TERJERAT RAYUAN JANDA

TERJERAT RAYUAN JANDA
DI LINGKUNGAN MODEL


__ADS_3

Dilain tempat.


Di studio pemotretan Huka sedang menjalankan pekerjaan nya. Huka dibantu oleh asistennya dalam pengambilan gambar dari top Model ibu kota itu menunaikan tugasnya. Di depannya seorang model dewasa sedang menunjukkan kepiawaian dalam mengekspresikan gayanya yang sensual. Dengan sedikit potongan kain yang melekat ditubuhnya itu mulai menunjukkan dan menunjukkan bodynya yang seksi dan menantang. Asisten Huka yang masih baru dan menggantikan orangnya yang lama itu harus berkali-kali menelan ludahnya ketika seorang model dewasa itu menunjukkan aksinya dalam bergaya seksi dan menantang. Huka yang sadar akan hal itu menahan tawanya namun tetap bisa bersikap profesional.


Huka sudah terbiasa menghadapi segala hal semacam ini yang bisa menggoda imannya. Namun sungguh, Huka tidak tertarik dengan seperti itu. Huka tetap lurus dan profesional ketika sedang dalam pengambilan gambar model- modelnya. Sesekali tidak jarang beberapa model- modelnya malah berusaha mengganggu dirinya dan mencoba menggodanya. Namun Huka tidak tertarik dengan mereka walaupun memperlihatkan perhiasan- perhiasan yang selalu ditonjolkan dan dibanggakan oleh wanita-wanita itu.


Kulit bersih yang seksi selalu sering dilihat oleh Huka. Ini adalah resiko yang selalu dihadapi oleh Huka. Lingkungan yang penuh dengan godaan sebagai laki-laki lajang yang belum pernah berkeluarga. Bahkan Huka sendiri belum pernah mencoba berhubungan intim dengan wanita sekalipun. Walaupun banyak diantara mereka yang dengan senang hati menawarkan untuk bisa menjadi partner ranjang agar bisa mencicipi body yang atletis dan maco dari Huka.


Dalam pengambilan gambar itu ada Zetty yang baru tiba di studio itu. Zetty tidak ingin mengganggu konsentrasi dari Huka. Dengan duduk manis di kursi sofa panjang tidak jauh dari studio pemotretan itu, Zetty setia menunggu Huka dalam menyelesaikan tugasnya. Sampai beberapa saat, sesi pemotretan untuk selesai sudah.


" Oke! Terimakasih Kamboja! Gayamu keren dan luar biasa. Hasil-hasil gambarnya terlihat natural dan kamu sebagai modelnya bisa mengikuti tema kali ini." ucap Huka lalu dibenarkan oleh dua orang yang membantu Huka dalam pengambilan gambar itu.


" Gue senang bekerjasama dengan lo, Huka!" sahut Kamboja diiringi oleh managernya. Kamboja pun menghampiri Huka sebelum meninggalkan ruang pemotretan itu untuk berpakaian seperti biasanya. Managernya Kamboja menantinya tidak jauh dari Kamboja berdiri mendekati Huka yang sibuk memasukkan peralatannya.


" Aku mengundang mu nanti malam di apartemen pribadi ku, Huka! Kita nikmati malam panjang bersama- sama sambil menghabiskan minuman yang menghangatkan hati kita." bisik Kamboja. Huka malah tersenyum menanggapi bisikan nakal dari Kamboja. Kamboja mengernyit dahinya.


" Kenapa? Kamu bisa kan Huka?" kembali Kamboja membisikkan ke telinga Huka. Namun kali ini sedikit dihembuskan nafasnya di daerah sana sehingga tiba-tiba Huka menjadi merinding.


" Wah maaf Kamboja! Nanti malam aku sudah ada kencan. Lihat lah cewek yang duduk di kursi panjang itu! Dia sudah menunggu aku sedari tadi. Matanya saja sudah melotot seperti itu. Segera lah menjauh dariku, sebelum wanita itu menjadi macam tutul yang menerkam kamu." ucap Huka pelan. Kamboja menatap ke arah Zetty dengan pandangan meremehkan. Kamboja tahu, kalau Zetty adalah model seniornya juga dan tidak kalah terkenal nya di ibu kota ini. Zetty tersenyum ketika Huka dan Kamboja menatap ke arahnya.


@@@@@@@


Huka mendekati Zetty yang duduk di sofa panjang itu. Zetty masih lekat melihat Huka.


" Hari ini kenyang yah, menatap tubuh indah dan seksi dari modelnya? Bahkan modelnya ingin mengajaknya berkencan juga." sindir Zetty. Huka mengernyit dahinya.


" Kok, kamu bisa tahu sih?" sahut Huka. Zetty tersenyum sinis.


" Dari cara mendekati dan dia membisikkan sesuatu ditelinga kamu tadi. Aku berpikir, apakah ada transaksi selanjutnya dari kalian." kata Zetty dengan senyum sinis. Huka kini terkekeh.


" Ayo, jangan cemberut terus! Lebih baik kita makan!" ajak Huka seraya menggeret tangan Zetty keluar dari studio itu. Zetty benar-benar jengah hari ini. Dia lagi pms, rasanya hendak makan orang saja.


" Bagaimana kabar sahabat kamu itu?" tanya Huka berusaha mencari bahan pembicaraan yang menarik.


" Siapa?" tanya Zetty.

__ADS_1


" Anura yang diceraikan suami nya." jawab Huka.


" Oh, Anura! Kamu bisa bantu dia carikan pekerjaan tidak? Dia sudah resmi menyandang gelar janda. Anura perlu kesibukan untuk mengisi kekosongan waktu nya." kata Zetty.


" Anura bisa ngapain di studio ini? Orang-orang ku sudah banyak di sini. Mau jadi calon makmum aku saja, mau tidak?" canda Huka. Zetty spontan mencubit pinggang Huka. Huka meringis kesakitan.


" Anura tidak kalah keren seperti adiknya Tinira sebagai model. Dulu Anura juga pernah mengikuti pelatihan sebagai modeling dan juga akting." cerita Zetty. Huka mengerutkan dahinya.


" Ada audisi untuk mencari pemeran di sinetron terbaru garapan Gugun. Suruh teman kamu mengikuti audisi itu! Dimulai minggu depan." jelas Huka.


" Tapi kamu bisa membantu Anura supaya mudah lolos di sana kan? Kamu kan kenal banget dengan Gugun, si sutradara itu?" sahut Zetty.


" Bisa! Tapi tentu saja Anura tidak bisa langsung menjadi pemeran penting di sana, dong! Sudah banyak aktris, aktor yang masuk ke deretan pemain-pemain nya. Anura bisa masuk sebagai pemeran pengganti atau hanya lewat saja." kata Huka.


" Kamu jahat sekali, loh! Tidak bisakah langsung naik di posisi atas?" tanya Zetty.


" Kamu ini, seperti tidak tahu di dunia ini! Persaingan sudah ketat. Semuanya tidak lantaran mengandalkan kecantikan doang. Potensi dan kemampuan akting itulah yang utama." jelas Huka. Zetty mendengar dengan seksama.


Huka mulai menjalankan mobilnya setelah mereka berdua masuk di dalam mobilnya itu. Zetty masih cemberut bibirnya.


" Anura bukan anak kecil lagi, nona! Memangnya Anura seperti kamu yang suka nangis dan manja?" goda Huka. Kembali Zetty memukul lengan Huka.


" Aduh, sayang! Ini lagi nyetir loh! Jangan kasih aku kekerasan terus. Berilah aku kelembutan." kata Huka.


" Kamu sudah kenyang dengan model- model kamu, yang seksi dan selalu menggoda kamu dengan gaya lembutnya."sahut Zetty. Huka terkekeh mendengar Zetty masih dengan cemburu nya.


"Jangan cemberut terus tuh bibir! Nanti cepat tua loh! Kita mampir beli makanan dulu yah!" ucap Huka. Zetty memikirkan sesuatu yang hendak ingin dimakannya.


" Cari iga bakar yang dagingnya tebal dan banyak, yah!" sahut Zetty.


" Nih iga ku!" goda Huka. Zetty menarik pipi Huka yang sedang nyetir dengan mobilnya itu. Mobil itu membelah jalanan yang cukup lenggang. Suara musik yang mulai dihidupkan di dalam mobil itu membawa suasana hangat diantara keduanya. Sesaat sebelum Huka dan Zetty turun di rumah makan itu keduanya saling merapat. Sedikit sentuhan dan ciuman yang menghangatkan dan mencairkan kerinduan dan kecemburuan diantara mereka. Zetty mulai merasa sejuk tatkala Huka mulai menelusuri bibir nya dengan lidahnya. Ciuman yang panjang dan membuat aliran darah mereka semakin menghangat. Setelah lama mereka menyudahinya dan turun ke rumah makan yang menawarkan menu iga bakarnya.


"Kita lanjutkan nanti di apartemen Anura yah!" bisik Huka. Zetty memeluk Huka dengan erat ketika mereka berdua masuk dengan saling bergandengan.


@@@@@@@

__ADS_1


Di apartemen Anura, Zetty dan Huka di sana. Mereka bertiga duduk santai di ruangan itu. Zetty mulai membicarakan soal audisi- audisi yang diadakan oleh rumah produksi untuk mencari aktor maupun aktris untuk pembuatan sinetron maupun film. Anura yang menyimak apa yang disampaikan oleh Zetty dan Huka mulai tertarik.


" Kalau kamu ada minat, besok aku antar kamu ke studio. Kamu jangan lewatkan audisi ini, Anura. Aku yakin, kamu memiliki bakat akting yang mumpuni. Aku rasa Tinira akan kalah dengan kamu. Dilihat dari bodi kamu yang ideal dan wajah kamu sudah memiliki aura superstar. Percaya deh sama aku!" kata Zetty. Huka malah menatap ke arah Anura sampai tidak berkedip. Huka menilai dan mengamati apa yang dikatakan oleh Zetty.


" Kamu selalu bisa mempengaruhi orang. Baiklah, aku akan mencobanya. Namun aku juga tidak ingin terlalu berharap dengan hasilnya." sahut Zetty. Huka dan Zetty tersenyum.


" Oh iya, aku tinggal sebentar yah! Aku harus berbelanja beberapa bahan makanan dan juga kebutuhan rumah yang lainnya." kata Anura.


" Kamu tidak mengajak kami?" tanya Zetty seraya menatap Huka.


" Apakah tidak merepotkan kalian? Ah sudahlah, kalian tidak perlu ikut berbelanja dengan aku. Bersantai lah di sini dan anggap saja rumah sendiri." kata Anura. Zetty menarik nafasnya dan membuangnya dengan kasar.


" Oke, kalau begitu! Jangan salahkan kami jika kami memporak-porandakan tempat tinggal kamu ini." sahut Zetty seraya menjatuhkan badannya ke sofa panjang lalu mulai menyalakan televisi di sana.


Anura keluar meninggalkan mereka berdua di apartemen nya. Anura harus membuat suasana tempat tinggalnya menjadi nyaman. Anura akan membeli perlengkapan untuk apartemen dan kebutuhan nya.


Huka mendekati Zetty yang sudah fokus melihat tontonan di televisi itu. Huka menarik tangan Zetty dan membuat Zetty bangkit berdiri dari sofa itu. Huka mulai merapatkan tubuh Zetty dalam pelukannya. Sesaat keduanya saling berpandangan.


" Mumpung yang punya apartemen lagi pergi." bisik Huka dengan senyuman nakal. Zetty membulat matanya saat Huka mulai menempelkan bibir nya ke bibir Zetty. Zetty belum ingin membalas ciuman itu. Zetty terkesan pasif dan hanya menerima saja perlakuan hangat dari Huka.


" Apakah kamu siap, jika kita melaksanakannya sekarang?" tanya Huka. Zetty kembali membulat matanya.


"Di apartemen Anura?" sahut Zetty.


" Bukannya dimana saja, sama saja?" ucap Huka.


" Kita belum pernah melakukan nya, sayang! Dan ini bakalan yang pertama kalinya akan kita lakukan." kata Zetty.


" Apakah kamu mulai takut? tanya Huka. Zetty mengangguk pelan. Huka mulai merangkum kedua pipi Zetty lalu mendekatkan bibir nya ke bibir nya. Kini Zetty mulai membalas setiap ciuman yang diberikan oleh Huka. Tangan Huka pun mulai mengusap tiap lekukan tubuh Zetty yang masih tertutup oleh pakaian nya.


" Huka! Jangan lakukan ini di sini! Lebih baik kita ke apartemen kamu atau ke apartemen aku." ucap Zetty seraya mendorong pelan dada Huka. Huka mengusap bibirnya yang sudah basah bekas ciuman dengan Zetty.


" Sudahlah! Tiba-tiba aku tidak bersemangat lagi." ucap Huka sambil melangkah. meninggalkan Zetty yang masih berdiri mematung di di depan televisi. Zetty menatap punggung Huka dengan sesal. Kenapa Zetty masih belum siap jika melakukan hubungan seksual sebelum menikah. Walaupun Huka juga belum pernah sekali pun melakukannya. Namun sesuai yang Huka bilang, bahwa dirinya akan melakukannya dengan dirinya. Iya, walaupun mereka belum menikah. Kata Huka, Huka sudah merasa yakin jika bersama Zetty dirinya menemukan ketenangan itu. Namun anehnya keduanya masih belum siap untuk menikah.


@@@@@@@@

__ADS_1


__ADS_2