
Di tempat lain.
"Ah sial! Niatnya mau bikin Herlina dibenci laki-laki itu dan juga supaya diputusin. Eh Herlina malah dibelanya. Laki-laki itu sangat mencintai Herlina," gumam Bambang. Kini Bambang masuk ke dalam mobilnya.
"Ada apa sih, mas?" tanya seorang wanita cantik yang duduk di samping Bambang.
"Tidak apa-apa sayang! Kita bersenang-senang malam ini. Oke?" kata Bambang sambil mengusap pipi wanita itu dengan lembut.
@@@@@@@
Sementara di rumah makan itu, Zaki dan juga Herlina masih duduk sambil menikmati makanan dan juga minuman di sana. Terlihat Zaki sudah menghabiskan makanan nya. Kini tinggal menyeruput minuman dan mulai menarik batang rokok dan menyalakan batang rokoknya.
Zaki menatap Herlina yang masih menikmati makanan nya.
"Ayo tinggal sedikit lagi! Habiskan sayang!" ucap Zaki. Herlina tersenyum dan mengikuti perintah dari Zaki. Sebenarnya perutnya tadi terasa sakit dan juga pinggulnya mulai merasa nyeri dan pegal. Herlina tahu kalau diagnosa penyakitnya lah yang menyebabkan dirinya sedikit kaget dan stres. Herlina menjadi putus asa dengan penyakitnya. Walaupun dokter sudah memberikan resep obat yang harus diminumnya supaya kankernya tidak semakin menyebar dan berkembang.
"Kenapa wajah kamu pucat, sayang? Kamu sakit yah?" tanya Zaki sambil mengusap keringat yang ada di dahi Herlina.
__ADS_1
"Tidak kok!" sahut Herlina. Zaki bernafas lega.
"Jadi, soal Akila, sekarang katakan kepada ku dan ceritakan semuanya kepadaku sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Herlina penasaran. Zaki ketika di dalam mobil tadi sudah berjanji kalau akan menjelaskan perihal Akila.
"Sebenarnya, penyebab kemarahan bu Desi itu semuanya lantaran ulah Akila. Akila diam-diam memberikan informasi palsu kepada Bu Desi. Akila memfitnah kamu kalau kamu lah wanita yang suka menggoda Pak Diandra. Dan juga kamu masuk ke perusahaan itu karena satu syarat harus berkencan satu malam dengan Pak Diandra. Akila menyampaikan kepada Bu Desi kalau kamu sudah bermain dan bercinta dengan Pak Diandra. Karena itulah Bu Desi menjadi sakit hati dan marah terhadap kamu. Lalu mulai menyiapkan air keras itu untuk merusak wajah kamu."cerita Zaki. Herlina menarik nafasnya dalam-dalam. Herlina berusaha tidak marah atas semua perbuatan yang sudah Akila lakukan terhadap dirinya.
"Karena saat itu Akila di belakang kamu, dan kamu bisa menghindari serangan tiba-tiba dari bu Desi, akhirnya Akila lah yang terkena air keras itu," lanjut Zaki menjelaskan semuanya.
"Kasihan Akila. Lalu kenapa tiba-tiba dia memfitnah aku? Sebenarnya apa salah aku terhadap dia?" tanya Herlina.
"Akila sudah menceritakan semua kepada aku, sayang! Sebenarnya dia menyukai aku. Bukan Pak Diandra. Pembicaraan dia soal Pak Diandra itu hanya alibi saja untuk menutupi rasa suka nya terhadap aku. Padahal sebenarnya dia mencintai aku. Karena aku tidak pernah menanggapi dan selalu menolaknya maka pada akhirnya dia bilang kalau dirinya telah mengidolakan Pak Diandra," jelas Zaki.
"Sama dengan kamu kan, sayang! Kamu juga banyak pria-pria ganteng datang menggoda kamu," ucap Zaki.
"Mereka tidak benar-benar mencintai aku dengan tulus seperti kamu, mas Zaki! Mereka hanya ingin mendapatkan aku lantaran karena terobsesi dengan aku saja. Selain itu pria-pria yang datang kepada ku hampir semua laki-laki beristri yang bilangnya cinta dan sungguh-sungguh mencintai aku namun kenyataannya tidak. Ketika istri mereka mengetahui hubungan aku dengannya, mereka mundur teratur dan akhirnya memilih kembali kepada istrinya," ucap Herlina.
"Aku sadar! Menjalin hubungan dengan laki-laki beristri tidak akan menguntungkan aku. Mereka hanya menyukai aku lantaran fisik saja. Mereka tidak pernah sungguh-sungguh kepada aku. Bilang cinta, rindu, kangen tapi nyatanya bohong. Hanya untuk mendapatkan hatiku agar aku bisa menyerahkan segalanya kepada nya," ucap Herlina sambil menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Sudahlah sayang! Sekarang jangan lagi diungkit lagi yang sudah terjadi. Soal Bambang tadi, aku yakin dia hanya tidak rela saja kalau kamu tenang dan hidup bahagia bersama orang lain. Dia masih terobsesi dengan kamu," ucap Zaki.
"Terimakasih, kamu tadi membela aku di depan laki-laki itu. Aku seperti berharga di mata kamu," ucap Herlina.
"Memang kamu wanita yang berharga dan sangat penting bagi aku, sayang! Minggu depan kita akan menikah dan kita akan membangun rumah tangga bersama-sama. Kita akan memiliki anak yang banyak. Kita akan mendidik mereka dengan penuh kasih sayang," ucap Zaki penuh dengan harapan yang indah bersama Herlina.
"Tetapi aku sangat takut jika mengecewakan kamu, mas!" kata Herlina. Zaki mengusap punggung tangan Herlina dengan lembut.
"Kita akan saling mengingatkan, sayang! Kamu boleh menegur aku jika aku melakukan kesalahan. Demikian juga halnya aku, aku akan mendidik kamu sebagai istri aku yang baik," sahut Zaki. Herlina tersenyum lebar yang menunjukan deretan giginya yang putih.
"Aku benar-benar bersyukur bisa bertemu dan mengenal kamu mas. Kamu menikahi aku lantaran kamu tulus mencintaiku," kata Herlina.
"Iya, ayo kita ke toko perhiasan! Aku akan membelikan perhiasan untuk kamu, supaya di hari pernikahan kita, kamu semakin terlihat cantik bersinar," ajak Zaki.
"Hem, kamu benar-benar pria yang baik mas! Aku semakin tidak pantas bersanding dengan kamu," ujar Herlina.
"Eh, jangan katakan itu! Aku mencintaimu dan aku adalah pria yang akan menjadi suami kamu, sayang! Sudah selayaknya aku akan membuat kamu bahagia dan memenuhi segala keinginan kamu," kata Zaki.
__ADS_1
"Terimakasih, mas Zaki!" sahut Herlina. Keduanya keluar dari rumah makan itu dan melenggang meninggalkan tempat itu sambil bergandengan tangan.