
Di rumah kediaman mama Zaki.
Zaki dan Zenni seperti di sidang oleh mama papa Zaki. Terlihat Zenni menangis tersedu- sedu dengan apa yang telah di alaminya.
" Kenapa kalian seperti tidak memiliki aturan dan keyakinan dalam agama, hah? Kalau kalian sudah tidak tahan melajang dan ingin melakukan hubungan seperti itu, kenapa tidak menunggu sampai kalian menikah?" ucap mama Zaki dengan segala totalitas nya melakukan drama queen. Zenni masih terisak dengan tangisannya.
"Pokok nya mama papa tidak mau tahu? Kalian harus segera menikah. Dan kamu Zaki! Segera persiapkan diri kamu untuk menikahi Zenni!" kata mama Zaki lagi. Zaki kini mengangkat kepalanya menatap wajah mama nya.
"Mama! Kejadian itu tidak benar-benar aku tidak inginkan, ma! Aku tidak bisa menikah dengan Zenni?" protes Zaki.
"Tidak kamu inginkan katamu? Kamu sudah melakukan nya dengan Zenni! Bahkan videonya sebagai buktinya sudah ada. Kamu mau menghindari lagi, hah? Secepatnya kamu harus menikah dengan Zenni!" ucap mama Zaki. Zenni kini menangis dengan keadaan dan situasi itu.
"Zaki! Kamu sudah membuat gadis polos seperti Zenni menangis. Kamu sudah menodai kesuciannya. Papa ingin kamu mempertanggungjawabkan segala perbukitan kamu!" ucap papa Zaki. Zaki akhirnya tidak bisa berucap. Nyatanya dirinya lah yang telah membuka segel Zenni untuk pertama kalinya. Dia laki-laki yang pertama mengajari Zenni untuk melakukan kegiatan intens itu. Kegiatan yang setiap orang jika sudah sekali merasakannya akan ketagihan.
"Baiklah! Aku akan menikahi kamu Zenni!" ucap Zaki kepada Zenni. Zenni mendongakkan kepalanya menatap ke mata Zaki mencari pembenaran dari ucapan Zaki. Papa mama Zaki saling pandang dan akhirnya tersenyum penuh kemenangan.
"Ini lebih baik daripada Zaki, putraku terjerat dalam rayuan janda itu. Janda yang sudah sakit-sakitan," gumam Mama Zaki.
__ADS_1
@@@@@@@
Di rumah kediaman mama papa Herlina.
Setelah peristiwa yang enak-enak itu terjadi antara Zaki dengan Zenni. Zaki sudah memutuskan hendak menikahi Zenni. Kedua keluarga besar nya kini sudah saling bertemu dan membicarakan rencana pernikahan antara putra dan putri nya. Sekarang ini Zaki ke rumah kediaman mama papa Herlina. Tujuan nya adalah hendak meminta maaf, dan juga ijin kepada Herlina. Zaki akan menyampaikan perihal nya yang akan menikahi seorang gadis.
Zaki kini sudah berada di depan rumah kediaman mama papa Herlina. Masih berdiri mematung di depan pintu masuk rumah itu, Zaki menanti seseorang untuk membukakan pintu utama rumah itu. Namun sudah sekian lama belum juga ada orang yang membuka nya. Sampai akhirnya mama Herlina membuka pintu tersebut. Tentu saja mama Herlina terkejut dan ingin segera mengusir Zaki. Namun Zaki tetap bersikeras ingin menjumpai Herlina.
"Ibu tolong sekali ini saja, ijinkan saya untuk menjumpai Herlina bu! Tolong bu!" pinta Zaki kini mulai bersimpuh di kaki mama Herlina.
"Tidak akan! Lebih baik kamu pulang! Bukankah sudah aku bilang kalau kamu dan keluarga kamu tidak perlu datang dan berhubung kembali dengan kami? Sudah cukup kalian membuat malu dan membuat sakit hati ini," ucap mama Herlina. Zaki semakin nekat untuk masuk ke dalam rumah itu.
"Herlina! Aku datang! Aku ingin berjumpa dengan kamu!" teriak Zaki. Papa Herlina keluar dari dalam kamarnya memasang wajah penuh kebencian dan emosi.
"Dasar tidak punya sopan santun! Keluar atau aku akan melaporkan kamu," ancam papa Herlina. Zaki kini segera memeluk kedua kaki papa Herlina.
"Pak, tolong sekali saja, ijinkan saya menjumpai Herlina! Saya janji setelah ini saya tidak akan menggangu lagi Herlina maupun keluarga besar ini, " janji Zaki. Akhirnya mama papa Herlina saling pandang dan memberikan ijin kepada Zaki untuk menjumpai Herlina di kamarnya.
__ADS_1
Mama Papa Herlina kini mengantarkan Zaki ke kamar Herlina. Saat ini Herlina masih terbaring di atas tempat tidurnya. Kondisi badannya semakin hari semakin melemah. Herlina sudah seperti mayat hidup yang tidak ada lagi semangat untuk hidup. Zaki menatap tubuh lemah dan kurus itu dengan tatapan sendu. Kini Zaki sudah tidak bisa lagi membendung rasa kesedihan nya. Zaki di sini seperti orang yang sudah jahat dengan Herlina. Bahkan di saat Herlina membutuhkan kekuatan dan semangat untuk hidup, dia akan benar-benar meninggalkan nya. Bahkan dirinya akan menikah dengan wanita lain
Herlina menatap ke arah pintu menatap Zaki dan juga mama papa nya.
"Mama Papa, mas Zaki!" ucap Herlina dengan suara lirih. Betapa Zaki tidak akan pernah tega melihat Herlina dengan kondisi seperti itu.
"Herlina! Herlina sayang! Maafkan aku! Maafkan aku sayang!" ucap Zaki sambil merengkuh tubuh lemah Herlina. Zaki terisak dalam kesedihannya. Demikian juga Herlina menangis tersedu-sedu.
"Bagaimana kabar kamu, mas? Kapan kamu menikah? Kamu pasti sudah menemukan wanita yang lebih baik dari aku kan?" ucap Herlina lirih. Zaki semakin menangis terisak. Tangisannya semakin keras membuat mama papa Herlina ikut merasakan kesedihan itu.
"Sudah jangan menangis mas! Aku tahu kita tidak akan bersatu dan kita bukanlah jodoh. Kamu harus bahagia walaupun tanpa denganku," kata Herlina. Zaki masih mendekap tubuh lemah Herlina. Mama papa Herlina kini memilih pergi dari kamar itu. Meninggalkan keduanya bercerita.
Zaki melepaskan pelukan nya. Herlina terlihat tersenyum menatap Zaki.
"Kamu tidak berubah! Kamu masih seperti Zaki aku yang dulu. Kamu ganteng sekali, mas," ucap Herlina. Zaki terkekeh walaupun masih dalam kesedihannya. Sedih melihat kondisi Herlina yang sudah memprihatinkan.
"Kamu juga tidak berubah Herlina! Kamu masih cantik dan seksi!" sahut Zaki. Herlina mencubit Zaki yang tidak membuat Zaki merasakan sakit.
__ADS_1
"Kamu bohong banget! Aku sudah tidak cantik lagi, mas! Aku sudah sakit-sakitan. Aku hanya menunggu waktu saja, mas!" ucap Herlina. Zaki mengusap lembut kepala Herlina.
"Aku kangen sama kamu, Herlina! Aku masih sayang kamu!" ucap Zaki sambil mengecup kening Herlina. Herlina tersenyum menatap Zaki yang saat ini penuh haru.