
Sultan membawa Anura dan Tinira ke pusat perbelanjaan di kota. Sultan sengaja mengajak keduanya berbelanja kebutuhan rumah tangga. Namun Sultan masih belum bisa bersikap ramah dan bersahabat dengan adiknya Anura yaitu Tinira. Walaupun Sultan sudah dijodohkan dengan Tinira oleh mamanya, namun hati kecil Sultan masih belum menerima akan perjodohan itu. Apalagi wanita yang akan dinikahkan oleh dirinya merupakan adik kandung dari Anura. Betapa hancur dan sakit hati Anura jika perjodohan itu benar-benar terjadi.
Mereka kini melihat film di studio XXI setelah menyantap makanan di restoran cepat saji di pusat perbelanjaan di kota tersebut. Sikap Sultan yang terkesan cuek terhadap Tinira membuat Tinira geram. Namun Tinira tidak akan menyerah. Tinira sudah menyusun rencana supaya Sultan bisa bertekuk lutut kepada dirinya suatu hari nanti. Karena mendapatkan dukungan dari Bu Subangun itulah, Tinira akan berani bertindak dan menyusun rencana dan siasat supaya Sultan cepat atau lambat akan segera menikah dengan dirinya.
Anura yang melihat situasi dan keadaan yang tidak nyaman itu hanya pasrah saja. Selagi Sultan masih mendukung dan memberikan perhatian kepada dirinya, Anura sudah cukup lega. Walaupun ibu mertuanya sudah tidak menyukai dirinya lantaran dirinya belum bisa memberikan seorang anak atay cucu untuk mama mertuanya tersebut.
Tangan Anura dan Sultan masih saling berpegangan. Jari-jari tangan mereka saling bertautan. Betapa kehangatan sangat dirasakan oleh Anura. Memiliki suami yang sejatinya benar-benar mencintai dirinya dengan tulus. Walaupun sebagai seorang istri dirinya belum lah sempurna.
" Setelah ini, aku akan bertindak mbak Anura! Aku tidak akan membiarkan kamu hidup tenang. Sultan adalah milik aku. Aku akan merebutnya dari kamu, mbak." pikir Tinira yang melihat antara Sultan dengan Tinira begitu sangat mesra walaupun ada Tinira di samping nya. Tinira seolah tidak dianggap oleh Sultan.
@@@@@@@
Setelah mereka mengikuti kemauan Bu Subangun untuk bermalam minggu itu, ketiganya kembali ke rumah. Di rumah Sultan, Bu Subangun masih ada di rumah itu. Bu Subangun menanti kabar gembira dari Tinira. Namun Tinira memberikan laporan kepada Bu Subangun bahwa kencannya malam ini bersama dengan Sultan kacau balau dan semua itu lantaran Anura ikut serta di acara kencan itu. Tinira cemberut menceritakan perihal itu kepada Bu Subangun.
" Kamu tenang saja, Tinira! Setelah ini, kita akan mencari orang pintar supaya Sultan bisa tergila-gila dengan kamu. Dan malam ini, mama akan memberikan obat ini ke dalam minuman Sultan. Dan setelah Sultan meminumnya kamu mulai lah memainkan peranan kamu. Goda lah Sultan supaya kamu bisa naik ke atas ranj@ngnya dan buatlah cucu untuk mama." kata Bu Subangun dengan pikiran liciknya. Tinira tersenyum dan menyepakati arahan dari calon mertuanya itu walaupun dirinya harus melakukan cara yang licik.
__ADS_1
" Apakah obat itu benar-benar ampuh dan membuat Sultan berkeinginan dengan hasr@tnya itu, ma?" tanya Tinira.
" Tentu saja! Obat ini akan melancarkan aksi kamu untuk menggoda Sultan. Setelah Sultan meminum nya, mama akan mengunci kalian berdua di satu kamar yang sama. Supaya Sultan tidak mendatangi istrinya tersebut. Sultan akan memohon kepada kamu untuk membantu karena ketidaknyamanannya atas apa yang Sultan rasakan setelah meminum minuman yang sudah mama taburi dengan obat perangsang ini." jelas Bu Subangun. Tinira tersenyum licik.
" Ini minuman yang sudah mama siapkan! Berikan minuman ini kepada Sultan. Ayo cepat kamu datangi Sultan, selagi dia belum masuk ke dalam kamarnya mendatangi Anura." suruh Bu Subangun. Tinira tanpa membantah menjalankan misinya. Senyum seringai keluar dari sudut bibir Bu Subangun.
" Sebentar lagi aku akan mendapatkan cucu." gumam Bu Subangun dengan licik.
@@@@@@@
" Mas!" ucap Tinura seraya menahan lengan tangan Sultan. Sultan mau tidak mau akhirnya kembali duduk juga.
" Maaf jika aku membuat kamu tidak nyaman, mas! Tapi aku minta maaf, semua ini semata-mata bukan kehendak aku. Mama lah yang mendesak aku supaya mau menikah dengan kamu dan bisa memberikan cucu untuk nya." terang Tinira. Sultan mendengus kesal. Sedangkan Bu Subangun yang mendengar ucapan dari Tinura menjadi cemberut.
" Halah! Kamu pun sedari dulu juga tergila-gila dengan putra ku, Sultan." protes Bu Subangun seperti tidak Terima jika dirinya sepenuhnya di salahkan dalam perjodohan itu.
__ADS_1
" Aku sudah membuatkan minuman ini untuk kamu, mas! Minumlah, supaya lebih segar tubuh kamu." kata Tinira sambil menyodorkan gelas minuman yang sudah dicampur dengan obat perangsang dosis tinggi itu. Karena Tinira memaksa nya, akhirnya Sultan meminum juga sampai habis. Bu Subangun mendekati keduanya dengan tujuan menahan putranya itu supaya tidak kembali ke kamarnya. Tinira tersenyum melihat kedatangan calon mertuanya itu. Bu Subangun mulai mengajak Sultan berbincang-bincang tentang perusahaan.
Tidak memakan waktu yang lama, Sultan mulai merasakan ketidaknyamanannya. Bu Subangun mengedipkan matanya kepada Tinira.
" Kamu kenapa, Sultan?" tanya Bu Subangun.
" Maaf, aku segera masuk ke kamar dulu, ma!" ucap Sultan seraya bangkit dari tempat duduknya.
" Tinira! Bantu Sultan masuk ke dalam." perintah Bu Subangun. Sultan merasa ada yang tidak beres mengenai dirinya.
" Tidak! Aku bisa sendiri, ma!" kata Sultan.
Bu Subangun kembali memberi kode ke Tinira supaya cepat bergerak. Tinira menggiring Sultan masuk ke dalam. Namun sebelum Sultan masuk ke dalam kamarnya dan mendatangi istrinya, Tinira menarik Sultan ke kamar tamu yang sudah terbuka pintunya. Sultan membulat matanya ketika Tinira menutup pintu kamar tamu itu dan menguncinya. Sultan ingin keluar dari kamar tamu itu. Namun Tinira malah semakin menahan tubuh Sultan yang saat ini sudah kepanasan. Sultan sudah tidak sanggup jika menahan gejolak nya dari reaksi obat yang berdosis yang tinggi itu.
Tinira tersenyum seraya menekan tubuh Sultan hingga bersandar di dinding. Tinira dengan liar meraup bibir Sultan dengan paksa hingga Sultan tidak mampu bernafas. Semakin lama semakin liar Tinira memainkan bibir seksi milik Sultan itu. Sultan yang sudah kepanasan akan gair4ah itu sepertinya mulai menikmati aksi-aksi liar Tinira tatkala Tinira mulai berjongkok di bawah dan menurunkan celana pendek Sultan dan mencari benda tumpul yang menjadi andalan Sultan. Setelah Tinira mendapatkan benda itu yang berukuran sudah membesar dan panjang itu, Tinira mulai memasukkan ke dalam mulutnya. Aksi-aksi selanjutnya Tinira terlihat sangat mahir mengu lum dan menjil@tinya seperti es krim. Sultan seketika meremang dan matanya terlihat terpejam. Mulutnya akhirnya lolos juga mengeluarkan des@han nikm@t itu. Tinira tersenyum penuh kemenangan.
__ADS_1
Karena sudah tidak tahan dengan semua itu, Sultan mendorong Tinira dengan kasar di atas peraduan itu. Tanpa kelembutan Sultan menyingkapkan rok mini yang dikenakan oleh Tinira dan menurunkan segitiga dibalik rok mini itu. Selanjutnya Sultan menghujam senjata nya dengan kasar dan liar. Tubuh Tinira terguncang dengan tindakan panas Sultan. Namun Tinira penuh kemenangan bisa membuat Sultan melakukan tindakan intim itu dengan dirinya. Ini artinya sebentar lagi Sultan tidak akan bisa lari untuk menikahi nya. Sultan tidak menyadari jika tindakan cabulnya sudah direkam oleh mama dan Tinira di kamar tamu itu. Sultan menyudahi tindakan mesumnya itu setelah terpenuhi hasr@tnya. Namun hal itu kembali dilakukan berulang-ulang beberapa kali dan Tinira juga ikut mendominasi permainan panas di peraduan itu.