TERJERAT RAYUAN JANDA

TERJERAT RAYUAN JANDA
SERIUS


__ADS_3

Anura yang dikabari oleh Zaki segera menyusul ke rumah sakit dimana Herlina saat ini telah di rawat. Herlina saat ini telah berada di ruang rawat khusus sebelum kondisi Herlina tidak membahayakan.


Kini Anura duduk bersama Zaki dan juga mama papa Herlina di kursi tunggu pasien. Anura terlihat masih mencemaskan keadaan sahabat nya itu, Herlina. Demikian juga dengan Zaki yang tidak kalah frustasi nya. Apalagi dia merasa gara-gara dirinyalah, Herlina menjadi nge drop dan menurun daya tahan tubuh nya.


"Zaki, bagaimana kalau kita ke kantin rumah sakit terlebih dahulu. Supaya kamu bisa lebih tenang. Mungkin saja kamu mau minum kopi atau merokok sebentar. Kalau di sini kan area tidak boleh merokok," ajak Anura. Zaki menerima ajakan Anura setelah meminta ijin mama papa calon istrinya tersebut.


Anura dan juga Zaki akhir melangkah menuju kantin rumah sakit tersebut. Anura memesankan dua kopi cappucino untuk dirinya dan juga Zaki. Benar saja, Zaki mulai menarik barang rokoknya dan menyalakannya. Satu bungkus rokok itupun dibelinya saat sudah sampai di rumah sakit di warung depan bangunan yang berisi orang sakit tersebut. Anura memperhatikan Zaki yang masih diselimuti rasa sedih, gelisah dan juga khawatir.


"Aku baru mengetahui penyakit Herlina dari dokter tadi, Anura. Sebelumnya aku hanya mengira kalau Herlina hanya sakit biasa saja. Walaupun aku sudah mengetahui semuanya dari mama aku. Herlina selalu memeriksakan dirinya di dokter spesialis Onkologi Ginekologi. Aku pikir Herlina hanya bermasalah dengan sakitnya ketika datang bulan. Kalau seperti ini sering dikeluhkan oleh Herlina kepada ku," ujar Zaki.


"Tunggu sebentar! Mama kamu sudah tahu kalau Herlina sakit kanker serviks?" tanya Anura.

__ADS_1


"Mama hanya tahu kalau Herlina memiliki penyakit serius karena sering ke dokter praktek spesialis Onkologi Ginekologi. Itu saja! Soal pasti sakit apa Herlina, mama papa tidak tahu," ucap Zaki.


"Lalu bagaimana dengan kamu setelah mengetahui kalau Herlina sakit kanker ini? Apakah kamu akan tetap menikah dengan Herlina atau..." kata Anura.


"Bagaimana pun, aku ingin tetap menikahi Herlina. Apapun yang terjadi, aku harus menikah dengan Herlina karena aku mencintai Herlina. Aku akan membahagiakan Herlina. Walaupun mama papa sempat tidak mengizinkan aku menikah dengan Herlina yang seorang janda," ucap Zaki. Anura yang berstatus seorang janda pun merasa terkejut dengan ucapan Zaki.


"Memangnya kenapa dengan janda?" protes Anura seperti tidak Terima.


"Memang menjadi janda serba salah juga. Terkadang pandangan orang memandang status janda sebelah mata. Namun tidak semua janda juga menggoda pria-pria yang telah beristri," ucap Anura. Zaki menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia menyesal telah berbicara salah.


"Iya, aku tidak perduli mau janda, gadis yang terpenting aku sudah mencintai wanita itu. Aku harus mempertahankan dan memperjuangkan cinta ku," ucap Zaki.

__ADS_1


"Tapi Zaki! Menikah tidak hanya menyatukan dua hati antara kamu dan juga Herlina saja. Namun ini menyatukan dua keluarga besar juga. Mama papa kamu mungkin saja memiliki pemandangan lain lagi. Ini demi kebahagiaan kamu juga. Mereka tidak salah juga kalau sempat melarang kamu untuk menikah dengan janda. Dia menganjurkan mencari wanita yang belum pernah menikah," pancing Anura. Anura ingin mengetahui sebesar apa Zaki dalam berjuang dan serius dengan Herlina.


"Pokoknya aku sudah tidak perduli soal itu! Aku dan Herlina sudah mandiri dan mencari uang sendiri. Kami tidak tergantung dengan orang tua kami. Jadi mereka sudah tidak bisa melarang kami, dong!" sahut Zaki. Anura terdiam menyimak dan menyimpulkan ucapan Zaki.


"Herlina pernah mengatakan kepada ku. Dia tidak ingin melanjutkan menikah dengan kamu, karena penyakitnya. Herlina merasa tidak pantas untuk hidup bersanding dengan kamu. Penyakitnya sudah mulai kronis. Herlina takut tidak bisa membahagiakanmu dengan memberikan kamu seorang anak," cerita Anura.


"Namun aku tahu Herlina sudah sangat mencintai kamu, Zaki! Dia juga tidak ingin melihat kamu bersedih dan kecewa jika pernikahan kalian gagal," ucap Anura.


"Lalu bagaimana pernikahan kalian akan tetap dilangsungkan jika saat ini Herlina masih di rawat di rumah sakit?" kata Anura lagi.


"Aku ingin menikah dengan Herlina! Bagaimana pun kondisi nya aku akan menikah dengan Herlina. Titik!" ucap Zaki tegas. Anura memicingkan matanya menatap keseriusan Zaki dengan segala ucapannya.

__ADS_1


@@@@@@@


__ADS_2