TERJERAT RAYUAN JANDA

TERJERAT RAYUAN JANDA
KESEMBUHAN HERLINA


__ADS_3

Istirahat siang, Dewa dan juga Anura berkunjung di rumah Herlina. Herlina jauh lebih baik. Bahkan kini Herlina sudah kembali beraktivitas. Hampir tiga bulan Herlina tidak masuk kerja di kantor perusahaan milik Pak Diandra. Untung saja pak Diandra orangnya baik dan pengertian. Ketika Herlina jatuh sakit, segala tugas nya di handle oleh Zaki.


Hari ini adalah hari libur, di mana Herlina libur bekerja. Berbeda dengan Anura dan juga Dewa. Hari minggu terkadang padat jadwalnya. Namun di jam istirahat ini, keduanya sudah di rumah Herlina.


"Halo pengantin baru!" teriak Herlina dari lantai atas dan hendak turun ke lantai bawah. Di mana Dewa dan juga Anura sudah duduk di kursi ruang tamu.


"Hai, bagaimana keadaan kamu sayang? Eh, ini kamu sudah benar-benar pilih? Kamu sudah terlihat sehat dan segar," kata Anura yang menyambut Herlina yang turun dari lantai atas.


"Syukurlah, aku sudah lebih baik dan seperti yang kamu lihat! Aku sudah kembali beraktivitas," ucap Herlina sambil tersenyum menunjukkan deretan giginya yang rapi.


"Jadi kamu kembali bekerja di perusahaan pak Diandra?" tanya Anura.

__ADS_1


"Heem, benar sekali! Oh iya, pak Diandra titip salam buat kamu Anura," Dewa seketika mengerutkan dahinya.


Herlina dan Anura terkekeh melihat perubahan dari wajah Dewa.


"Kamu ketemu Zaki dong di tempat kerja kamu?" tanya Anura.


"Iya, tapi kami sudah seperti saudara, Anura," sahut Herlina.


"Semoga saja yah! Aku khawatir jika kamu sudah sehat seperti ini, kamu kembali kumat gila kamu," ucap Anura. Herlina mengedipkan matanya.


"Benar! Aku bahkan masih suka menggoda Zaki. Kau tahu kan jika Zaki saat ini sudah menikah dan istrinya sekarang sedang hamil. Aku menjadi iri dan cemburu atas kebahagiaan mereka," ucap Herlina.

__ADS_1


"Tapi aku sarankan kepada kamu, Herlina! Kamu jangan lagi mengulangi kesalahan kamu. Kamu jangan lagi melanggar nilai-nilai susila dan nilai-nilai agama yah, Herlina," nasihat Anura. Herlina menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Tapi seperti nya aku tidak bisa berjanji, Anura. Aku masih ingin menikmati kebebasan hidup selagi masih muda," sahut Herlina. Dewa dan Anura kini saling berpandangan.


"Oh iya Herlina! Aku sebentar lagi akan ke luar negeri. Aku mendapatkan peran utama dalam suatu film. Dan lokasi nya ada di luar negeri," cerita Anura. Herlina melebarkan matanya.


"Dewa ikut bersama kamu tidak?" tanya Herlina.


"Tidak! Aku ada kegiatan syuting lain di kota ini Jadi aku tidak bisa menemani Anura kegiatan syuting di luar negeri," sahut Dewa.


"Ya sudah yang penting kalian saling menjaga dan percaya yah. Aku tidak ingin mendengar kalau kalian berantem atau bercerai. Soalnya di lingkungan artis, bercerai itu seperti hal biasa. Aku takut jika Dewa nanti berkhianat dengan kamu, Anura," ucap Herlina.

__ADS_1


"Tidak, tidak! Aku tidak mungkin mengkhianati Anura," sahut Dewa seraya merangkul pundak nya.


"Baiklah! Sepertinya kami berdua undur diri yah! Kegiatan syuting akan dilanjutkan lagi jam dua siang ini," kata Dewa pamit. Anura mengikuti nya saja.


__ADS_2