendominasi permainan dan mulai bermain di atas tubuh yang berkulit putih dan lembut seperti sutra. Anura memejamkan matanya tatkala merasakan aliran aneh dalam darahnya. Anura menggeliat lalu bibir merah delima itupun lolos sudah menyuarakan des@han yang semakin membangkitkan Dewa untuk lebih memacu pergerakan nya. Dewa semakin lama semakin lebih mempercepat gerakan intensnya maju mundur maju mundur cantik dan penuh kenikmatan. Anura mulai menegang tatkala Dewa semakin membenamkan benda tumpul andalannya itu hingga menuju rahimnya. Hingga disaat bersamaan keduanya memekik dan menyuarakan teriakan nikmat ketika benih milik Dewa menyembur di dalam wadah yang kokoh milik Anura yang bisa berubah menjadi seorang janin jika proses pembuahan itu berhasil bersatu dengan sel telur. Dewa ambruk di atas tubuh Anura dengan nafas yang masih memburu. Jantung nya masih berdebar kencang karena olahraga disiang hari itu yang tidak direncanakan.

__ADS_1


" Sayang! Berat!" bisik Anura. Dewa kini beralih ke samping Anura lalu mendekap Anura dengan erat. Dewa tersenyum menatap wajah ayu istrinya itu.


"Dewa! Lusa aku ke luar negeri urusan kontrak kerja sama syuting film terbaru garapan sutradara om Surya. Kamu tidak apa- apakan?" ucap Anura seraya mengusap dada bidang milik suaminya itu.


" Berapa hari?" tanya Dewa.


" Dua bulan!" jawab Anura. Dewa terkejut.


" Apa, dua bulan! Kamu akan menyiksa adik kecil ini, sayang! Selama itu kamu meninggalkan aku?" protes Dewa. Anura kini mengubah posisi nya naik ke atas tubuh Handoko dan menindihnya.


" Kamu bisa menyusul aku, Dewa! Apa susahnya sih?" sahut Anura seraya memainkan bibir seksi dan tebal milik Dewa dengan jari lentiknya. Dewa kini malah mengu lum nya. Kini keduanya kembali berciuman panjang dan panas. Bahkan Anura kini menguasai permainan itu. Giliran Dewa mendes@h dan memejamkan matanya karena menikmati sensasi permainan nakal Anura.


" Biar Leni nanti yang akan mengurus semua kebutuhan kamu, Dewa!" ucap Anura seraya menggesekkan pinggul b@henolnya. Dewa tidak berkutik jika sudah terbenam senjatanya itu dalam kehangatan di dalam goa mungil namun mencengkeram dan memijit pintarnya. Anura tersenyum penuh kemenangan ketika mendapati suaminya bisa puas menikmati pelayanan nya.


Sebenarnya Dewa tidak ingin dekat dengan Leni. Takut jika Leni akan semakin berharap dengan dirinya. Namun Leni selalu merengek jika Dewa memindahkan dirinya di tempat kerja papa nya saja dan tidak perlu menjadi asisten nya. Kemana pun Dewa pergi Leni lah yang membantu dan menyiapkan semua nya.


Anura sudah percaya dengan Dewa. Anura menganggap kalau Leni tidak akan berani meneruskan niatnya untuk memiliki Dewa. Karena Dewa sudah menikah dengan Anura. Namun siapa sangka cinta nya yang masih sangat besar Leni menjadi berniat untuk melakukan berbagai cara untuk merebut Dewa dari tangan Anura. Leni akan menjadi perusak rumah tangga itu.


@@@@@@@


Diam-diam Mengintip memperhatikan sepasang suami istri yang masih berbau pengantin baru itu. Dewa masih panas- panasnya menggempur istri nya ketika dirinya memiliki banyak waktu sepulang dari aktivitas nya. Anura tidak bisa menolak jika Dewa punya cara untuk membuat Anura terbawa dalam keinginan nya. Yang awalnya Anura enggan dan tidak bersemangat menjadi menggila tatkala Dewa dengan liar dan ganas membuat aliran darah Anura memburu dengan kencang. Ini yang disukainya oleh Dewa ketika istrinya bisa mendominasi permainan dan Dewa tidak terlalu banyak aktif dan bekerja.


Leni diam-diam menginginkan itu. Betapa perlakuan Dewa selalu manis dengan Anura. Leni ingin memiliki suami seperti Dewa yang matang, mapan, dewasa, selalu hangat dan penuh perhatian.

__ADS_1


" Aku sudah lama menyukai kamu, Leni! Namun aku tahu hubungan kita hanya sebatas atasan dan karyawan sejak dulu. Walaupun kita sudah sangat dekat dan bahkan kita sering bersama dalam melakukan perjalanan bisnis. Hingga akhirnya kamu melemparkan aku untuk mendampingi istri kamu sebagai asisten nya. Wanita yang kamu cintai. Namun aku cukup senang dan bahagia bisa sering melihat kamu. Entah sampai kapan kamu menyadari jika aku sejak dari dulu menyukai kamu." kata Leni yang saat ini menempelkan tubuhnya ke balik tembok kamar milik sepasang pengantin baru itu,


.


Leni hanya menghayal jika saat ini dirinya sedang bercengkrama dengan Dewa. Dengan penuh kehangatan dan kemanjaan melakukannya. Leni membayangkan bisa hidup bersama dengan laki-laki itu yang sudah lama ia cinta. Perasaan yang sudah lama ia rasakan dan sekarang obsesi untuk memiliki Dewa sangat kuat.


Dengan menjadi asisten pribadi Anura dan kadang mendampingi Dewa. Leni hampir setiap hari bisa melihat Dewa di rumah itu. Walaupun Leni harus menelan kenyataan pahit dan kecemburuan nya karena menyaksikan keduanya selalu hangat dan mesra. Leni sudah kebal jika melihat mereka selalu manja dan romantis baik dari sebelum mereka menikah dan berpacaran maupun saat ini ketika mereka akhirnya menikah.


Leni masih belum bisa melepaskan harapan indahnya jika suatu hari nanti dirinya bisa merasakan kebersamaan nya dengan Dewa. Apalagi bisa menikah dengan laki-laki yang memiliki tubuh yang kekar dan kokoh. Leni pasti dengan senang hati dan suka rela jika Dewa menerima nya walaupun menjadi wanita simpanannya. Pikiran jahat dan nakal sering muncul dibenak Leni, namun sampai saat ini Dewa masih baik- baik saja dan seperti nya benar-benar menganggap dirinya hanyalah seorang teman saja. Atau bahkan hanya sebagai asisten pribadi atau partner kerja saja.


Leni memejamkan matanya, mengkhayalkan jika Dewa melakukan itu dengan nya. Suara indah dan men de sah serta erotis itu samar- samar terdengar dibalik tembok itu. Leni menikmati semuanya.


" Dewa! Aku kangen kamu! Dewa aku menyukaimu. Aku akan rela dan senang hati memberikan semua nya kepada mu. Itu jika engkau menginginkan itu dari aku." gumam Leni.


Sedangkan di dalam kamar utama itu. Kedua pasangan pengantin yang masih panas- panas nya itu mulai membuat panas peraduan itu. Sedikit teriakan yang tertahan serta erangan lolos dari mulut keduanya. Mereka sangat bersemangat untuk bekerjasama dan bekerja keras membuat keturunan mereka berkembang. Apalagi Dewa dia benar-benar ingin memiliki banyak anak dari isteri nya.


Keduanya kini terlihat letih dan berkeringat di kamar utama itu. Dinginnya AC kamar utama mereka masih kalah dengan panasnya kobaran cinta mereka. Mereka menyudahi permainan itu setelah keduanya dalam pelepasannya secara bersamaan. Seutas senyuman terlempar dari sudut keduanya. Perasaan bahagia dan penuh kedamaian ada dalam pasangan suami istri itu. Dunia seperti milik berdua.


"Terimakasih istriku tercinta! Kamu membuat aku seperti laki-laki yang sangat beruntung itu." ucap Dewa seraya mengecup kening Anura dengan kelembutan.


" Sama-sama, Dewa! Bersama dengan kamu, aku seperti menjadi seorang tuan putri yang selalu dimanjakan." kata Anura dengan senyuman khasnya.


" Semoga secepatnya kita mendapatkan keturunan kita." kata Dewa.

__ADS_1


" Aamiin, Dewa, " sahut Anura lalu membenamkan kepalanya dibawah ketiak Dewa.


__ADS_2