TERJERAT RAYUAN JANDA

TERJERAT RAYUAN JANDA
SEMOGA SADAR


__ADS_3

Herlina menatap diri nya di pantulan kaca depannya. Air matanya banjir tanpa dimintanya. Rambutnya yang dulunya terurai indah kini terlihat berantakan. Wajahnya yang dulu halus tanpa bekas jerawat kini ada goresan luka. Luka itu masih basah. Bahkan masih perih Herlina rasakan. Rasanya ingin membalas semua kesakitan yang ia rasakan pada Maisaroh dan juga Sruti yang telah membuat dirinya diusir di kampung itu. Bahkan rumah tinggal nya yang dulu ia beli dari hasil keringatnya bekerja di kota metropolitan itu. Kini harus Herlina tinggalkan begitu saja. Sekarang ada niatan untuk segera menjualnya dan membelikan tempat atau rumah yang baru.


Herlina kini tinggal di apartemen Anita sementara waktu. Luka goresan di pipinya kini sudah mulai di obati nya. Rambutnya yang awalnya terurai panjang kini menjadi cepak potongan cowok. Namun semuanya tidak merubah wajah cantik nya. Herlina masih tetap cantik walaupun dengan sedikit goresan di pipinya dan juga model rambutnya yang sementara ini di model pria. Toh, waktu akan mengembalikan kecantikan nya. Namun Herlina yang saat ini sudah bekerja di tempat barunya menjadi kurang percaya diri lantaran sebagai sekretaris. Tetapi karena dirinya butuh pemasukan dan uang untuk bisa memenuhi kebutuhannya serta membantu keluarga nya, Herlina harus tetap bekerja.


Anura mendekati Herlina dan berusaha memberikan semangat lagi kepada sahabatnya itu.


" Herlina, kamu masih tetap cantik kok. Walaupun kamu dengan potongan rambut seperti ini. Dan sedikit goresan di pipi kamu ini, ini masih bisa diobati dan tidak ada bekas lagi kok. Kamu jangan khawatir yah, sayang!" ucap Anura memberikan semangat pada sahabat nya itu.


" Anura, terimakasih kamu sudah menampung aku di rumah kamu. Kalau tidak ada kamu, aku harus tinggal di mana lagi di kota besar ini."kata Herlina.


" Iya, kita adalah sahabat. Dan kita juga sama- sama menyandang status janda. Namun setelah ini aku mohon kepada kamu, jangan ulangi kebodohan kamu lagi yah, sayang. Apalagi kamu suka nya bermain api dan bermain dengan laki orang. Apakah kamu tidak bisa menguasai hasrat kamu sebagai wanita? Walaupun kamu juga butuh itu, namun jaga harga diri dan jangan melakukan semua itu tanpa aturan. Bahkan kamu melakukan nya lantaran memenuhi nafsu kamu saja. Aduh Herlina, aku tidak habis pikir. Apa yang kamu pikirkan saat itu, hingga mau- maunya tergoda dengan pak Leo yang merupakan suami dan juga ketua rukun tangga di wilayah kamu." kata Anura panjang lebar.


" Maaf jika aku menasihati kamu, Herlina." tambah Anura lagi.


" Saat ini aku bebas, Anura. Aku tidak sedang tidak berpacaran dengan siapa pun. Bahkan dengan Bambang atau Herlambang. Aku bebas, jadi ketika aku dirayu dan digoda pak Leo, aku mau saja. Kamu lihat sendiri bukan, walaupun kulitnya sangat kontras dengan aku, Pak Leo tubuh nya maco banget dan body nya sangat kelar, seksi sekali. Aku tidak bisa menolak itu. Bahkan ditambah, pak Leo baik kepada ku. Sebelum itu, dia menjanjikan akan selalu memberikan aku uang setiap bulannya. Bahkan sebelum hal itu terjadi, Pak Leo telah membuktikan mentransfer aku saat itu juga dengan uang lima juta ke rekening aku." cerita Herlina. Spontan saja Anura menoyor kepala Herlina.


" Dasar bodoh! Pada akhirnya kamu kepergok warga dan diusir dari kampung itu? Bahkan bu RT sendiri yang telah menyusun rencana itu supaya dengan mudah kamu diusir dari sana. Walaupun awalnya bu RT tidak menyangka kalau yang di dalam adalah suami nya sendiri." sahut Anura geram.

__ADS_1


" Mereka dendam dan membenci aku, Anura. Padahal aku kan tidak jahat dengan mereka." kata Herlina tanpa merasa bersalah. Kembali Anura menjitak kepala Herlina.


" Kamu bilang apa? Kamu tidak jahat kepada mereka? Kamu telah bermain dan berhubungan dengan suami mereka. Bahkan kamu telah menguras isi dompet suami mereka juga. Kamu bilang tidak jahat pada mereka? Bu Risa suaminya telah kamu goda yaitu pak Herlambang. Maisaroh, suaminya pun kamu pernah kamu dekati, sekarang Bu Sruti, yang suaminya adalah ketua rukun tangga mu sendiri kamu goda. Kamu bilang tidak jahat dengan mereka? Otak kamu ada di mana sih, Herlina?" ucap Anura dengan api dengkul nya.


" Bukan aku yang menggoda suami- suami mereka. Namun, mereka yang datang dan mendekati aku dengan berbagai cara. Akhirnya aku juga terkena rayuannya." bela Herlina.


" Kamu yang mulai merayu para suami- suami itu dengan gayamu yang genit dan sengaja kamu bikin untuk menggoda mereka." sahut Anura.


" Tidak kok, Anura! Protes Herlina. Anura mengusap dadanya sendiri. Dia harus sabar dan benar-benar memaklumi kebodohan Herlina.


" Kamu pasti malu yah, punya teman seperti aku?" sahut Herlina.


" Tentu saja, aku malu pakai banget! Jadi janda yang punya harga diri dong! Walaupun kamu dalam kesepian dan butuh pelampiasan, namun kamu jangan bebas melakukan semua itu. Mengerti?" kata Anura.


' Tapi aku pusing jika sudah lama tidak begitu, Anura." sahut Herlina. Anura dengan cepat memukul kepala Herlina dengan gulung di atas kasurnya.


" Astaga! Apakah kamu tidak bisa mengendalikan semua itu?" tanya Anura.

__ADS_1


" Masalahnya semua laki-laki itu selalu membuat aku seperti cacing kepanasan dengan tangan- tangan mereka yang nakal. Akhirnya aku ikut horny dan keterusan deh. Barang enak kok kamu larang loh!" ucap Herlina tanpa dosa. Dengan cepat Anura menoyor kepala Herlina lagi.


" Pokoknya aku tidak mau tahu! Setelah ini jaga harga diri kamu sebagai wanita! Aku masih menjadi teman kamu yang selalu mengingatkan kamu yang baik. Apakah kamu tidak takut, jika kamu akan mengidap penyakit kelamin dan menggerogoti tubuh kamu yang sehat itu hingga mati?" ucap Anura.


" Eh, Anura! Jangan menyumpahi aku seperti itu dong! Aku juga takut, apalagi ada malaikat lewat nanti aku benar-benar di kasih sakit parah dan pada akhirnya mati mengenaskan." kata Herlina.


" Makanya, kamu cepat bertaubat! Oke?" sahut Anura.


" Tapi aku masih muda kok! Aku harus menikmati. hidup aku dulu." kata Herlina lagi. Kembali dan kembali Anura menjitak kepala Herlina hingga tersungkur.


" Hahaha Anura! Kamu benar-benar jahat sekali!" kata Herlina tanpa dendam dan amarah.


" Anura, maafkan aku! Kamu harus percaya dengan aku. Setelah ini aku tidak akan mengulangi kesalahan aku yang suka mengikuti hasrat dan gaya hidupku yang penuh kebebasan." kata Herlina serius. Herlina memeluk erat Anura dengan air mata yang jatuh tanpa dimintanya.


" Terimakasih banyak, Anura! Kamu adalah benar-benar sahabat yang selalu mengingatkan aku yang baik-baik." kata Herlina. Anura diam.


" Semoga kamu benar-benar sadar, Herlina." ucap Anura pelan.

__ADS_1


__ADS_2