
Sementara di ruangan kerja Pak Diandra, Bu Desi masih di sana menatap Diandra dengan tatapan hendak menerkam. Namun jangan bilang Diandra si mantan Casanova yang saat ini telah insaf dan takut akan istrinya. Diandra dengan mudah akan membuat istrinya itu kembali bertekuk lutut terhadap dirinya karena permainan nakalnya yang mampu membuat aliran darah Desi semakin memberontak.
Desi kini berteriak ketika aliran darahnya panas mulai menguasai tubuhnya yang semakin tegang. Desi mulai mengangkat pinggulnya dan menekan kepala Diandra sampai terbenam diantara kedua ujung pahanya. Teriakkan kecil terdengar merdu dari mulut Desi. Akhirnya Desi lemas setelah pelepasannya terjadi.
Diandra tersenyum puas melihat Desi tidak berdaya. Keduanya sama-sama melemparkan senyuman nya. Diandra tidak melanjutkan aksinya. Diandra hanya ikut berbaring di sisi Desi dan Desi memeluk Diandra yang hanya bertelanjang dada namun masih mengenakan celana panjangnya.
" Kamu suka?" tanya Diandra dengan tersenyum nakal. Desi sangat malu hingga membenamkan kepalanya di dekat ketiak Diandra. Diandra memeluk Desi penuh kasih sayang.
Desi mengelus dada milik Diandra dan mulai mengecupnya nakal. Kini Desi gantian memainkan dada telanjang Diandra. Desi mulai mengecup, menciuminya hingga menyesapnya. Diandra tersenyum dengan tingkah nakal Desi. Desi mulai mendekati bibir Diandra lalu memainkan dengan jarinya.
Diandra malah dengan nakal mengulum jari milik Desi. Desi malah dibuat kegelian. Kini dengan brutal Desi mengecup bibir Diandra dengan bibir nya. Namun Diandra tidak Terima hanya dengan dikecup Desi saja. Diandra. mulai meraup habis bibir Desi sampai beberapa lama sehingga nafas Desi semakin tersengal. Desi mulai terpancing lagi gairah nya. Dewi mengusap bibir bekas ciuman Diandra.
__ADS_1
Desi mulai merayap turun ke bawah di ujung pangkal paha Diandra. Namun sebelumnya dengan terampil Desi mulai membuka resleting celana Diandra. Hanya sedikit mengintip saja Desi mulai bermain di sana. Diandra tidak terima bagian miliknya seperti kejepit begitu. Diandra mulai melepaskan gesper dan pengait celananya hingga mulai bebas lah apa yang dirasakan tertekan itu. Diandra mulai menikmati sensasi yang luar biasa. Rasanya inilah surga dunia ini. Orang tidak akan bisa bicara kalau belum pernah mencobanya. Apalagi dengan seseorang yang sangat didamba dan disayang. Bukan hanya lawan yang cuma mengatas namakan kenikmatan semata.
Desi tersenyum memandang Diandra. Desi dengan nakal mulai menurunkan celana panjang suaminya itu hingga kini tinggal satu kain saja yang menutupi bagian pribadi milik Diandra. Desi masih belum puas hanya dengan itu. Desi mulai menurunkan yang masih tersisa di bagian dekat pangkal paha nya Diandra. Desi melotot bukan main. Desi hampir menjerit dan memekik keras karena punya Diandra begitu diluar ekspetasi nya. Diandra mengarahkan Desi sesuai apa yang dia pinta. Desi dengan ikhlas melakukannya sampai Diandra mulai memejamkan mata dan menggigit bibir bawahnya.
Desi mulai bermain di sana. Diandra mulai memekik dan mulai bergeliat karena merasakan sensasi yang luar biasa. Aliran darahnya mulai memanas. Matanya terpejam menikmati segala perlakuan nakal dari istrinya. Dengan tangan, lidah Desi bermain liar di daerah pribadi itu. Diandra tidak terkontrol lagi. Diandra berteriak lepas tatkala Desi mempercepat frekuensi permainan nya. Desi mulai liar dalam pikiran nya hanya ingin membuat Diandra terpuaskan. Sampai akhirnya Diandra mulai memekik keras sampai pelepasan itu terjadi menumpahkan cairan putih yang mengotori wajah Desi.
Desi tersenyum nakal lalu menghampiri Diandra yang tidur di samping nya. Senyuman diantara keduanya tercipta. Mereka sama-sama terpuaskan.
" Mau yang lebih lagi?" tantang Diandra terhadap Desi.
Diandra lalu memeluk Desi dengan kehangatan.
__ADS_1
" Kamu mulai tidak canggung dengan aku yah?" sindir Diandra.
" Karena kamu yang mengajari aku." sahut Desi.
"Mandi yuk!" ajak Diandra.
" Ogah!" sahut Desi tegas. Diandra terkekeh lalu merapikan semua pakaian nya. Diandra berjalan ke tempat duduknya. Meja kerjanya dan kembali membuka laptop nya. Desi pun ikut merapikan pakaian dan rambutnya.
" Setelah ini aku akan lebih sering kemari. Kalau tidak aku tidak akan menjamin terhadap kamu untuk selalu setia dengan aku. Mengingat di lingkungan kerja kamu banyak wanita-wanita cantik yang ingin menggoda kamu dengan berbagai cara. Walaupun mereka tahu kalau kamu seorang laki-laki yang sudah beristri. Mereka mengincar kekayaan kamu dan tidak sekedar ketampanan kamu saja. Jika kamu hanya memiliki ketampanan saja, aku rasa mereka akan enggan mendekati kamu." ucap Desi panjang lebar seraya duduk di atas pangkuan suaminya itu.
" Sering- seringlah kemari dan layani aku di sini. Kita juga butuh fantasi yang indah selain di kamar kita di rumah. Kita bisa melakukannya di atas meja kerja ini bukan?" ucap Diandra dengan senyuman nya yang nakal.
__ADS_1
" Kamu sekarang sudah menjadi milikku! Awas saja kalau ada wanita yang berani mendekati dan menggoda suamiku yang ganteng dan tajir ini. Dia akan aku Cabik-cabik hingga jadi dendeng." kata Desi. Diandra terkekeh mendengar nya.
" Sekarang aku memiliki satpam yang super kejam." sahut Diandra sambil mengecup kening istri baru nya.