TERJERAT RAYUAN JANDA

TERJERAT RAYUAN JANDA
KATANYA KANGEN


__ADS_3

Herlina menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang kamarnya. Betapa hari ini dirinya sangat capek. Seharian di kantor bekerja membuat laporan dan pada akhirnya menerima kemarahan dari bosnya yaitu Herlambang. Pada akhirnya Herlina menggoda Herlambang dan Herlambang terjebak dengan Herlina dalam permainan panas.


Herlina dan Herlambang melakukan nya di dalam ruangan kerja Herlambang. Bahkan sampai beberapa kali Herlambang ketagihan dengan Herlina. Setelah itu Herlina mendapatkan bayaran atas semuanya. Seolah Herlambang tidak ingin terikat dengan Herlina. Ini seperti Herlina telah di beli selayaknya seorang wanita penghibur, setelah usai dengan kerjaan nya mendapatkan bayaran itu.


Herlina mengambil uang pemberian dari Herlambang dan setelah dari kantor, Herlina langsung ke pusat perbelanjaan untuk berbelanja. Saat ini Herlina menimang beberapa perhiasan yang telah ia beli di pusat perbelanjaan. Walaupun sempat ada insiden yang bikin emosi Herlina, namun bagi Herlina itu merupakan hal kecil. Yang penting saat ini dirinya telah bahagia lantaran mendapatkan uang yang banyak dari bos nya yaitu Herlambang.


" Kalau tiap hari seperti ini, aku bisa cepat kaya." ucap Herlina.


" Apalagi bisa menjadi wanita simpanan pak Herlambang." ucap Herlina sambil tersenyum bahagia sambil menimang beberapa duit yang masih di dalam amplop nya.


Namun tiba- tiba seorang laki-laki masuk ke dalam kamarnya tanpa suara ketukan pintu.

__ADS_1


" Kamu! Kenapa kau kemari, hah?" tanya Herlina kepada laki-laki itu yang saat ini berada di dalam kamarnya.


" Aku kangen, Herlina!" ucap laki-laki itu yang tidak lain adalah Bambang. Herlina tersenyum sinis.


" Heh kangen? Pulang kamu, aku sudah tidak ingin berurusan dengan kamu lagi Bambang. Laki-laki yang takut kepada istrinya dan akan menciut ketika istrinya sudah mengancamnya hendak minta pisah. Kini datang lagi kemari bilang kangen? Kamu sedang mengigau yah, Bambang?" ucap Herlina penuh kemarahan.


" Maaf Herlina, aku belum bisa melupakan kamu. Tetapi akupun juga tidak bisa meninggalkan istriku." kata Bambang. Kembali Herlina tersenyum sinis. Kali ini Herlina mendorong tubuh Bambang hingga keluar dari kamarnya. Bambang enggan meninggalkan Herlina.


" Maisaroh? Dia memang sudah keterlaluan. Tetapi kamu tidak apa- apa kan?" tanya Bambang sok perhatian.


" Heleh! Jangan sok perhatian kepada ku! Pergi kamu Bambang! Aku sudah tidak mau berhubungan dengan kamu!" ucap Herlina seraya menutup pintu utama rumahnya. Bambang mengetuk pintu utama rumah Herlina dan memanggil Herlina. Namun Herlina tidak memperdulikan nya.

__ADS_1


" Enak saja datang dan pergi sesukanya saja. Setelah keinginan nya terpenuhi langsung kabur tidak mau bertanggungjawab. Bagus aku jual diri dengan Herlambang yang banyak duitnya. Lah, kamu Bambang? Sudah gak bisa kasih aku uang, perhiasan dan membela aku. Bilang kangen kepada ku. Makan tuh kangen!" kata Herlina penuh emosi.


Bambang masih di luar rumah milik Herlina. Hingga suara ribut-ribut terdengar di luar. Sepertinya suara Maisaroh dengan Bambang yang saat ini sedang bertengkar.


" Lagi ngapain kamu, mas?" tanya Maisaroh.


" Aku mau menagih hutang ke Herlina, tapi tidak dibukakan pintu." ucap Bambang. Herlina yang mendengar nya dari dalam semakin marah.


" Sialan, dia bilang aku punya hutang? Edan si Bambang ini? Ini harus diluruskan supaya istrinya tahu kalau Bambang tidak pernah kasih aku uang kepada ku dan aku tidak berhutang dengan Bambang." pikir Herlina.


" Eh, tapi untuk apa? Tidak ada untungnya bagi aku menjelaskan semuanya kepada Maisaroh. Toh benar pun perkataan aku, Maisaroh tetap tidak percaya kepada ku lantaran sudah membenci aku." pikir Herlina.

__ADS_1


" Biarkan lah! Lebih baik aku tidur!" pikir Herlina seraya kembali masuk ke kamar nya.


__ADS_2