
Desi keluar dari ruangan kerja Pak Diandra. Akila yang mengetahui kalau istri dari bos nya itu sudah keluar dari ruangan Pak Diandra segera mengikuti langkah Bu Desi menuju parkiran mobil. Bu Desi kini membuka pintu mobilnya dan masuk ke dalam mobilnya. Namun tiba-tiba bu Desi di kejutkan oleh Akila yang juga masuk ke dalam mobilnya.
" Apa yang kamu lakukan? Kenapa kau begitu tidak sopan masuk ke dalam mobilku, hah?" ucap Bu Desi dengan kemarahan nya. Akila masih diam belum bicara. Bu Desi memastikan kalau wanita yang saat ini ada di samping nya ini adalah wanita yang mencoba mengganggu suaminya.
" Bukannya kau adalah perempuan gatal yang sudah menggoda suami aku tadi pagi, hah?" ujar Bu Desi mulai geram.
" Maaf, Bu! Saya Akila. Sebenarnya ibu sudah salah paham terhadap saya." kata Akila dengan tenang.
" Apa maksud kamu? Jelas- jelas kamu tadi sudah mencoba menggoda suami aku dengan cara yang kampungan. Pura-pura kopinya tertumpah mengenai kemeja suami aku lalu kamu mencoba membersihkan nya. Haduh kamu ini benar-benar perempuan tidak ada harga dirinya." ejek Desi. Akila tersenyum menyeringai.
"Sebenarnya bu Desi salah paham terhadap saya. Bukan saya orangnya. Ada wanita yang selalu masuk ke ruangan pak Diandra dan mencoba menggoda pak Diandra. Wanita itu bahkan selalu memakai pakaian yang seksi dan sedikit terbuka. Itu semua supaya pak Diandra menjadi tergoda dengan wanita itu. Sekali saya melihat wanita itu berkencan dengan pak Diandra sebelum wanita itu bisa bekerja di sini." Akila mulai menjalankan rencananya yang jahat terhadap seorang teman kerjanya.
__ADS_1
" Kamu jangan mencoba mencari kambing hitam yah? Sebenarnya kamu sendiri pelakunya namun kamu melemparkan semua kesalahan kepada yang lain. Benarkan?" sahut bu Desi.
" Kalau ibu Desi tidak percaya ya sudah!" ucap Akila sambil membuka pintu mobil itu dan hendak turun dari sana. Namun bu Desi mencegah nya.
" Tunggu! Siapa wanita itu! Aku ingin tahu orangnya yang telah berani menikmati tubuh kekar suami aku selain aku?" ucap Bu Desi dengan api kemarahan dan kecemburuan.
" Dia adalah pegawai baru dan juga sekretaris baru di kantor kami, bu. Pak Diandra suka jalan dan keluar menjumpai klien dengan sekretaris baru itu. Setelah usai menemui klien, mereka berkencan bu. Semua itu lantaran teman saya itu selalu bercerita semuanya dengan saya." Akila mulai lancar bercerita dengan kebohongan nya. Bu Desi semakin mendidih mendengar cerita dari Akila.
" Jangan sekarang bu desi. Lebih baik nanti kita buat perangkap buat mereka dan ibu memergoki mereka. Setelah itu ibu bisa menghukum perempuan itu dan bisa memecatnya." Akila mulai memberikan usulnya. Bu Desi diam lalu mulai berencana ingin merusak wajah perempuan yang telah menggoda suaminya itu.
" Siapa nama sekretaris baru itu? Akan aku bikin rusak wajahnya! Berani- beraninya sudah tidur dengan suami aku." ucap Bu Desi geram. Akila tertawa dalam hati.
__ADS_1
" Rasain lo Herlina! Setelah ini kau akan kena maki oleh Bu Desi. Salahnya siapa menertawakan aku ketika mendapatkan kekerasan dari Bu Desi." batin Akila.
" Siapa namanya, kau ditanya malah senyum- senyum tidak jelas!" sentak Bu Desi semakin berapi kemarahan nya.
" Dia Herlina Bu! Dia satu ruangan dengan saya." jawab Akila.
" Baiklah! Besok pagi aku akan ke kantor ini dan akan ku pastikan Herlina hancur wajahnya lantaran aku memergoki dirinya bersama dengan suami aku. Jika bukan Herlina, kau lah yang bersalah dalam menyampaikan informasi ini." ancam Bu Desi. Akila tersenyum. Akila tentu saja akan merencanakan supaya jalannya mulus untuk mencelakai Herlina.
" Sekarang kau keluar lah dari mobilku!" perintah Bu Desi. Akila dengan cepat keluar dari mobil Bu Desi. Setelah nya Bu Desi membersihkan bekas tempat duduk Akila dengan tisu.
" Orang rendahan tetaplah rendah di mataku." umpat Bu Desi. Mobil itu mulai melaju dengan cepat meninggalkan tempat parkiran di kantor suaminya itu.
__ADS_1