TERJERAT RAYUAN JANDA

TERJERAT RAYUAN JANDA
BELUM JERA KAH?


__ADS_3

Herlina masih di rumahnya. Kondisi kesehatan nya tiba-tiba kembali menurun. Orang tua Herlina akhirnya menghubungi nomor yang diberikan oleh Herlina untuk menyampaikan perihal bahwa Herlina saat ini sedang sakit dan tidak bisa datang ke kantor untuk bekerja.


Herlina saat ini masih di atas tempat tidur nya terbaring dengan selimut tebal nya. Badan Herlina demam, suhu badannya tinggi serta kepalanya pening. Herlina hanya memejamkan matanya saat ini.


Ibu Herlina sudah memanggilkan dokter praktek di dekat rumahnya. Dokter itu sudah memeriksa keadaan Herlina dan memberikan resep obat supaya orang tua Herlina bisa menebusnya di apotik untuk diminumkan pada Herlina.


"Herlina ayo makan dulu, nak! Setelah ini minum obatnya yah! Katanya gak mau sakit," ucap Ibu Herlina. Herlina sedikit ditegakkan supaya ibu Herlina lebih mudah untuk menyuapi makanan ke dalam mulutnya Herlina.


"Ibu, apakah Anura sudah tiba di sini?" tanya Herlina.


"Belum Herlina! Tapi ibu sudah menghubungi Anura kok! Katanya setelah selesai kegiatan syuting nya, Anura akan kemari kok nak," sahut ibu Herlina sambil tetap menyuapi makanan ke dalam mulutnya Herlina. Herlina menatap ibunya dengan mata yang berkaca. Buliran air matanya kini jatuhlah sudah.

__ADS_1


"Ibu, kenapa aku sakit lagi bu? Apakah aku tidak bisa aktivitas kembali?" ucap Herlina.


"Ayo makan yang banyak, supaya kamu cepat sembuh sayang! Kamu hanya demam biasa kok sayang," kata ibu Herlina sambil mengusap punggung tangan Herlina. Herlina tersenyum menatap bola mata ibunya yang teduh dan sabar dengan kondisi nya.


🍀🍀🍀🍀🍀


Siang ini Akila dan juga Zaki datang ke rumah Herlina untuk menjenguknya. Herlina merasa sangat senang ketika teman-temannya datang menjenguknya.


"Kamu sudah minum obatnya, sayang?" tanya Zaki pelan dan penuh kelembutannya. Pergelangan tangan Herlina digenggam nya dengan lembut lalu dikecupnya. Akila yang melihat Zaki menunjukkan perhatian kepada Herlina tanpa ada perasaan sungkan itu menjadi mengerutkan dahinya.


Akila menjadi tidak enak berada di ruangan itu. Namun Akila tetap bertahan di sana dan memastikan kalau Zaki dengan Herlina selama ini tidak lagi berhubungan lebih dari hubungan kerja saja. Namun Akila kini melihat tatapan mata keduanya seperti masih ada tersembunyi kasih sayang itu. Apalagi Zaki dengan lembut mengusap kepala Herlina tanpa sungkan dan terlebih lagi kini Zaki mengecup dahi lalu bibir Herlina itu. Herlina melihat ke arah Akila. Akila melebar matanya melihat pemandangan yang sungguh di luar dugaan nya.

__ADS_1


"Apakah selama ini antara Herlina dan Zaki masih berhubungan. Apakah mereka diam-diam kembali menjalin hubungan yang lebih dari sekedar teman? Makanya istri Zaki selalu waspada dan curiga terus terhadap Zaki dengan Herlina. Apakah Herlina tidak pernah kapok dengan segala apa yang menimpa nya. Apalagi kondisi nya Herlina sudah pernah sakit kewanitaan," pikir Akila.


"Lah, kasihan istri Zaki kalau begini? Ternyata segala kecurigaan nya benar adanya. Suami nya masih berhubungan dengan mantan kekasih nya dulu. Ya ampun Zaki kenapa kamu harus berkhianat dengan istri kamu sih?" pikir Akila.


Suara ketukan pintu lalu datanglah Anura masuk ke kamar Herlina.


"Halo Herlina! Maaf yah, aku baru datang! Soalnya baru selesai kegiatan syuting nya hari ini," kata Anura yang datang bersama dengan Dewa. Anura mencium pipi kanan dan kiri Herlina. Sementara Zaki pindah tempat dan memberi jarak kepada Anura, sahabat Herlina.


Walaupun Herlina dengan segala gaya hidup dan pandangan yang berbeda, namun mereka menyayangi Herlina karena Herlina sangat baik dengan teman-temannya dan penuh perhatian. Terlepas dari perbuatan Herlina yang suka menggoda suami orang dan menyakiti wanita lain dalam diam-diam mencuri hati suami orang.


"Sehat selalu yah, Herlina! Setelah ini jangan lagi diulang segala sesuatu yang membuat orang sakit hati, yah sayang!" kata Anura. Herlina terkekeh. Anura tahu kalau sahabatnya itu masih saja tidak jera dengan perbuatan nya.

__ADS_1


__ADS_2