
Aku Herlina. Pagi itu ada pertemuan dengan klien di luar. Aku yang menjabat sebagai sekretaris pertama di perusahaan pak Herlambang, mendampingi pak Herlambang dalam meeting bersama klien. Jadwal sudah ditentukan pada pagi hari pukul sepuluh. Ketika aku datang ke kantor hari ini, aku mengenakan kemeja hitam dengan dipadukan rok span berwarna krem. Namun setelah aku datang ke kantor itu, ternyata pak Herlambang telah menyiapkan setelan pakaian untuk aku. Aku dipaksa oleh pak Herlambang untuk menggantikan pakaian ku. Cantik dan keren model bajunya ketika melekat di badanku. Namun aku sedikit risih lantaran rok yang diberikan oleh pak Herlambang itu terlihat terlalu pendek ku pakai. Dengan atasan blazer dengan model kemben di dalamnya. Aku benar-benar seperti sekretaris yang berkelas. Aku tahu, bahan pakaian yang diberikan oleh pak Herlambang kepada ku bermerk dengan kwalitas tinggi. Sangat berbeda dengan pakaian aku yang terbilang murahan dan itupun aku beli saat menunggu diskon. Karena dilarang protes akhirnya aku kenapa juga pakaian pemberian pak Herlambang saat acara pertemuan dengan klien itu.
Apakah pak Herlambang malu jika salah satu sekretaris nya berpenampilan kelas rendahan? Padahal perusahaan pak Herlambang sudah mulai diperhitungkan. Pak Herlambang dan aku satu mobil dengan sopir pribadinya menuju di sebuah loby hotel. Pertemuan beberapa klien itu diadakan di sebuah hotel ternama di kota ini.
Akhirnya kami tiba di hotel berbintang itu. Salam dan jabat tangan ketika bertemu dengan beberapa klien itu berlangsung. Basa- basi itu pun terjadi. Wajah- wajah penjilat itupun terlihat sudah. Ini bukan sekali aku bertemu dengan orang-orang yang bermuka dua. Terlihat baik namun dibelakang mereka ingin menghancurkan lawan bisnisnya. Ini seperti permainan. Kekuatan dan kehormatan pun diperebutkan.
Beberapa jam meeting itu sudah berjalan. Aku sebenarnya sudah sangat jenuh. Namun tugas ku belum selesai. Semuanya aku catat secara terperinci.
Hingga di penghujung beberapa orang yang mengikuti pertemuan dengan pengusaha- pengusaha itu saling berjabatan erat. Masing-masing mereka mempresentasikan keunggulan dari produk mereka.
Pada kesempatan kali ini, Pak Herlambang sendiri yang menjelaskan produk nya di perusahaan. Beberapa ada yang tertarik dan ingin bekerjasama bahkan ada yang ingin menanam modal di perusahaan pak Herlambang. Tentu saja dengan pembagian keuntungan sesuai dengan modal yang ditanam.
__ADS_1
Setelah usai kegiatan meeting atau pertemuan beberapa klien itu semua pengusaha itu makan bersama. Usai makan bersama itu, mereka membubarkan diri kembali dengan urusan masing-masing. Sedangkan aku masih bersama dengan Pak Herlambang.
Pak Herlambang mengajakku kembali ke kantor. Tentu saja kami formasi seperti kami berangkat yang berangkat dengan satu mobil bersama sopir pribadi pak Herlambang.
Sesampainya di kantor, aku di ajak pak Herlambang ke ruangan pribadinya. Di sana pak Herlambang segera menarik tanganku dan Menuntunku di ruangan tempat istirahat pak direktur utama itu. Aku tidak bisa menolak, lantaran mengingat kemarin setelah kami melakukan itu, pak Herlambang memberikan aku banyak uang. Dan ini tentu saja tidak akan aku tolak. Benar saja, di ruang istirahat pak Herlambang itu aku diajak nya bercinta.
Tiba-tiba saja seseorang masuk tanpa mengetuk pintu. Dan karena pak Herlambang sangat bersemangat menginginkan aku, ruangan yang sering digunakan sebagai tempat beristirahat dan tidur itu lupa dikunci oleh pak Herlambang. Seorang wanita dengan api kemarahan serta mata yang membulat masuk ke ruangan itu sehingga membuat Herlambang menghentikan aksi liarnya terhadap tubuh ku.
" Risa? Kenapa kamu datang kemari?" ucap Pak Herlambang dengan penuh keterkejutan.
" Kenapa, kamu terkejut hah?" sahut Risa dengan berkacak pinggang.
__ADS_1
Risa segera keluar dari ruangan pribadi pak Herlambang tanpa berucap. Entah apa yang dirasakan oleh Risa ketika melihat Herlambang bermain api dengan sekretaris nya. Herlambang menatap ke arah Herlina.
" Segera kenakan pakaian kamu!" perintah Herlambang.
" Setelah ini kamu tidak perlu berangkat ke kantor ini lagi." ucap Herlambang. Herlina tentu saja terkejut, kecewa dan juga ada kemarahan.
" Tetapi kenapa pak Herlambang?" tanya Herlina.
" Bukankah kau tahu, Risa telah mengetahui kalau aku telah bermain api dengan dengan kamu. Aku tidak ingin ribut dengan istriku. Dan tentu saja aku memilih istriku Risa. Dan kita melakukan nya atas dasar suka sama suka dan aku membayar kamu. oke?" ucap Herlambang. Entah mengapa seketika aku ingin menampar Herlambang. Akhirnya tanganku aku layangkan hingga memerah pipi pak Herlambang. Setelah itu aku keluar dari ruangan pak Herlambang. Namun sebelumnya Herlambang berteriak kepada ku.
" Setelah ini aku akan mentransfer kamu, sebagai pesangon kamu Herlina!" teriak Herlambang.
__ADS_1
"Apakah aku serendah itu? Selalu dicampakkan setelah istri mereka mengetahui hubungan di belakang istri nya ini." pikir Herlina.