TERJERAT RAYUAN JANDA

TERJERAT RAYUAN JANDA
MIMPI DEWA


__ADS_3

Dewa mulai memeluk Anura. Senyum Dewa saat ini begitu manis membuat Anura tidak kuasa melihat nya. Tatapan mata Dewa makin tajam menatap manik mata Anura. Sinar mata itu seolah bikin lemes jantung Anura.


" Kamu sudah siap kan, yank?" bisik Dewa nakal.


" Siap apa sih?" tanya Anura pura-pura tidak tahu.


Dewa meniupkan sedikit nafasnya ke belakang telinga Anura lalu memberikan kecupan dibelakang leher Anura. Anura seketika merinding dan merasakan bulu kuduknya berdiri.


" Dewa!" keluh Anura sambil memejamkan matanya ketika Anura mulai mendekati bibir nya setelah membalikkan tubuh Anura hingga mereka saling berhadapan.


Ciuman yang panas itu terjadi. Anura mulai menyambut dan membalasnya. Mereka saling memainkan lidah dan bertukar saliva nya. Dewa menuntun Anura ke peraduan nya. Membaringkan tubuh Anura dan mulai pelan- pelan membuka semua yang masih melekat di tubuh Anura Setelahnya baru Dewa melepas semua pakaian nya.


Dewa kembali memberikan sensasi yang bikin ber getar dan ber goncang tubuh Anura Dengan sangat pelan dan hati- hati Dewa bermain - main dengan setiap inci bagian-bagian tubuh lekukan milik Anura. Dewa tidak ingin membiarkan bagian terlewatkan. Anura hanya pasrah menerima perlakuan dari Dewa yang begitu lembut memperlakukan dirinya. Walaupun ini bukanlah membuka segel yang pertama kalinya untuk Anura. Namun ini adalah kegiatan yang sudah lama tidak Anura lakukan pada siapapun apalagi dnegan Dewa. Dewa selalu menjaga dan menghargai Anura selama ini. Dan inilah awal untuk Dewa melakukannya bersama dengan Anura.


Dewa masih bermain- main di ujung pangkal paha milik Anura. Dewa mulai bermain di daerah itu sampai Dewa akan melihat kalau Anura sudah siap akan serangan selanjutnya. Namun, dengan permainannya Dewa yang cukup mumpuni, Anura mulai menegang hingga tubuhnya bergetar sangat hebatnya. Anura semakin menekankan Kepala Putra yang masih di bawahnya. Anura kemudian terkulai setelah mengeluarkan cairan yang hangat dalam miliknya.


"Dewa!" panggil Anura pelan. Dewa tersenyum penuh kemenangan karena melihat Anura sudah mencapai puncak itu padahal dirinya belum juga memberikan serangannya.


Dewa mulai menghujani senjatanya hingga pertempuran itu kembali memanas sampai bom yang terakhir itu meletus dan terlempar cepat ke dalam milik Anura. Semoga di sana akan terbentuk nyawa baru dari benih yang ditanam Dewa di sana. Itu lah harapan Dewa supaya dirinya bisa menikahi Anura secepatnya.

__ADS_1


Tidak berselang lama, Dewa kembali mengulang kegiatan itu bersama Anura. Sepertinya satu kali saja Dewa masih belum cukup untuk menikmati manisnya madu. Dewa melakukan kegiatannya yang membuat Anura mulai berperan dalam kegiatan itu. Anura kini ingin menguasai permainan yang menggetarkan dan menghangatkan tempat itu


@@@


Dewa tidak bisa mengendalikan dirinya ketika Anura dengan agresif mulai berani menempelkan bi.. birnya ke bi bir Dewa. Dewa dengan cepat meraup bibir Anura yang begitu manis dan lembut. Tidak sekedar itu Dewa mulai memainkan lidahnya mulai mencari- cari lidah milik Anura dan menyesap nya hingga pertukaran saliva diantara keduanya terjadi.


Ini seperti gayung bersambut. Keduanya sama-sama menikmati permainan itu. Dewa mulai hanyut dan semakin masuk dalam permainan itu ketika suara Anura keluar dengan merdu membangkitkan gejolak nya. Kini beralih turun ke leher putih dan jenjang milik Anura. Dewa mulai mencium dan menyesapnya hingga memberikan tanda di sana. Tangan Dewa mulai berani menyusup kedalam kemeja milik Anura yang masih melekat rapi di tubuhnya dan berusaha melepas pengait yang membungkus dua da danya. Tangannya yang kokoh mulai bermain di sana.


Tidak sabar dengan hal itu kini tangannya beralih ke bagian bawah perut. Dan di sana lah Dewa mulai merogoh dan menyusup dibalik pakaian d@l@mnya. Jarinya yang panjang dan lihai mulai bermain disekitaran area itu. Jarinya yang nakal mulai menggesek dan memainkan area pribadi milik Anura. Anura mulai bersuara merdu. Hal itu semakin menambah kebrutalan Dewa. Segera Dewa kembali meraup kembali ciuman bibir yang makin ganas di sana.


Mata Dewa dan Anura kini sama-sama bertemu. Keduanya kemudian terdiam lalu senyuman kecil itu terukir jelas diantara keduanya. Dewa mulai membantu Anura melepas semua pakaian yang menempel ditubuhnya. Demikian juga halnya dengan Anura yang juga tidak kalah agresifnya membantu melepaskan semua yang masih melekat di badan Dewa. Hingga keduanya polos tak ada sehelai benang melekat di sana.


" Sakit!" keluh Anura pelan. Dewa tersadar bahwa wanita yang selama ini selalu menghantui pikiran nya itu sudah berada dalam kendalinya. Dewa mulai memperlambat ritmenya. Kali ini lebih lembut dan pelan. Anura masih memejamkan mata dan menggigit bibir bawahnya. Dewa melakukan semuanya hingga hampir setengah jam lamanya. Hingga Dewa mulai mengakhiri permainan nya setelah dirasakannya aliran hangat menjepit miliknya juga. Dewa terkulai di samping Anura dan tersenyum hangat.


Dewa membuka matanya.


" Ahhh?? Aku bermimpi basah!" gumam Dewa sambil meraba celana pendek yang ia kenakan sewaktu tidur malamnya. Dewa tersenyum namun hatinya begitu bahagia. Dewa telah bermimpi melakukan itu sampai berulang kali dengan Anura. Selama ini sulit sekali untuk mendapatkan ciuman dari Anura. Pada akhirnya dirinya mendapatkan lebih dari ciuman itu melalui mimpi nya, di alam bawah sadar.


" Mimpi yang indah! Rasanya aku tidak ingin terbangun dari tidurku tadi. Aku ingin berlama-lama dengan Anura. Dia begitu cantik dan bercahaya. Apalagi dengan memberikan aku kebahagiaan dan kehangatan ini. Terimakasih Anura Walaupun ini hanya mimpi namun ternyata aku menjadi lega dan bahagia." kata Dewa sambil bangkit dari tempat tidur nya.

__ADS_1


Dewa mulai melangkah ke kamar mandi dan mulai membersihkan dirinya setelah mendapatkan mimpi indah itu bersama Anura.Baginya ini adalah mimpi yang tidak akan terlupakan. Mimpi indah ini untuk Dewa adalah suatu keberuntungan nya. Dewa akan mewujudkannya dalam alam kesadaran nya. Dewa akan secepatnya melamar Anura.


"Ah begitu tergila-gila nya aku dengan Anura sampai terbawa dalam mimpi aku. Anura kamu memang wanita yang istimewa. Kamu adalah janda yang berbeda dari yang lainnya. Aku menyukai kamu dalam setiap gerak mu," gumam Dewa sambil tersenyum bahagia. Hari ini Dewa mendapatkan berkah yang nyata. ☺😊


@@@@@@@


Setelah selesai mandi keramas, Dewa segera meraih ponselnya dan menghubungi Anura.


πŸ“±πŸ“² "Kamu di mana, sayang?" tanya Dewa penuh kelembutan.


πŸ“±πŸ“² "Lagi perawatan di salon!" jawab Anura di seberang sana.


πŸ“±πŸ“² "Salon mana? Aku akan menyusul kamu," ucap Dewa.


πŸ“±πŸ“² "Ngapain? Aku sudah mau selesai kok! Setelah ini mau pemotretan untuk iklan," ucap Anura.


πŸ“±πŸ“² "Di studio yah? Baiklah, biar aku ke sana! Oke?" kata Dewa. Panggilannya segera diputus nya. Dewa menyemprot parfum maskulin nya di segala celah badannya. Tentu saja, dirinya harus selalu wangi di dekat kekasihnya itu. Senyuman nya lebar. Hari ini Dewa benar-benar bahagia.


"Aku akan membelikan Parfait strawberry untuk Anura. Bukankah Anura sangat menyukai itu?" gumam Dewa sambil menatap bayangan wajahnya yang semakin segar setelah mendapatkan mimpi nya.

__ADS_1


__ADS_2