TERJERAT RAYUAN JANDA

TERJERAT RAYUAN JANDA
MELINDUNGI HERLINA


__ADS_3

Zaki benar-benar serius mengajak Herlina untuk menikah. Zaki kini sudah mengurus segala keperluan pernikahan nya bersama dengan Herlina. Tentu saja keduanya sudah mempertemukan kedua orang tua mereka. Keluarga besar Herlina dan juga keluarga besar Zaki telah berjumpa. Keduanya membicarakan masalah pernikahan putri dan putra mereka.


Keluarga besar Herlina dan juga Zaki kini berada di rumah kediaman orang tua Herlina yang berada di pinggiran kota. Bukan rumah milik Herlina yang dulu ditempati oleh Herlina di kota metropolitan itu. Rumah Herlina yang beberapa bulan ini dia tinggalkan lantaran insiden dirinya yang selalu diteror oleh seseorang dan pada juga penggerebekan oleh beberapa warga lantaran dirinya berbuat tindakan asusila bersama dengan Pak Leon, RT di perumahan tempat tinggal nya tersebut.


Di saat kedua keluarga besar mereka bertemu dan melakukan obrolan seputar rencana pernikahan putra dan putri mereka, Zaki mengajak Herlina berkeliling dan shoping mencari sesuatu. Herlina menurut saja apa yang diinginkan Zaki.


Di dalam mobil itu, Herlina seperti tuan putri yang Disanjung dan dimanja oleh Zaki. Segala masa lalu dan juga aib Herlina ditutup Rapat-rapat. Zaki dan Herlina kini fokus dengan jalan nya sekarang tanpa kembali mengingat dan mencari keburukan pasangan masing-masing.


Zaki melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, membelah jalanan yang mulai macet. Tidak henti-hentinya Herlina menatap wajah Zaki yang terlihat fokus menatap jalanan ke depan.


"Jangan memandangi aku terus, sayang! Aku ini memang tampan! Jadi, siapapun wanita yang menjadi istriku, dia adalah wanita yang paling beruntung di dunia ini," ucap Zaki dengan percaya dirinya. Herlina tersenyum masih tidak berkedip menatap calon suami nya itu.


"Benar! Akulah wanita yang beruntung itu! Apakah kamu yakin, akan menikahi aku, Mas?" tanya Herlina.


Dalam hatinya merasa kasihan kepada Zaki, calon suaminya. Jika benar-benar akan menikah dengan dirinya yang sudah penyakitan. Sampai sekarang, Herlina belum menceritakan semua kepada Zaki perihal penyakitnya yang terbilang ganas dan mematikan. Namun penyakitnya bukanlah penyakit yang menular. Namun Herlina sudah terlanjur menyukai Zaki, laki-laki yang saat ini di samping nya. Berawal dari kencan nya dengan Zaki, akhirnya Zaki serius ingin menikah dengan dirinya. Padahal Herlina adalah wanita yang sudah beberapa kali melakukan hubungan dengan banyak laki-laki. Ini sangat berbeda dengan Zaki. Zaki hanya melakukan hubungan intim itu dengannya saja.


Pada waktu kencan pertama kali dengan laki-laki bertopeng yang tidak lain adalah Zaki itulah, untuk pertama kalinya Zaki melakukan hubungan badan dengan lawan jenis. Dan itu bersama dengan Herlina. Walaupun Herlina sudah tidak perawan saat melakukan hubungan itu dengan Zaki, namun Zaki merasa nyaman dan tidak mempermasalahkan nya.


Masih di dalam mobil, kini Zaki tersenyum melirik ke arah Herlina yang masih tidak lepas memandang nya.


"Kamu ini kenapa sih, sayang? Melihat aku sampai begitu?" tanya Zaki.


"Tidak apa-apa! Oh iya, bagaimana kabar Akila yah? Aku ingin ketemu dengan Akila dan memberikan kabar kalau kita menikah." ucap Herlina.


Memang setelah insiden itu yang mengakibatkan wajah Akila menjadi rusak, Akila sudah tidak bekerja kembali di perusahaan Pak Diandra. Di mana perusahaan itu masih menjadi tempat kerjanya Herlina dan juga Zaki. Zaki masih tetap mendapatkan posisi yang bagus di perusahaan itu sebagai asisten, orang kepercayaan Pak Diandra dan juga memegang keuangan perusahaan itu.

__ADS_1


"Setelah kita mencari sesuatu dan berbelanja, nanti kita akan mampir ke rumah Akila. Oke?" ucap Zaki.


"Terimakasih, sayang! Aku ingin meminta maaf dengan Akila, gara-gara aku dia harus mengalami kecelakaan ini," ucap Herlina.


"Kamu tidak salah sayang! Ini semuanya sudah nasibnya Akila juga. Dan mungkin juga lantaran dia sudah berniat jahat terhadap kamu, eh akhirnya dia sendiri yang terkena langsung dari perbuatan nya sendiri." kata Zaki. Herlina mengerutkan dahinya.


"Maksud kamu apa, sayang? Aku tidak mengerti," sahut Herlina.


"Nanti saja deh, aku jelaskan kepada kamu. Aku lagi nyetir sayang. Sebentar lagi kita sampai di pusat perbelanjaan kota kok," kata Zaki.


"Oke, baiklah!" sahut Herlina. Zaki mengacak rambut Herlina gemas. Herlina merasa menjadi wanita yang beruntung saat ini.


@@@@@@@


"Herlina!" seseorang meneriaki namanya. Kini Herlina dan juga Zaki menoleh ke sumber suara. Herlina melebar matanya. Dia sangat terkejut tatkala melihat siapa yang memanggil namanya.


Tentu saja Herlina takut dan menjadi khawatir jika Zaki tahu siapa orang yang telah memanggil namanya tersebut. Sedangkan seorang laki-laki datang menghampiri Zaki dan juga Herlina dengan senyuman sinis nya.


"Oh hebat sekali kamu, Herlina! Sudah ada laki-laki baru lagi? Hebat! Hebat!" ucap laki-laki itu sambil bertepuk tangan. Herlina menatap ke laki-laki tersebut dengan tatapan tidak suka.


"Kenalkan aku Bambang! Kekasih Herlina," ucap laki-laki tersebut yang menyebut dirinya dengan nama Bambang. Bambang mengulurkan tangannya ingin menjabat tangan Zaki yang kini berada di sisi Herlina. Zaki tentu saja menyambut uluran tangan Bambang dengan baik. Tidak ada kebencian di sana. Hanya pandangan Zaki menatap Bambang dan juga Herlina secara bergantian. Zaki ingin mengetahui siapa Bambang itu yang telah mengaku sebagai kekasih Herlina.


"Sayang, sebaiknya kita pergi dari sini! Kita tidak perlu meladeni laki-laki ini," ucap Herlina seraya menggandeng tangan Zaki untuk menjauh dari Bambang. Namun Bambang tetap mengikuti Zaki dan juga Herlina yang berjalan masuk ke pusat perbelanjaan itu.


"Aduh, kenapa Bambang bikin masalah sih?" batin Herlina dalam kegelisahan.

__ADS_1


"Bagaimana sayang? Laki-laki itu mengikuti kita? Sebenarnya siapa dia sih?" tanya Zaki.


"Dia... dia mantan aku! Nanti aku ceritakan semuanya kepada kamu, yah," sahut Herlina.


"Kalau begitu kita masuk ke rumah makan itu dulu! Siapa tau laki-laki itu mau berbicara dengan kita," ajak Zaki seraya menarik tangan Herlina untuk masuk ke rumah makan itu. Bambang masih saja mengikuti mereka berdua. Akhirnya dengan sikap ramah Zaki mengajak Bambang untuk bergabung bersama di kursi mereka. Herlina tentu saja sangat dongkol dan membenci Bambang.


"Sekarang apa yang ingin anda katakan! Silakan! Aku akan mendengarkan," tanya Zaki. Bambang kini menjadi menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Giliran aku bertanya kepada Anda, anda diam! Herlina ini adalah calon istri aku, mas! Sedangkan kamu tadi bilang kalau Herlina adalah kekasih kamu. Jadi, mana yang benar?" ucap Zaki kini seperti hakim diantara kedua terdakwa. Herlina terdiam membiarkan Bambang berbicara.


"Benar, aku adalah mantan Herlina! Tapi asal kamu tahu saja, Herlina ini sudah berkali-kali melakukan hubungan badan dengan aku. Apakah kamu tidak jijik jika dulunya Herlina sudah pernah melakukannya dengan aku. Dan setelah itu, entah beberapa kali setelah aku, Herlina bergonta-ganti pasangan setelah aku,"ucap Bambang dengan tersenyum menyeringai. Herlina memerah matanya menatap tajam ke arah bola mata Bambang.


Herlina saat ini sudah pasrah jika Zaki menggagalkan pernikahan dengan dirinya. Herlina diam dan menundukkan kepala nya. Herlina tidak ingin membela diri. Dalam kenyataannya dirinya memang benar, sering berganti pasangan dan salah satunya dengan Bambang.


"Lalu, apa mau kamu? Aku mencintai Herlina! Aku akan menikah dengan Herlina. Aku tidak perduli dengan masa lalu Herlina! Sekarang pergilah dari sini dan jangan mengganggu kami lagi!" ucap Zaki. Herlina mengangkat wajahnya menatap Zaki. Herlina tidak percaya jika Zaki akan membela dirinya. Air mata Herlina mulai berkaca. Kristal bening di matanya kini lolos sudah tanpa dia minta.


"Zaki!" ucap Herlina lirih. Zaki meraih tangan Herlina dan mengusap punggung tangannya dengan lembut.


Sedangkan Bambang keluar dari rumah makan itu setelah Zaki berkata demikian terhadap dirinya.


"Mulai sekarang, tidak akan ada lagi yang merendahkan kamu, sayang! Kamu sekarang adalah wanitaku, calon istriku. Sebentar lagi kamu akan menjadi istri aku," ucap Zaki. Herlina semakin deras air matanya jatuh. Herlina benar-benar tidak menyangka kalau dirinya akan dibela oleh Zaki.


"Terima kasih, Mas Zaki! Terimakasih!" ucap Herlina.


"Cup.. cup... sayangku! Hapus air mata kamu! Jangan menangis lagi yah! Malu dilihat banyak orang," kata Zaki membuat tenang dan damai Herlina.

__ADS_1


__ADS_2