
Setelah kepulangan Sultan di apartemen itu, Anura menikmati tayangan di televisi. Berjalan dengan santainya Herlina dan duduk di sebelah Anura.
"Cie... cie... cie..si mantan minta balik nic ye?" goda Herlina. Anura tersenyum saja.
"Ngajak gituan gak tadi di sini?" tuduh Herlina yang membuat Anura memicingkan matanya dan kata-kata itu berhasil membuat Anura tidak suka.
"Eh maaf! Aku hanya bercanda saja kok. Kamu terus marah gitu loh. Takuttt!" ucap Herlina kembali.
"Dia memang masih sayang dengan aku. Namun dia selalu menghargai aku. Dia tidak akan merendahkan aku dengan, Herlina. Walaupun sebenarnya dia ingin , " kata Anura.
"Hem, laki-laki yang terkadang munafik. Jaga imej juga." sahut Herlina.
"Ada apa dengan kamu? Sepertinya kamu sangat bahagia setelah semalam tidak pulang?Kamu tidur di mana, Herlina?" tanya Anura.
"Aku kencan dengan Zaki, Anura." jawab Herlina singkat. Anura mengerutkan dahinya. Herlina bisa menebak kalau Anura akan berkata apa.
"Bukan pria yang sudah beristri kan?" sahut Anura.
"Tidak dong! Kali ini benar-benar pria lajang, walaupun sudah tidak Ting-ting." kata Herlina. Anura terkekeh.
"Jadi kamu kencan dengan pria yang namanya Zaki itu?" tanya Anura.
"Benar! Ternyata Zaki lah laki-laki yang di malam itu. Dialah yang telah memanfaatkan situasi dimana aku hendak masuk kantor itu. Dialah yang membuat syarat itu supaya dia bisa bermain dengan aku. Makanya di malam itu dia menutup mataku." cerita Herlina.
__ADS_1
"Oh, lalu kamu ketagihan dan mencarinya? Akhirnya ketemu juga?" tuduh Anura. Herlina terkekeh.
"Iya, begitu lah! Sepertinya Zaki sangat lembut dan penyayang. Makanya aku ingin dekat dengan dia. Mana tahu akan timbul cinta setelah ini. Apalagi setiap hari kami selalu berjumpa di kantor." ucap Herlina. Anura menepuk jidatnya sendiri.
"Jadi berapa kali tadi malam kalian bermain kuda-kudaan?" tanya Anura. Herlina tertawa lepas sambil menghitung dengan jari tangannya.
"Aku pikir hampir lima kali, Anura, " jawab Herlina. Anura menepuk jidatnya sendiri.
"Kenapa sih, enak kok dilarang sih?" kata Herlina kembali.
"Terserah loh! Hidup-hidup loh! Aku sudah menasihati kamu Herlina!" sahut Anura.
"Jangan khawatir, Zaki pasti tidak suka gonta-ganti cewek. Aku tidak akan terkena penyakit kelamin." kata Herlina dengan percaya dirinya.
"Dia sendiri yang bilang, hanya aku saja Zaki bermain cinta. Untuk pertama dan perdana nya Zaki melakukan hal itu saat di hotel dengan aku. Makanya saat malam itu dia melakukan nya dengan sangat hati-hati, " cerita Herlina.
"Bagaimana pun, kamu harus sering periksa kesehatan kamu di daerah area itu supaya kamu tidak terkena penyakit kelamin. Apalagi kanker serviks ataupun yang lainnya." ucap Anura. Herlina menarik nafasnya dalam- dalam.
"Iya, terimakasih atas sarannya. Oh iya, tumben kamu tidak ada acara syuting?" tanya Herlina.
"Itu semua gara-gara Sultan kemari. Dia juga yang menghubungi sutradara dan juga asisten pribadi aku kalau hari ini aku tidak bisa mengikuti jadwal syuting karena demam. Padahal aku tidak demam.Aku sehat." ucap Anura menjelaskan.
"Kamu selalu beruntung mendapatkan pria yang baik dan perhatian. Dia selalu menjadi kamu dan masih saja menyuplai kamu dengan banyak uang." ucap Herlina.
__ADS_1
"Kenapa? Bukannya kamu sudah ketemu Zaki dan orangnya menyayangi kamu?" sahut Herlina.
"Benar sih! Tapi Zaki tidak setajir yang lain. Kalau dengan mantan suami kamu, Zaki tidak ada apa-apa nya. Bahkan kamu sudah bercerai dengan Sultan saja masih di beri uang setiap bulannya." kata Herlina. Anura tersenyum tipis mendengar nya.
"Tapi aku tidak memakai uang Sultan yang diberikan kepada ku setiap bulannya. Yang aku pakai uang aku sendiri. Aku sudah menjadi aktris dan dapat duit sendiri. Lagipula aku sendiri belum punya anak," ucap Anura.
"Anura, kenapa kamu tidak mencari pacar sih?" tanya Herlina.
"Belum mau saja!" sahut Anura.
"Padahal lingkungan artis cowoknya ganteng-ganteng juga. Kenapa tidak ada yang menarik hati kamu?" tanya Herlina.
"Rata-rata mereka sudah punya kekasih dan juga istri juga. Mana mungkin aku menyukai laki-laki seperti itu." jawab Herlina.
"Hem, apakah di dunia mu itu kencan satu malam sering kali terjadi, tanpa status yang jelas?" tanya Herlina.
"Tentu saja ada! Terkadang karena cinta lokasi mereka berkencan lalu gituan dan bermalam di hotel. Setelah itu ya sudah, seperti tidak ada apa-apa. Hanya happy fun saja mereka melakukan nya suka sama suka tanpa menuntut lebih. Karena mereka terkadang sudah memiliki pasangan masing-masing, "cerita Anura.
" Enak yah dunia seperti itu!"sahut Herlina. Anura seketika menepuk jidat Herlina.
"Aduh!" teriak Herlina.
"Sudahlah! Kamu mau makan tidak?" ajak Anura sambil melenggang ke ruangan makan. Herlina mengikuti langkah Anura.
__ADS_1