
Sore itu Anura bersama dengan asisten barunya di antar Dewa dan Leni di bandara. Beberapa tim pembuatan film sudah berkumpul di sana. Sepanjang perjalanan, Dewa diam dan tidak banyak bicara. Betapa ini sangat sulit bagi Dewa berjauhan dengan sang istri setelah mereka sudah saling terbiasa bersama setiap hari. Apalagi syuting pembuatan film dengan latar di luar negeri itu diperkirakan kurang lebih dua bulanan. Dewa tidak akan sanggup jika tidak menjumpai istrinya itu.
Sesampainya di bandara itu, Dewa tidak membiarkan melepaskan genggaman tangannya dengan Dewa itu. Asisten nya yang menyaksikan pasangan suami istri itu menjadi ikut terharu.
" Kamu harus ingat, Anura sayang! Tidak boleh terlalu akrab dengan lawan main kamu apalagi aktor ganteng itu." ucap Dewa. Anura mengernyitkan dahinya.
"Kamu juga Dewa! Kamu juga tidak boleh terlalu dekat dengan aktris lawan akting kamu. Leni! Tolong jaga suami aku! Jika di lokasi syuting banyak yang mencoba mengganggu nya. Aku kok lebih tenang jika kamu bekerja di kantor papa kamu saja yah," ucap Anura.
"Di kantor papa, aku hanya beberapa hari saja memantau. Selebihnya aku kerja sebagai aktor sayang. Hobi yang mendapatkan uang lebih enjoy menjalankan nya dibanding kerja di kantor, aku lama-lama cepat tua," ucap Dewa.
"Tetapi duitnya banyak kan?" sahut Anura. Dewa menarik hidung Anura karena gemas.
" Apakah kamu belum bertemu dengan beberapa pemain yang lainnya? Tokoh-tokoh yang akan memerankan film nanti?" tanya Dewa dengan ekspresi datar. Anura akhirnya terkekeh atas kekhawatiran suaminya itu.
__ADS_1
" Aku akan menunggumu, Dewa! Kamu harus menjumpai aku di negara itu! Kalau tidak, aku tidak akan menjamin, kalau aku bisa setia dengan kamu." ancam Anura.. Tentu saja Anura menggoda suami nya itu. Dewa malah nekat menarik dan memeluk Anura di tempat umum itu. Dewa tidak perduli banyak pasang mata menyaksikan adegan dewasa itu. Dewa merangkum wajah Sandriza dan mendekatkan ke wajahnya lalu dengan kasar mencium dan menyes@pnya. Tentu saja Anura ingin memberontak karena Anura malu dilihat banyak orang di sana, terutama asisten barunya itu. Dengan cepat akhirnya Anura mendorong tubuh Dewa pelan supaya menyudahi ciuman itu.
" Hai! Hai! Bukankah semalam aku sudah memberikan kamu pelayanan lebih dari tiga kali. Bahkan tadi pagi kamu masih menggempur ku dengan liar?" bisik Anura.
" Kalau bersama kamu, aku seperti ingin terus menerus." bisik Dewa.
" Ayolah, sayang! Kamu bisa kapanpun pergi mendatangi aku di negara itu. Uang kamu tidak akan habis hanya untuk itu." ucap Anura.
" Ini bukan masalah uang, Anura! Tapi kerjaan aku akhir- akhir ini sudah bikin pusing. Aku tidak bisa dengan mudah meninggalkan jadwal padat dengan beberapa klien-klien dan juga kegiatan syuting ku. Makanya Leni juga tidak bisa mendampingi kamu di luar negeri ini. Karena Leni lebih paham soal masalah perusahaan dibandingkan dengan yang lain. Makanya aku carikan asisten baru untuk kamu, Fatika itu," kata Dewa.
Dewa meninggalkan bandara itu setelah Anura dan Fatika, asisten barunya serta orang-orang yang terlibat dalam pembuatan film itu terbang dengan pesawatnya. Dewa sendirian kembali ke kantor nya. Pekerjaan nya sudah menantinya. Dewa akan merasakan sepi ketika kembali pulang ke rumahnya dengan tidak mendapati istrinya yang menantikan kepulangannya atau sebaliknya jika dirinya pulang lebih awal dia akan menanti kepulangan Anura dari kerjaan syuting nya.
" Rasanya seperti separuh jiwaku tertidur. Aku merasakan kesepian itu." ucap Anura yang kini. sudah duduk di kursi kerjanya sambil melihat jauh di jalanan. Dewa kini duduk di ruangan nya yang berada di lantai atas.
__ADS_1
" Mereka terlihat kecil sekali ketika aku melihat nya dari sini. Apakah orang-orang sukses akan memandang orang bawah seperti ini?" gumam Dewa yang mulai menerawang jauh memikirkan karyawan-karyawan nya.
" Mungkin saja mereka melihat aku lebih tinggi karena aku pimpinan mereka. Namun tanpa adanya mereka, aku tidak akan bisa menjadi sukses dan lebih tinggi. Aku harus lebih memikirkan kesejahteraan mereka." pikir Dewa. Dewa mengambil ponselnya dan memanggil sekretaris pribadinya.
@@@@@@@
Sementara melalui sambungan di ponselnya Herlina menelpon Anura.
📱📲 "Kamu hati-hati di negara orang yang, Anura! Kamu jangan khawatir! Aku akan menjaga Dewa dari para wanita yang akan merusak rumah tangga orang," ucap Herlina dari seberang sana. Anura terkekeh dibuat nya.
📱📲 "Siapa wanita yang akan merusak rumah tangga aku, hem? Apakah kamu sendiri, Herlina?" sahut Anura bercanda. Tawa keduanya pecah.
📱📲 "Wanjay! Aku gak mungkin tega berbuat itu dengan sahabat aku, sayang! Aku pastikan Dewa aman. Kamu jangan khawatir yah!" sahut Herlina.
__ADS_1
📱📲 "Terimakasih banyak, Herlina! Kamu jaga kesehatan juga yah! Jangan nakal dan jangan sampai nge drop lagi yah!" pesan Anura. Keduanya tertawa terbahak-bahak lepas. Sambungan itu putus. Kini Anura sudah di dalam pesawat bersama asistennya. Sampai beberapa saat akhirnya pesawat itu lepas landas meninggalkan kota.
Sementara di kantor tempat kerja Herlina, saat ini Herlina sudah kembali bekerja. Walaupun masih satu kantor dengan Zaki, Herlina tidak menyimpan dendam maupun kebencian karena Zaki kini telah menikah dengan wanita lain.