
Herlina keluar dari ruangan pemeriksaan. Dari ruang praktek dokter spesialis onkologi ginekologi itu, Herlina berubah sedih. Wajah Herlina tertunduk. Kini Herlina melangkah mendekati Anura dan menghambur memeluk Anura. Anura mengusap punggung Anura pelan, membuat tenang Herlina. Herlina terisak sedih.
"Anura, bagaimana aku bisa meneruskan pernikahan aku dengan Zaki, jika aku sudah mengidap penyakit ini. Bagaimana kalau Zaki dan juga keluarga nya mengetahui kalau aku sakit seperti ini? Aku tidak ingin membuat Zaki kecewa dengan aku," ucap Herlina tetap memeluk Anura. Anura ikut sedih dengan semua yang di alami oleh Herlina.
"Herlina, tapi kamu harus tetap berusaha dan yakin kalau penyakit kamu ini akan sembuh. Kamu harus semangat yah, sayang! Dan soal pernikahan kamu, biarlah tetap berjalan sebagaimana mestinya. Hari sabtu nanti, kamu harus menjadi pengantin bagi Zaki dan kamu akan menjadi istrinya. Oke?" ucap Anura berusaha memberikan semangat pada Herlina.
"Tapi aku takut, Anura!" sahut Herlina.
"Sudahlah! Semua rezki, jodoh, maut sudah menjadi bagian dari takdir Nya. Kita hanya bisa menjalani semuanya. Kamu harus pasrah dan tetap berusaha untuk sembuh, ya!" kata Anura. Herlina mengusap air matanya.
"Ayo aku antar kamu pulang! Atau kamu mau menginap di apartemen aku malam ini?" ucap Anura.
__ADS_1
"Boleh?" sahut Herlina.
"Boleh dong! Tapi kamu kasih kabar ke mama papa kamu kalau kamu tidak pulang malam ini dan menginap di tempat aku, oke?" kata Anura. Herlina mengangguk pelan. Kini Anura bersama dengan Herlina meninggalkan tempat itu dan menuju apartemen Anura.
@@@@@@@
Sementara di rumah kediaman orang tua Zaki, kini mama papa Zaki sedang berbicara serius.
"Memangnya Herlina sakit apa, ma? Kamu kok menjadi mengungkit masa lalu Herlina sih? Masa lalu biarkan saja berlalu, yang terpenting Herlina berubah menjadi baik dan anak kita Zaki menerima Herlina apa adanya. Lagipula Zaki sangat menyukai Herlina. Tidak perduli kalau dirinya menikah dengan seorang janda. Padahal banyak gadis-gadis belia yang menyukai Zaki," kata Papa Zaki. Mama Zaki mendengus kesal.
"Sebenarnya dari awal aku kurang menyukai Herlina karena dia adalah seorang janda. Karena Zaki terlihat bersikeras ingin menikahi Herlina, mau tidak mau aku harus mengijinkan Zaki menikah dengan Herlina," ucap mama Zaki.
__ADS_1
"Janda atau gadis sama saja, yang terpenting orangnya baik dan nurut dengan suami," sahut Papa Zaki.
"Herlina banyak mendapatkan nilai rapor buruk dengan tetangga sekitar rumah nya. Herlina dulu dikenal suka menggoda suami orang. Bahkan suka bergonta-ganti pria. Aku kok menjadi ngeri sendiri yah! Apalagi sekarang Tarjo benar-benar mendapati Herlina periksa ke dokter spesialis onkologi ginekologi," ucap mama Zaki.
"Onkologi Ginekologi itu mengkhususkan diri dalam mengobati kanker yang menyerang wanita. Contoh penyakitnya adalah kanker ovarium, kanker serviks, rahim, ****** dan vulva. Spesialis ini juga sering mengobati kondisi ginekologi rumit yang tidak bersifat kanker seperti endometriosis dan Tumor," jelas papa Zaki.
"Benar pa! Papa tidak ngeri dengan anak kita yang menikah dengan cewek yang dulunya suka bermain satu malam dengan pria bahkan berganti-ganti?" ucap mama Zaki. Papa Zaki menarik nafasnya dalam-dalam.
"Lalu kita harus bagaimana, ma? Acara pesta pernikahan anak kita akan digelar dan diselenggarakan secara besar-besaran besok hari sabtu. Kita sebagai orang tua, akan malu jika menggagalkan acara pesta pernikahan anak kita sendiri,' kata papa Zaki.
" Entahlah pa! Aku akan menghubungi Zaki supaya secepatnya ke sini. Aku akan memberitahu soal ini pada Zaki. Kalau bisa digagalkan acara pernikahan ini.Itu lebih baik," kata mama Zaki. Kembali papa Zaki menarik nafasnya dalam-dalam.
__ADS_1