
Huka di dapur mulai menyibukkan dirinya untuk membuat masakan. Di apartemen milik Anura itu, Huka membuat dapur itu mulai berantakan. Sedangkan Anura masih belum kembali dari belanja kebutuhan rumah tangga maupun kebutuhan stok makanan. Zetty sesekali mengintip apa yang dilakukan oleh kekasihnya. Zetty masih takut mendekati Huka karena penolakan untuk membuka segel bersama- sama.
" Kamu masak apa, Huka?" tanya Zetty sambil memeluk Huka dari belakang. Huka sibuk mengaduk masakan nya.
" Awas Zetty! Aku sedang masak!" kata Huka. Zetty yang mendengar nya seperti Huka masih marah padanya.
" Apakah kamu marah dengan aku?" tanya Zetty sambil melepaskan pelukannya lalu duduk di kursi meja makan tidak jauh dari letak dapur itu. Sesaat Huka tersenyum melihat ke arah Zetty.
" Tidak, Zetty! Aku lagi masak saat ini. Sebelum sahabat kamu kembali pulang, masakan ini harus siap dan kita makan bersama-sama. Oke?" ucap Huka. Huka mulai mengambil piring yang cukup lebar untuk meletakkan hasil masakan nya. Lalu Huka letakkan di atas meja makan.
" Kamu yakin tidak kecewa dan marah dengan aku kan, sayang?" kata Zetty. Huka mencuci tangannya setelah apa yang ia masak sudah siap. Kini Huka duduk di dekat Zetty. Huka merangkum kedua pipi milik Zetty.
" Maaf, aku khilaf! Sebaiknya kita lakukan nanti setelah kita menikah dan benar-benar menjadi pasangan suami istri. Jangan khawatir, aku akan selalu menjaga kamu Zetty. Kamu adalah gadisku dan akan aku lindungi dan jaga selalu." ucap Huka. Zetty kini berdiri dari duduknya dan memeluk erat Huka.
" Terimakasih Huka! Maaf jika aku belum bisa memberikan sesuatu yang bisa membuat kamu merasakan sesuatu yang indah itu." kata Zetty.
__ADS_1
" Aku juga minta maaf kepada mu, kalau aku juga belum bisa menerobos surga milikmu itu. Karena aku. juga masih perjaka ting ting." sahut Huka. Zetty spontan mencubit pinggang Huka. Huka meringis kesakitan. Zetty masih memeluk tubuh kekar Huka. Huka masih menyambut pelukan itu dengan hangat.
" Sudahlah lepaskan pelukan kamu! Jangan sampai membangunkan singa yang sedang tertidur. Ingat, aku juga masih laki-laki tulen, Zetty sayang!" kata Huka. Zetty seketika menjauh dari Huka dan kembali duduk di kursi makan ruangan itu.
" Aku masih meragukan mu, Huka. Jika kamu bilang masih perjaka ting-ting. Sedangkan kamu selalu dikelilingi oleh model- model cantik dan selalu datang kepada mu dengan pakaian yang seksi serta menggoda itu." ucap Zetty. Huka mengernyitkan dahinya.
" Apakah kamu ingin membuktikan nya jika milik ku masih belum aku celup kan ke wanita manapun." kata Huka dengan vulgar nya. Zetty tertawa terbahak- bahak.
" Tidak! Tidak! Jika kamu sudah tidak bisa menahan semuanya itu, nikahilah aku. Aku akan meninggalkan dunia model dan keartisan ini untuk fokus menjadi ibu rumah tangga saja." kata Zetty. Huka tersenyum mendengar nya.
" Benar juga sih! Cuma aku masih belum siap untuk menikah secepatnya. Karier aku sedang bagus- bagusnya. Bagaimana dengan kamu, Huka?" kata Zetty.
" Sebenarnya apa yang kamu takutkan, jika sudah menikah dengan aku, Zetty? Aku bisa menafkahi kamu. Dan aku pun tidak melarang kamu untuk meninggalkan dunia keartisan serta model. Kita bisa tetap menjalankan karier kita walaupun sudah menikah. Bagaimana? Kalau kamu sudah siap, aku juga siap! Siap menikahi kamu. Setidaknya jika aku sudah tergoda dengan wanita-wanita model itu, aku bisa kembali pulang ke kamu, Zetty." curhat Huka. Zetty paham apa yang dikatakan oleh Huka.
Suara teriakan Anura dari depan sudah terdengar sampai ruang makan. Anura berjalan sambil membawa beberapa tas belanjanya. Zetty membantu barang bawaan Anura dan meletakkannya ke ruangan belakang di dapur. Anura melihat meja makan sudah ada beberapa makanan.
__ADS_1
" Siapa yang memasaknya?" tanya Anura kepada Zetty. Zetty menunjuk ke arah Huka.
" Ini semua kamu yang masak?" tanya Anura lagi. Huka membenarkan kalau dirinya lah yang memasaknya.
" Kenapa kamu kaget dan aneh begitu jika aku yang masak?" sahut Huka.
" Tidak menyangka saja, kamu yang seorang fotografer kondang dan keren, juga bisa memasak? Wah, bahagia sekali bersuamikan kamu, Huka!" ujar Anura sambil duduk di kursi meja. Zetty dan Huka mulai mengambil nasi dan mulai mengeksekusi hasil masakan Huka.
" Oh iya, aku juga beli ayam bakar juga mie kwetiaw goreng." kata Anura sambil bangkit dari duduknya dan berdiri mengambil tas yang berisi makanan yang siap makan. Anura meletakkannya di atas meja makan setelah menyusunnya di atas piring lauk.
" Kalian harus mencoba ini!" ucap Anura. Huka dan Zetty mulai menikmati makanan yang sudah di susun di atas meja.
" Jadi, setelah ini kamu mau aku nikahi tidak? Kamu dengar kan apa kata sahabat kamu, Anura kalau wanita yang aku nikahi adalah wanita yang sangat beruntung. Karena aku pandai memasak juga." bisik Huka ke telinga Zetty. Anura yang melihat keduanya sedang berbisik- bisik mengernyitkan dahinya.
" Apakah kurang enak, makanan yang aku beli?" tanya Anura.
__ADS_1
" Oh, tidak kok Anura! Tentu masakan super mahal. yang kamu beli ini lah yang paling enak dibandingkan dengan masakan Huka." sahut Zetty. Huka melotot ke arah Zetty. Zetty dan Anura terkekeh melihat reaksi Huka.