
Penyakit Herlina semakin hari semakin parah. Herlina sudah tidak lagi bekerja. Setiap hari Herlina bergantung dengan orang terdekat nya yaitu mama nya. Herlina seperti hidup segan mati tidak mau.
Kehidupan masa lalu nya yang buruk membuat dirinya menerima karmanya. Penyakit kanker rahim yang Herlina pikir sudah sembuh karena sudah melakukan perawatan dan pengobatan di luar negeri, ternyata masih terus menggerogoti daya tahan tubuh nya.
Herlina berbaring lemah tidak berdaya di atas tempat tidurnya. Selang infus masih melekat di sana. Kini di dekatnya ada Anura, sahabat nya bersama suaminya Dewa. Anura dengan setia duduk di samping Herlina. Anura tidak henti-hentinya memberikan semangat dan juga membuat Herlina tersenyum dengan semua ceritanya.
__ADS_1
Herlina ikut tersenyum saat Anura bercerita tentang dirinya yang lucu-lucu saat kegiatan suting nya.
"Kamu harus semangat yah, sayang! Supaya cepat sembuh dan bisa menggoda duda baru ditinggal istrinya itu," ucap Anura menggoda dan menjahili Herlina. Herlina hanya bisa tersenyum dan badannya yang lemah kini hanya terlihat berguncang bahunya karena tertawa dengan kelakar Anura.
"Apakah Tuhan menerima taubat ku jika aku memohon ampunan kepada Nya, Anura. Perbuatan ku yang suka seenaknya sendiri tanpa mengikuti aturan dan terlebih lagi suka sekali mengganggu suami orang atau laki orang. Menjadi wanita perebut laki orang seperti sudah menjadi permainan ku. Aku tanpa memperdulikan perasaan dan hati seorang wanita lain yang tidak lain adalah istri dari laki-laki yang aku goda. Anura, aku menerima karma dari semua itu dengan penyakit ku yang aku derita. Aku menyesal sekali, Anura!" ucap Herlina dengan suara lirih. Kini butiran-butiran air matanya menetes jatuh di kedua sudut matanya.
__ADS_1
"Kamu harus percaya kalau Tuhan Maha Pemurah dan Penyayang. Tuhan Maha Mengampuni kesalahan dan dosa-dosa dari hambaNya yang bertaubat. Kamu harus percaya itu, sayang!" tambah Anura. Kini Herlina semakin berguncang bahunya karena penyesalan dan tangisan nya.
"Anura, sepertinya usiaku tidak lama lagi. Aku minta maaf jika aku sebagai teman kamu selalu membuat kamu kecewa.. Padahal kamu selalu menasihati aku. Tetapi aku selalu melakukan apa yang aku mau. Pasti kamu sangat kecewa bukan?" kata Herlina. Anura tersenyum saja.
"Tidak sayang! Aku tahu dan percaya jika suatu saat kamu pasti akan sadar dengan semua yang sudah kamu lakukan. Kamu pasti mengalami masa bosan dan jenuh dengan apa yang kamu cari dan perbuat selama ini. Semua itu hanya kebahagiaan semu semata. Kamu pasti akan mencari ketenangan itu sendiri. Selama ini kamu pasti tidak menemukan ketenangan dan ketentraman itu bukan?" sahut Anura. Herlina menatap Anura dengan pandangan kosong.
__ADS_1
"Benar, Anura! Setiap aku melakukan kesalahan itu, aku selalu merasa jika aku jahat dan di hatiku merasakan kegelisahan dan ketakutan karena merebut milik orang yaitu laki orang," kata Anura.
"Semua kesalahan tidak sepenuhnya ada pada diri kamu saja, sayang. Semua karena karena kedua belah pihak. Laki-laki berselingkuh karena nafsunya dan lantaran melihat fisik wanita. Sedangkan wanita berselingkuh karena menggunakan hatinya," sahut Anura.