
Setelah tinggal di apartemen Anura, Herlina mulai sedikit berubah. Setelah pulang dari kerja, Herlina kembali pulang ke apartemen Anura. Sementara ini Herlina tidak menjalin laki-laki manapun dan tidak lagi mencari gara- gara mengganggu suami orang.Nasihat Anura sudah diikuti nya. Dia sebagai janda harus punya harga diri dan murahan. Dalam artian mudah diajak berkencan dan bercinta dengan sembarangan orang.
Pagi ini Anura juga ada kegiatan syuting. Anura dan Herlina terlihat sudah bersiap- siap untuk beraktivitas sesuai pekerjaan nya masing-masing.
" Ayo, Herlina kamu bareng aku saja pergi ke kantor nya. Aku akan mengantarmu ke perusahaan itu." ajak Anura.
" Tidak usah, Anura! Biar aku berangkat sendiri. Aku ada pesanan dari bos ku, Pak Diandra untuk membelikan kue untuk nya." tolak Herlina.
" Tidak apa- apa, sekalian kita di jalan beli itu kue pesanan bos kamu itu. Aku tidak buru- buru kok." kata Anura.
" Baiklah, kalau kamu memaksa aku." sahut Herlina.
" Oh iya, soal rumah kamu yang akan kamu jual itu, aku sudah promosikan ke teman- temanku, siapa tahu ada yang minat. Tetapi sepertinya mantan suami aku mau membantu kamu. Sultan, mantan suami aku akan membeli rumah kamu itu." kata Anura.
" Mantan suami kamu itu, aku rasa mau membeli rumahku lantaran hanya kasihan saja atau itu karena kamu yang mencoba menawarkan kepada nya. Lantaran mantan suami kamu masih menyayangi dan mencintai kamu, akhirnya dia selalu mau membantu kamu." ucap Herlina.
" Biar saja! Yang terpenting rumah kamu segera terjual dan kamu bisa secepatnya mendapatkan uang itu. Bukannya begini? Rencana kamu, kamu ingin membeli rumah di daerah mana?" tanya Anura.
__ADS_1
" Kalau beli apartemen seperti milik kamu ini, cukup tidak?" tanya Herlina.
" Wah, kalau itu tidak tahu! Nanti aku coba tanya dulu yah. Masalah nya ini apartemen dulunya pemberian suami aku. Dia menghadiahkan apartemen ini saat pernikahan kami. Walaupun apartemen ini tidak aku tempati dan kami tinggal di rumah suami aku yang saat ini ditempati oleh Sultan dan istri barunya." terang Herlina.
" Kamu selalu beruntung Anura! Sejatinya mantan suami kamu masih sangat sayang dan cinta dengan kamu. Lantaran ibu mertua kamu yang enggak banget itu, akhirnya kalian menjadi berpisah. Ibu mertua yang aneh, membuat anak laki-laki nya jadi berselingkuh supaya istrinya bisa menceriakan dirinya." kata Herlina dengan geram.
" Eh, kok jadi cerita yang gak jelas sih? Ayo kita berangkat!" ajak Anura sembari melangkah ke luar apartemen nya. Herlina segera menyambar tas kecilnya dan juga tas laptopnya.
" Baiklah, ayo kita berangkat! Cari duit yang banyak! Oh iya jangan lupa mampir ke toko kue yah, Anura." kata Herlina.
" Oke!?" sahut Anura.
Setiba nya di kantor Herlina. Herlina segera menuju ke ruang kerja pak Diandra untuk mengantarkan kue pesanan nya. Pak Diandra terlihat sudah tiba lebih dulu di sana. Bahkan pak Diandra sudah memeriksa laporan yang masuk ke e-mail nya.
Herlina mengetuk pintu ruang kerja pak Diandra.
Tok
__ADS_1
tok
tok
" Masuklah!" sahut pak Diandra. Pak Diandra sekilas melihat siapa yang telah datang ke ruangan nya.
" Pak Diandra, ini kue sesuai pesanan pak Diandra." ucap Herlina sambil meletakkan paper bag yang berisi kue yang diminta pak Diandra. Pak Diandra mengintip isi paper bag yang diberikan oleh Herlina yang diletakkan di atas meja.
" Hem, padahal aku tidak memesan kue. Kamu dapat informasi dari siapa kalau aku meminta kue seperti ini?" tanya Pak Diandra.
" Dari Akila, pak! Tadi malam dia menghubungi saya kalau pak Diandra menyuruh saya untuk membelikan kue jenis ini. Jadi baru tadi pagi, saya belikan." jelas Herlina.
" Wah seperti nya ada yang tidak beres nih. Tapi tidak apa- apa! Jadi berapa harga semua kue itu?" tanya Pak Diandra sambil mengeluarkan dompet yanga ia letakkan di saku celananya.
" Cuma 350 ribu rupiah pak!" jawab Herlina. Pak Diandra tersenyum kecil.
" Uang tiga ratus lima puluh ribu rupiah juga uang, bukan? Ini aku ganti, sisanya anggap saja bonus untuk kamu." ucap Pak Diandra seraya memberikan uang lima lembar ratusan berwarna merah itu kepada Herlina. Herlina mengambilnya dan memasukkan nya di dalam tasnya.
__ADS_1
" Terimakasih banyak pak! Kalau begitu saya pamit kembali ke ruang kerja saya pak." kata Herlina. Lalu berdiri dari tempat duduknya dan segera keluar dari ruangan pak Diandra.
Pak Diandra kembali fokus dengan layar laptop nya. dan kembali berkutat dengan kerjaan nya.