
Kenangan itu masih jelas diingatan. Nama mu pun masih terpatri di hati ku. Namun, ketika satu titik noda salah mu itu, mulai menghapus indahnya cerita kita.
Kamu hadir diawal aku sedang bimbang. Kamu hadir mengisi hatiku yang gundah. Kita sama- sama saling mengisi dan mengobati karena kecewa. Kecewa karena patah hati itu.
Namun setelah cinta itu mulai tumbuh, kau menghancurkan kembali kepercayaan itu. Kau pun mulai mengkhianati cinta suci itu.
Namun aku tidak akan menyesalinya. Karena kamu datang dan pergi memang sudah waktunya. Kini aku hanya sendiri. Menyisakan kesedihan dan kecewa itu. Tidak ada lagi rindu. Karena rindu itu sudah pergi bersama pengkhianatan kamu.
Saatnya aku bangkit. Karena cinta hati ini kan segera ku kubur di sini. Biar lah terbuang bersama angin yang akan datang memberikan warna baru. Memberikan aku semangat kembali untuk bertahan dalam langkahku yang mungkin masih panjang.
*******
__ADS_1
Bambang telah kembali ke rumahnya. Rumah di mana ada seorang istrinya masih selalu menunggu kedatangannya. Walaupun sudah beberapa tahun lamanya mereka sudah menjalani biduk rumah tangga dan selama itu pula, mereka belum dikaruniai seorang putra. Entah mungkin saja Tuhan belum memberikan kepercayaan kepada keduanya untuk menerima amanah dan titipan dari Nya. Padahal Maisaroh sendiri benar-benar sudah merindukan suara tangis bayi itu dan sudah sangat ingin merasakan bagaimana mengandung.
Setelah mengetahui bahwasanya suaminya sering berkhianat dan berselingkuh dengan wanita lain, Maisaroh seperti sudah benar-benar mati rasa. Dirinya yang hanya seorang istri dan wanita yang lemah tidak bisa memberontak dan lepas dengan Bambang. Tetapi secara diam-diam Maisaroh selalu bergerak dengan sendiri. Maisaroh ingin membalas sakit hatinya kepada wanita yang telah merusak rumah tangganya dan juga merebut Bambang, suaminya. Sebenarnya bukan merebut, namun secara diam-diam telah menguasai suaminya dari waktu, materiil dan juga kasih sayang serta perhatian. Rumah tangga nya seperti hanya bertahan saja. Namun keharmonisan itu hanyalah berpura-pura saja. Apalagi Bambang, ketika kembali ke rumah Maisaroh memperlihatkan senyuman manisnya dan juga perhatian nya. Namun sejatinya hatinya tidak sepenuhnya dengan Maisaroh. Maisaroh tahu dan memahami itu. Bambang seperti hanya memenuhi kewajiban nya sebagai seorang suami.
Dengan ditemani kopi hitam dengan roti bakar, Bambang saat ini sedang duduk bersama Maisaroh.Cukup lama Maisaroh diam dan tidak berbicara. Dalam hatinya menahan sedih dan kecewa. Sudah hampir dua minggu ini Bambang di luar kota dan baru hari ini suaminya itu kembali pulang. Bukan tidak merasa dan mengetahui kalau suaminya sudah terbiasa bermain gila dengan wanita lain. Maisaroh masih tetap bertahan akan nasib nya sebagai istri dari Bambang. Untuk materi, Bambang masih sangat perhatian dengan Maisaroh. Namun secara nafkah batin, Bambang tidak semanis dulu ketika awal- awal mereka menikah.
Bambang masih cuek minum kopi dengan menghisap rokok nya. Bambang tahu kalau istrinya itu ingin membicarakan sesuatu dengan dirinya.
" Ada apa Maisaroh?" tanya Bambang pura-pura tidak tahu dan pura-pura bodoh.
" Biarkan aku istirahat dulu yah, sayang! Nanti setelah ini kita mandi bareng dan melakukan itu sampai kamu puas." kata Bambang seolah-olah dirinya tidak butuh dengan semua itu terhadap Maisaroh.
" Maksud kamu apa?" tanya Maisaroh sudah mulai terpancing emosi nya.
__ADS_1
" Bukannya kamu mau nafkah batin dari aku? Bukannya kita sudah hampir dua minggu ini tidak gituan? Apakah kamu tidak rindu dengan aku?" kata Bambang. Maisaroh menarik nafasnya dalam- dalam dan berusaha sabar.
" Seolah- olah hanya aku yang butuh seperti itu. Apakah kamu sendiri tidak menginginkan kegiatan di atas ranjang itu? Lagi pula, apakah kamu tidak mau menyalurkan hasrat kamu? Oh, aku tahu! Apakah kamu sudah cukup puas bermain- main dengan wanita itu di luar sana?" sindir Maisaroh. Bambang mendengus kesal. Namun Bambang sangat pandai bermain drama yang penuh kebohongan.
" Sayang! Aku hanya melakukan kesalahan itu ketika bersama dengan Herlina saja. Sungguh! Selain itu tidak, sayang! Sumpah di sambar petir kalau aku bohong! Setelah dengan Herlina, aku tidak pernah mengkhianati kamu, Maisaroh sayang! Kamu harus percaya aku! Aku di luar kota, benar-benar mencari uang dan bekerja. Ini semua demi kamu! Semua harta dan kekayaan yang aku miliki itu semuanya untuk kamu, sayang!" ucap Bambang begitu manis sekali. Bambang mendekati Maisaroh dan dengan gaya pejantan nya yang tangguh dan penuh rayuan, Bambang segera menggendong tubuh Maisaroh dan dibawanya masuk ke dalam kamar.
Bambang dengan lihainya membuat Maisaroh menjadi tidak berkutik dan klepek-klepek. Di rebahkan tubuh Maisaroh ke atas peraduan dan Bambang mulai menjalankan aksinya untuk memenuhi nafkah bayinya supaya masalah bersama dengan istrinya sesaat bisa diselesaikan di atas ranjang.
" Awas saja kalau aku mengetahui kalau kamu bermain wanita di luar sana, mas!" ancam Maisaroh sambil menahan gejolak yang mulai membuncah lantaran sudah hampir dua minggu dianggurin oleh suaminya. Maisaroh benar-benar kesepian.
" Aku janji, sayang! Aku laki-laki yang setia!" ucap Bambang dan tanpa ampun kini mulai mengungkung tubuh Maisaroh.
" Aku akan ikut kamu ke luar kota! Aku akan memastikan kalau kamu tidak akan bermain gila kembali dengan wanita manapun." ucap Maisaroh.
__ADS_1
" Asem! Maisaroh akan mengikuti aku ke luar kota? Bagaimana aku bisa bergerak bebas jika istriku selalu menjadi satpam ketika aku berjalan di sana. Aduh mati aku!" batin Bambang yang kini semakin menghentakkan tubuh Maisaroh dengan kasar. Maisaroh merasakan nikmat yang diluar batas normal.......