TERJERAT RAYUAN JANDA

TERJERAT RAYUAN JANDA
PENAMPILAN BARU


__ADS_3

Pagi itu dengan penampilan barunya Herlina berangkat bekerja. Di perusahaan tempat bekerja nya yang baru, Herlina akan memulai lembaran baru. Ada niat yang baik dari hatinya yaitu, tidak akan lagi mengganggu suami orang. Jika pun dirinya harus mencintai, Herlina akan mencintai laki-laki yang masih jomblo dan belum menikah, baik duda maupun masih perjaka. Paling tidak itu adalah niat baik dari Herlina. Selama ini Herlina selalu menjalin hubungan pria- pria beristri. Semuanya berbuntut masalah dengan istrinya. Dari semua istri- istrinya menaruh dendam kepada Herlina.


Dengan Berjalan dengan kalem, Herlina memasuki kantor itu tempat nya bekerja. Beberapa pasang mata melihat penampilan Herlina yang berbeda. Selain itu Herlina terlihat kalem dan polos gesture nya. Sapaan dari teman- teman sekantor yang sudah mengenalnya ditanggapi dengan ramah oleh Herlina. Hingga sampai di dalam ruangan nya Herlina masuk dengan kalem dan pelan setelah menyapa dan bersalaman dengan dua orang tekan kerjanya yang satu ruangan dengan Herlina.


"Wah, potongan rambut baru yah, Her?" tanya Akila yang sudah mulai sibuk berkutat dengan laptop nya. Herlina mulai menghidupkan laptopnya.


" Iya, kak! Lagi pingin potongan rambut pendek seperti ini, kak." sahut Herlina sambil tersenyum.


"Padahal kalau aku lihat, kamu sangat cantik dengan rambut yang panjang sebelum ini. Apa kamu tidak sayang yah? Atau jangan- jangan kamu habis putus cinta yah, karena patah hati dan galau akhirnya memutuskan potong rambut." kata Akila.


" Tidak kak, aku masih jomblo. Mana ada laki-laki yang mau jalan dengan aku." sahut Herlina.

__ADS_1


" Eh, yang benar kalau kamu jomblo? Aku juga jomblo nih, kalau gitu bagaimana kalau kita jadian saja." sahut Zaki sang asisten pribadinya Pak Diandra, bos barunya tempatnya bekerja. Herlina tersenyum tidak menganggap ucapan Zaki serius.


" Aku ke ruangan Pak Diandra dulu yah, sekalian mau mengantarkan kopi untuk nya." ucap Zaki yang mulai bangkit dari duduknya.


" Titip salam buat Pak Zaki yah, bang!" celoteh Akila. Akila belum pernah melepas masa lajangnya. Walaupun saat ini Akila sudah berumur kurang lebih dua puluh tahun, Akila masih sendiri dan belum memiliki seorang kekasih.


" Mau saingan dengan istri nya Pak Diandra?" sahut Zaki.


Zaki keceplosan dengan status Pak Diandra sebenarnya. Sejatinya Pak Diandra telah menikah namun pernikahannya dilakukan secara diam-diam dan masih dirahasiakan. Lantaran wanita yang dinikahi oleh Pak Diandra itu adalah wanita yang sengaja dijodohkan pada Pak Diandra. Pak Diandra dengan istrinya tersenyum tentu saja belum saling suka. Istri Pak Diandra bernama Cantika.


" Jangan keras- keras, Pak Diandra aslinya sudah menikah dengan bu Cantika. Kamu kalau menyukai Pak Diandra, Siap-siap saja bersaing dengan bu Cantika dan apakah kamu mau jika menjadi istri keduanya Pak Diandra?" Zaki asal bicara saja.

__ADS_1


" Pak Diandra? Pak Diandra terlihat tipe laki-laki penyayang dan penuh perhatian dengan pasangan nya. Ditambah wajahnya yang tampan dan juga mapan, siapa sih yang tidak mau dengan pak Diandra. Walaupun harus menjadi istrinya yang ke dua, ketiga, atau ke empat. Aku mau pakai banget." ucap Akila serasa melihat langit- langit di ruangan itu. Zaki menoyor kepala Akila.


" Pak Diandra tidak mungkin menyukai kamu, Akila! Pak Diandra itu menyukai tipe wanita yang sederhana dan juga polos. Kamu yang pecicilan, mana dilirik dengan pak Diandra?" sahut Zaki.


" Sudahlah, aku mau ke ruangan pak Diandra dulu!" tambah Zaki. Herlina yang mendengar percakapan Akila dengan Zaki ikut menyimak dan tersenyum saja.


" Jadi pak Diandra sudah mempunyai istri yah? Aku pikir masih lajang?" ucap Herlina.


" Aku juga belum pernah melihat istrinya, seperti yang dibilang oleh Zaki." sahut Akila.


" Laki-laki beristri lebih menantang dan menggoda dibandingkan laki-laki lajang." ucap Herlina lirih namun dapat didengar oleh Akila.

__ADS_1


" Benar! Aku rasa, aku tidak akan perduli jika sudah menyukai laki-laki walaupun dia sudah beristri." kata Akila. Herlina menjulurkan lidah nya.


__ADS_2