TERJERAT RAYUAN JANDA

TERJERAT RAYUAN JANDA
TAK BISA HIDUP


__ADS_3

Di rumah Pak Diandra, kini keributan kembali terjadi. Bu Desi dengan Pak Diandra, kini mulai bersitegang. Bu Desi tidak ingin diceraikan oleh pak Diandra. Sedangkan pak Diandra sudah muak dengan segala kelakuan Bu Desi yang arogan. Apalagi saat di kantor. Pak Diandra sudah sangat malu, akan sikap bu Desi yang sok berkuasa. Selain itu juga, Bu Desi sangat Boros dengan pengeluaran. Bu Desi suka membeli barang-barang mewah serta bermerk. Selain itu suka bergaya mewah dengan lingkungan teman-teman sosialita nya.


"Pokoknya aku tidak mau bercerai dengan kamu, mas! Semua ini karena karyawan kamu yang sok centil dan sok cantik itu! Aku tidak sengaja membuat celaka Akila, karyawan kamu itu, mas!" bela Bu Desi.


"Sama saja! Bahkan kamu sudah mempersiapkan air keras itu untuk mencelakai Herlina. Memangnya Herlina sudah bersalah apa dengan kamu, hah?" ucap Pak Diandra mulai geram.

__ADS_1


"Bahkan kamu tidak mengakui kesalahan yang sudah kamu perbuat dengan Herlina kan, mas? Kamu sudah tidur dan bermain cinta dengan Herlina sebagai syarat supaya bisa diterima di kantor kamu kan, mas? Dengan syarat sudah tidur dengan kamu, maka Herlina kamu Terima sebagai sekretaris pribadi kamu kan, mas? Apakah aku salah jika aku ingin membunuh benalu yang ingin merusak tanaman aku?" tuduh Bu Desi. Pak Diandra kini semakin emosi.. Beberapa benda yang mudah pecah kini dilemparkan nya. Bu Desi kini semakin histeris dan berteriak-teriak.


"Kau semakin hari semakin ngelunjak saja, Desi! Kau selalu menuduh aku bermain dengan Wanita lain! Aku ini tidak pernah bermain api dengan wanita manapun. Aku kerja, kerja, dan kerja! Semua untuk siapa? Semua untuk keluarga kita dan kamu! Bahkan kamu tidak pernah menghargai aku sedikitpun. Kamu pergi dari rumahku dan tinggalkan aku! Cepat! Sebelum aku bertindak kasar dengan kamu." ucap Diandra semakin emosi.


Diandra sangat jarang sekali emosi bahkan dengan bu Desi, istrinya. Pak Diandra selalu memanjakan bu Desi. Mungkin itu sebabnya Bu Desi semakin hari semakin seenaknya sendiri bersikap dan sangat ingin berkuasa.

__ADS_1


"Mas, ampuni aku! Maafkan aku! Aku janji tidak akan mengulangi nya lagi! Tapi aku mohon jangan ceraikan aku, mas! Aku sangat mencintaimu!" ucap Bu Desi dengan air mata biaya nya.


"Aku sudah tidak sanggup menghadapi kamu lagi, Desi! Aku tidak bisa mempertahankan rumah tangga kita ini. Dari awal aku menerima kamu lantaran kamu adalah wanita yang dijodohkan oleh papa mama ku untuk menjadi istri aku. Aku berusaha menyukai, mencintai, dan menerima kamu. Aku tidak sekali pun melakukan pengkhianatan itu dengan wanita manapun. Kamu ini selalu curiga dan selalu menghakimi karyawan ku yang dekat dengan aku. Apalagi karyawan ku seorang wanita cantik, kamu seperti sinis dan tidak menyukai nya. Kamu ini benar-benar membuat aku malu." kata Diandra panjang lebar.


"Maaf, mas! Aku berjanji tidak akan mengulangi lagi! Semua yang aku lakukan lantaran aku sangat mencintaimu, mas! Aku takut jika kamu berselingkuh dan meninggalkan aku." kata Desi. Desi masih memohon ampun kepada Diandra.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan memberi kesempatan kepada kamu sekali lagi. Jika kamu berbuat nekat lagi dan sangat keterlaluan, aku tidak akan segan-segan menceraikan kamu." ucap Diandra. Desi memeluk Diandra sembari meminta maaf dan mengucapkan terimakasih.


"Terimakasih mas, aku sangat menyayangi kamu, mas! Aku tidak bisa hidup tanpa kamu." ucap Desi.


__ADS_2