
Di dalam mobil, Zaki dan juga Herlina di sana. Mereka masih di tempat parkiran. Saat ini Zaki masih belum menjalankan mobilnya. Zaki menatap Herlina penuh tanda tanya. Namun bibir nya masih sulit untuk bertanya mengenai informasi dari mama nya soal penyakit Herlina. Zaki tidak ingin membahas lantaran takut jika Herlina akan tersinggung. Zaki ingin calon istrinya tersebut mau jujur dan menyampaikan semuanya soal keadaan nya saat ini.
Zaki menatap wajah Herlina yang terlihat sangat ceria. Dirinya enggan jika harus menjadi wajah itu kembali bersedih dengan pertanyaan nya. Zaki mengusap kepala Herlina dengan lembut.
"I miss you, Herlina!" kata Zaki pelan.
"Kangen yah dengan aku?" sahut Herlina sambil melemparkan senyumnya. Dia menatap kekasihnya seperti sedang mendamba. Herlina mulai berinisiatif mendekatkan tempat duduknya lebih dekat ke Zaki. Herlina mengusap pipi Zaki.
"I miss you to, mas Zaki!" bisik Herlina sedikit membuat Zaki panas dingin.
Jangan menggoda aku, sayang! Atau kamu akan aku makan di dalam mobil ini," ancam Zaki. Herlina terkekeh.
__ADS_1
"Kamu mau kita digiring satpam lalu dilaporkan ke pihak berwajib?" sahut Herlina. Zaki tersenyum sambil mengusap kasar puncak kepala Herlina.
"Sekarang kita mau kemana dulu?" tanya Zaki.
"Pulang!" jawab Herlina singkat.
"Atau mampir dulu ke apartemen aku!" ucap Zaki dengan tatapan aneh.
"Kita ke apartemen kamu dulu saja. Setelah itu kamu bisa mengantarkan aku pulang ke rumah," kata Herlina. Zaki melirik ke arah Herlina. Tatapan aneh dari Zaki dan Herlina mengetahui nya.
"Memang mau ngapain kamu ke apartemen aku, sayang?" tanya Zaki. Herlina cemberut mendengar pertanyaan dari Zaki.
__ADS_1
"Mana tahu kamu ingin berbicara serius dengan aku, mas! Aku juga ada sesuatu yang hendak aku sampai kan kepada kamu, mas! Mungkin setelah aku menyampaikan ini, hati aku lega. Aku merasa selama ini aku tidak jujur kepada kamu, mas Zaki," kata Herlina serius. Zaki mulai menyipitkan matanya. Dia tahu jika Herlina akan mengatakan semua nya. Walaupun saat ini dirinya telah mengetahui semua nya dari mama papa nya. Namun Zaki ingin mengetahuinya secara langsung dari bibir Herlina.
Walaupun Herlina adalah seorang janda, namun Zaki sudah terjerat cintanya dengan Herlina. Zaki sudah jatuh hati dengan Herlina. Walaupun masa lalu Herlina kurang bagus dipandang dari beberapa orang. Apalagi gelar yang diberikan untuk Herlina sebagai wanita perusak rumah tangga orang sudah melekat pada diri Herlina. Bahkan Herlina sering bergonta-ganti pasangan untuk mencari kesenangan sesaat. Zaki tahu, pergaulan bebas Herlina menghantarkan Herlina ke jurang kerugian bagi diri Herlina sendiri. Herlina akan mudah mengidap penyakit serius di bagian kewanitaan. Apalagi Herlina juga suka minum-minuman yang beralkohol.
"Jadi, kita ke apartemen aku dulu nih?" tanya Zaki dengan menatap Herlina serius.
"Iya, mas!" sahut Herlina.
"Hem, kalau begitu kita cari makan dulu! Kita bawa ke apartemen aku. Di sana tidak ada makanan. Siapa tahu kamu nanti lapar lagi," ucap Zaki.
"Terserah mas Zaki saja! Aku nurut saja apa kata mas Zaki. Setelah kita benar-benar menikah, aku akan menjadi istri mas Zaki dan harus menuruti semua apa kata mas Zaki," ucap Herlina. Zaki tersenyum sembari mengacak-acak rambut Herlina.
__ADS_1