
Flashback on.
Suatu hari yang lalu, setelah Herlina sembuh dan kembali bekerja di kantor.
Zaki benar-benar sangat senang ketika Herlina sudah sembuh dari penyakitnya. Herlina sempat berobat ke luar negeri dan kanker yang dideritanya sudah bisa ditangani oleh para ahlinya. Walaupun sudah dinyatakan sembuh, Herlina masih menjaga pola makan dan gaya hidupnya dalam berhubungan dengan lawan jenis.
Bertemu nya Zaki dan Herlina di kantor itu kembali membuat api rindu itu membuncah. Padahal Herlina sangat tahu kalau Zaki sudah menikah dengan Zenni atau wanita lain. Namun ketika Herlina berada di toilet, Zaki mengejar nya dan akhirnya mereka bercumbu di sana. Namun hal itu tidak diteruskan lama karena tahu perselingkuhan itu diketahui oleh karyawan lain. Sampai akhirnya keduanya sepakat untuk melakukan pertemuan dan janjian di suatu tempat.
"Tapi berjanjilah kepada ku, Zaki! Ini yang terakhirnya kita bertemu dan melakukannya. Setelah itu, aku tidak ingin meneruskan lagi karena kamu sudah memiliki istri," ucap Herlina saat itu.
"Tapi jika aku rindu kamu, Herlina?" sahut Zaki.
"Tidak! Pokoknya hanya satu kali saja! Atau tidak sama sekali!" kata Herlina.
"Baik-baik! Oke nanti malam kita ketemu di hotel B," sahut Zaki.
__ADS_1
Malam pun tiba, Zaki sudah bersiap dengan dandanannya yang terlihat sangat keren dan tampan.
"Kamu mau kemana mas?" tanya Zenni sambil merapikan krah kemeja Zaki, suaminya.
"Aku ada pertemuan dengan klien di villa bersama dengan pak Diandra. Oh iya, bisa jadi aku akan pulang besok pagi dan langsung pergi ke kantor. Kamu tidak apa-apa kan di rumah sendiri, sayang!" ucap Zaki sambil memeluk pinggang istrinya. Zenni tersenyum menatap wajah tampan suami nya.
"Iya, tidak apa-apa. Kamu hati-hati yah mas! Jangan nakal!" sahut Zenni. Zaki melepaskan pelukan nya.
"Baiklah, aku berangkat yah!" ucap Zaki sambil menyambar tas ranselnya yang berisi pakaian ganti, dompet, ponsel dan juga laptopnya.
Zaki tersenyum seraya menekan tubuh Herlina hingga bersandar di dinding. Zaki dengan liar meraup bibir Herlina dengan paksa hingga Herlina tidak mampu bernafas. Semakin lama semakin liar Zaki memainkan bibir seksi milik Herlina itu. Herlina yang sudah kepanasan akan gair4ah itu sepertinya mulai menikmati aksi-aksi liar Zaki tatkala Zaki mulai berjongkok di bawah dan menurunkan kain di dalam rok Herlina dan mencari bukit kecil yang ada di sana. Setelah Zaki berada di area terlarang itu Herlina seketika meremang dan matanya terlihat terpejam. Mulutnya akhirnya lolos juga mengeluarkan des@han nikm@t itu. Zaki tersenyum penuh kemenangan.
Karena sudah tidak tahan dengan semua itu, Zaki mendorong Herlina dengan kasar di atas peraduan itu. Tanpa kelembutan Zaki menyingkapkan rok mini yang dikenakan oleh Herlina. Selanjutnya Zaki menghujam senjata nya dengan kasar dan liar. Tubuh Herlina terguncang dengan tindakan panas Zaki. Zaki menyudahi tindakan mesumnya itu setelah terpenuhi hasr@tnya. Namun hal itu kembali dilakukan berulang-ulang beberapa kali dan Herlina juga ikut mendominasi permainan panas di peraduan itu.
Seakan tidak cukup sekali, mereka melakukan nya berulang-ulang kali. Seperti lama telah berpuasa melakukan itu dengan Herlina, kini Zaki berbuka dan seperti kesetanan melahap habis makanan itu sampai rasanya malas untuk bangkit di atas peraduan itu.
__ADS_1
"Zaki!" panggil Herlina lirih.
"Iya, sayang!" sahut Zaki.
"Aku lapar!" ucap Herlina. Zaki tertawa kecil.
"Maaf, aku sudah membuat kamu terkuras energinya. Aku akan memesankan makanan untuk mu, ya sayang!" sahut Zaki sambil turun dari tempat tidur itu dan memesan makanan di hotel itu.
"Dua Jus mangga dan dua stik sapi serta dua nasi goreng," ucap Zaki saat berbicara dengan pelayan hotel melalui telepon seluler di dalam kamar itu.
@@@@
Setelah diam- diam antara Herlina dan juga Zaki melakukan kencan itu, hubungan mereka semakin erat kembali. Zenni yang mengetahui kalau Zaki satu kantor dan bahkan satu ruangan dengan Herlina, semakin intens datang ke kantor Zaki. Dengan alasan mengantarkan makan siang untuk suami nya. Sejauh ini keduanya belum kepergok melakukan kencan berdua. Jadi masih bisa kucing-kucingan.
Namun setelah Zenni sering datang ke kantor itu, mereka susah untuk mencuri kesempatan di dalam kantor itu.
__ADS_1