TERJERAT RAYUAN JANDA

TERJERAT RAYUAN JANDA
AKU INGIN MENIKAHI KAMU


__ADS_3

Herlina masih merasakan sakit di daerah perutnya. Entah di bagian perut mana yang Herlina rasakan sakit. Setelah diolesi dengan minyak kayu putih, masih saja Herlina merasakan sakit itu. Akhirnya Anura menjadi kebingungan dan segera mengajak ke dokter untuk memeriksa Herlina.


Dalam perjalanan menuju ke tempat praktek dokter, Herlina masih saja merasakan nyeri di bagian perut bawahnya. Herlina menjadi menurun kondisi tubuh nya. Anura benar-benar mengkhawatirkan keadaan Herlina.


Saat tiba di tempat praktek dokter, Herlina segera diperiksa oleh dokter tersebut. Anura menunggu hasil dari diagnosis dokter tersebut.


Setelah mendapatkan hasilnya, Anura membawa Herlina kembali pulang ke apartemen rumahnya. Namun saat di tengah perjalanan, Herlina minta berhenti dengan alasan akan ke apartemen Zaki karena Zaki telah menanti dirinya sejak tadi.


"Herlina! Kamu harus banyak istirahat dulu, dong! Kamu kan tahu, dokter menganjurkan kamu tidak boleh capek dan terlalu berlebihan beraktivitas," ucap Anura benar-benar sangat mengkhawatirkan keadaan Herlina.


"Kamu jangan khawatir gitu dong! Dokter tadi salah diagnosa. Aku tidak apa-apa kok. Aku sehat. Aku hanya stress saja karena kepikiran Zaki." ucap Herlina tidak masuk akal. Anura menjadi mengerutkan dahinya.


"Kok stress kepikiran Zaki sih? Memang nya kenapa?" sahut Anura.


"Mungkin aku rindu berat dengan Zaki!" ucap Herlina ngaco lagi.


"Kamu semakin ngelantur saja! Memangnya kamu sudah jatuh cinta dengan Zaki? Baru sekali kalian kencan, kok kamu menjadi seperti cacing kepanasan sih?" tanya Anura.


"Aku rasa aku memang sudah jatuh cinta dengan Zaki. Nyatanya ketika jauh dari Zaki aku menjadi kangen. Aku seperti sedang kasmaran." kata Herlina.


"Padahal baru kemarin kalian bertemu dan menghabiskan malam panjang bersama. Kamu sudah Belingsatan seperti ini." ucap Anura.


"Entahlah! Aku juga tidak mengerti kenapa aku bisa seperti tergila-gila dengan Pak Zaki." sahut Herlina.


"Ya sudah lah! Yang penting kamu bahagia saja deh! Jaga kesehatan yah! Jangan lupa obat dari dokter tadi diminum!" pesan Anura. Herlina segera turun setelah Anura mengantarkan dirinya di depan gedung megah bertingkat tersebut.


"Terimakasih Anura! Bye!" ucap Herlina sambil melambaikan tangannya ke Anura.

__ADS_1


@@@@@@@


Di dalam apartemen milik Zaki, kedua insan itu kembali melepas kerinduan. Padahal baru sehari mereka tidak berjumpa. Herlina sudah tidak perduli dengan segala diagnosa dokter mengenai penyakitnya. Sampai akhirnya dalam melakukan hubungan itu Herlina melihat bercak darah dengan berwarna coklat kehitaman. Zaki yang begitu menikmati segala pergumulan itu tidak menyadari nya kalau Herlina setelah melakukan hubungan itu mengalami pendarahan dengan warna coklat kehitaman.


Herlina segera ke kamar mandi dan Membersihkan dirinya.


"Sayang! Kamu sedang apa?" teriak Zaki sambil mengetuk pintu kamar mandi itu.


Herlina membuka pintu kamar mandi itu yang masih dalam berbalut handuk saja.


"Aku mandi dulu, yah!" ucap Herlina. Zaki melebarkan senyumnya mendapatkan Herlina masih dalam. kondisi seksi.


"Ya sudahlah, mandilah! Oh iya, kamu ingin makan apa? Aku mau pesan makanan nih?" tawar Zaki kepada Herlina.


"Apa aja, terserah kamu saja sayang!" sahut Herlina.


"Oke, aku akan memesankan ayam bakar untuk kamu." kata Zaki. Herlina kembali menutup pintu kamar mandi itu dan mulai merasakan kalau pinggulnya terasa nyeri.


@@@@@@@


"Pelan-pelan saja makan nya, sayang!" kata Zaki kepada Herlina yang saat ini benar-benar rakus saat memakan makanan yang dipesankan oleh Zaki untuk nya.


"Ayam bakar ini enak banget. Kamu membelinya di mana sih?" tanya Herlina. Zaki tersebut memperhatikan Herlina makan dengan lahapnya ayam goreng itu dengan sambal mercon nya.


"Ada di tempat langganan aku. Ini kalau kurang kamu bisa tambah lagi," ucap Zaki kembali menyodorkan ayam bakar miliknya.


"Terimakasih, ini sudah kenyang!" sahut Herlina.

__ADS_1


"Jadi, kamu akan pindah ke apartemen aku kapan?" tanya Zaki.


"Hem, sepertinya aku tidak jadi pindah di tempat kamu deh sayang! Aku akan menjual rumah aku lalu aku akan menggantinya dengan membeli apartemen di dekat apartemen sahabat aku, Anura," ucap Herlina.


"Aku pasti selalu kangen kamu deh, Herlina!" sahut Zaki. Herlina tersenyum tipis.


"Kita setiap hari juga sudah ketemu di kantor. Apalagi? Kangen apa coba?" kata Herlina.


"Sayang! Kamu sudah menjadi candu buat aku sayang! Bagaimana kalau kita menikah saja yuk!" kata Zaki. Herlina menyipitkan matanya seperti tidak mempercayai apa kata Zaki.


"Kamu serius mau menikah dengan aku?" tanya Herlina memastikan.


"Serius dong, sayang! Masa aku bercanda sih? Aku sudah merasa nyaman ketika bersama dengan kamu, Herlina. Sehari tidak melihat kamu saja, aku seperti kacau diriku. Kepikiran kamu terus. Mungkin saja aku sudah jatuh cinta dengan kamu, Sayang!" ucap Zaki serius.


"Aku juga merasakan hal sama seperti kamu, Zaki. Tetapi kita belum lama kenal. Kita baru beberapa bulan saja saling mengenal. Bagaimana bisa kamu langsung memutuskan untuk menikah dengan aku. Sedangkan kamu tahu sendiri bukan? Kalau aku seorang janda." ucap Herlina.


"Memangnya kenapa kalau aku menikah dengan seorang janda? Kalau aku sudah merasakan jatuh cinta dengan kamu yang seorang janda, apakah tidak boleh jika aku serius untuk mengajak kamu menikah dan menjalani hubungan yang lebih serius. Tidak sekedar hubungan di atas ranjang saja." ucap Zaki benar-benar memperlihatkan sorot matanya yang serius.


"Tapi, dengan masa lalu aku yang...." sahut Herlina.


"Aku akan menerima kamu apa adanya. Dengan masa lalu kamu sebelum nya. Aku tidak perduli dengan semuanya. Yang terpenting aku ingin bersama dengan kamu dan akan membahagiakan kamu, Herlina sayang!" ucap Zaki.


"Benarkah yang kamu katakan, Zaki? Kamu akan membahagiakan aku? Tapi aku takut jika nanti kamu akan kecewa ketika sudah menikahi aku." ujar Herlina.


"Tidak! Tidak! Jangan mengatakan itu lagi! Percaya dengan aku! Jangan berpikir terlalu jauh. Oke?" sahut Zaki. Herlina menghambur kedalam pelukan Zaki. Herlina tidak menyangka jika Zaki akan seserius ini terhadap dirinya. Herlina berpikir kalau Zaki hanya mencari partner ranjangnya saja untuk memenuhi segala kebutuhan biologis nya sama halnya dengan dirinya.


"Hai kok menangis sih? Jangan nangis dong sayang! Ini tidak seperti Herlina yang aku kenal." ucap Zaki sambil mengusap air mata yang jatuh di pipinya.

__ADS_1


"Aku bahagia, Mas Zaki! Aku akan menjadi istrimu yang terbaik untuk kamu. Aku tidak akan mengecewakan kamu, mas Zaki." ucap Herlina lirih.


"Aku tahu! Aku yakin kamu akan membahagiakan aku juga. Sama halnya aku ingin membuat kamu bahagia bersama dengan aku." sahut Zaki. Zaki kembali merengkuh tubuh Herlina.


__ADS_2