TERJERAT RAYUAN JANDA

TERJERAT RAYUAN JANDA
SAAT ITU


__ADS_3

flashback on.


Sebelum Herlina diterima di perusahaan milik Diandra. Saat itu Herlina mendapatkan panggilan interview dari perusahaan tempat yang dimasukin surat lamaran kerja nya. Herlina benar-benar tidak menduganya jika perusahaan sebesar itu, akan menerima dirinya sebagai sekretaris. Dan kini dirinya telah dipanggil untuk menjalani proses interview. Jadi Herlina berpikir sudah sembilan puluh persen dirinya akan diterima dan bekerja di perusahaan milik Diandra itu. Perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi terbesar di negara ini selain beberapa nama perusahaan konstruksi lainnya.


Saat interview tersebut, Herlina bertemu dengan Pak Zaki. Di sana juga ada satu psikolog perusahaan yang mewawancarai Herlina. Ini sudah satu langkah lagi untuk bisa diterima di perusahaan itu.


Setelah psikolog perusahaan itu selesai bertanya dengan Herlina bahkan gaji yang akan diminta Herlina ketika bekerja di perusahaan itu. Herlina di ajak oleh pak Zaki menjumpai salah satu pimpinan di perusahaan tersebut. Sinta bertemu langsung dengan orang yang memiliki pengaruh di perusahaan tersebut. Tetapi saat Herlina berjumpa dengan orang tersebut, dia bukan Diandra. Melainkan kakak dari Diandra yang bernama Simon. Dari sana lah, Herlina tahu kalau Pak Diandra tiga bersaudara yang ketiga-tiganya laki-laki semua nya yaitu Simon, Diandra dan adiknya bernama Herlambang.


"Herlambang? Apakah Herlambang, mantan pimpinan aku saat bekerja di perusahaan yang lama?" pikir Herlina saat itu ketika dijelaskan oleh Pak Zaki kalau perusahaan konstruksi tersebut dimiliki oleh tiga nama dan sebagai orang yang berpengaruh di sana.

__ADS_1


Ketika bertemu dengan Simon, memang wajahnya hampir mirip dengan Herlambang. Pimpinan Herlina dulu di perusahaan lainnya. Herlambang yang juga pernah bermain cinta dengan Herlina. Pertemuan dengan Simon itu hanya sekedar minum jus saja dan hanya bertanya nama dan pengalaman kerja Herlina. Setelah itu, terlihat Pak Zaki menganggukkan kepalanya saat Pak Simon membisikkan sesuatu di telinganya. Akhirnya Pak Zaki mengajak aku untuk permisi dengan Pak Simon di ruangan itu.


Setelah Herlina dan Pak Zaki keluar dari ruangan Pak Simon, Pak Zaki mengatakan sesuatu yang serius dengan Herlina.


"Kamu lolos interview dan wawancara nya baik dari psikolog perusahaan ini, aku, dan juga dari salah satu orang yang memiliki pengaruh di perusahaan ini. Besok kamu sudah bisa langsung bekerja menjadi sekretaris pribadi Pak Diandra. Nanti ruangan kerja kamu bisa satu ruangan dengan aku, dan Akila." ucap Pak Zaki.


"Benarkah? Jadi aku sudah diterima kerja? Wah terimakasih banyak, Pak Zaki!" ucap Herlina segera menghambur memeluk Pak Zaki. Pak Zaki tersenyum saja. Pak Zaki merasakan benda empuk menempel di dadanya lantaran Herlina memeluk dirinya. Bau badan Herlina yang wangi sangat menggoda Pak Zaki. Pak Zaki tersenyum menyeringai. Kini timbul pikiran untuk mengerjai Herlina.


"Apa syarat nya Pak, Zaki?" tanya Herlina.

__ADS_1


"Ini kalau kamu bersedia yah! Kami tidak akan memaksa kamu loh. Tetapi kalau kamu tidak menerima syarat itu, kamu tidak akan jadi kerja di perusahaan ini." ucap Pak Zaki seraya mengusap dagunya yang tumbuh janggut tipis.


"Katakan saja Pak, Zaki! Apa syarat nya?" sahut Sinta penasaran. Zaki masih mengusap dagunya sendiri dan menatap Herlina tajam.


"Syarat nya kamu bercinta dengan salah satu orang yang berpengaruh di perusahaan ini nanti malam. Hem, itu kalau kamu mau dan bersedia yah. Kalau tidak mau yah tidak apa-apa." ucap Pak Zaki seraya pergi meninggalkan Herlina yang masih berdiri mematung menatap punggung Pak Zaki yang berjalan meninggalkan diri nya. Herlina berpikir sejenak dan pada akhirnya meneriakkan nama Pak Zaki.


"Pak Zaki, tunggu!" panggil Herlina. Pak Zaki berhenti sejenak dan menengok ke arah Herlina. Herlina menghambat Pak Zaki.


"Bagaimana?" tanya Pak Zaki bertanya.

__ADS_1


"Baiklah, saya bersedia Pak Zaki! Tapi tolong soal masalah ini jangan sampai orang mengetahui nya. Ini merupakan aib. Apalagi saya bisa bekerja di sini lantaran melakukan hubungan badan terlebih dahulu dengan orang yang berpengaruh di perusahaan ini. Bukan karena prestasi saja dan skill saya. Ini benar-benar memalukan jika diketahui karyawan lainnya." ucap Herlina sambil menunduk.


"Oke, aku bisa menjamin rahasia ini. Oh iya, kamu bisa datang di hotel X dengan kamar nomor 213." kata Pak Zaki. Herlina mengiyakan nya.


__ADS_2