TERJERAT RAYUAN JANDA

TERJERAT RAYUAN JANDA
TAKUT


__ADS_3

Anura bermalam di rumah Herlina. Selepas mengantarkan Herlina di rumahnya, Herlambang pulang dan tidak ikut menginap di rumah Herlina. Niat buruknya yang ingin memanfaatkan situasi saat Herlina sedang mabok akhirnya gagal lantaran Anura tidak membiarkan Herlina pulang dengan Herlambang tanpa dirinya.


Pagi ini Anura sudah bersiap untuk pulang meninggalkan Herlina. Namun Herlina masih belum juga bangun dari tidur nya. Anura mulai membangunkan Herlina di dalam kamarnya.


" Herlina, bangun! Aku pulang gak papa kan?" kata Anura seraya menggoyang- goyang kan badan Herlina supaya terbangun dari tidurnya. Herlina mengucek matanya dan mulai melihat jam di dinding kamarnya.


" Jam berapa rupanya?" tanya Herlina.


" Sudah jam enam pagi." sahut Anura.


" Oh iya, aku juga harus mandi. Aku masih ada kerjaan di kantor juga." kata Herlina. Anura tersenyum.


" Kalau begitu aku pulang dulu yah, aku harus berganti pakaian dan ada jadwal pemotretan juga hari ini." ucap Anura.

__ADS_1


" Oke, terimakasih banyak Anura." sahut Herlina.


" Oh iya, apakah semalam aku mabok berat?" tanya Herlina. Anura mencibirkan bibir nya.


" Iya, kamu mabok berat, ngoceh gak jelas. Mana aku meninggalkan kamu sendiri dalam keadaan mabok." sahut Anura.


" Kamu tahu, ada teman kamu bernama Herlambang juga yang ikut mengantarkan kamu pulang." jelas Anura. Herlina mengernyitkan dahinya.


" Laki-laki itu sudah memiliki istri. Dia dulu mantan bos ku di perusahaan lama tempat kerjaku dulu. Dulu aku pernah menjalin hubungan dengan nya. Lantaran istrinya mengetahui hubungan diantara kami, akhirnya aku dipecat. Dan kamu tahu, Anura? Beberapa hari ini aku mendapatkan teror." cerita Herlina. Anura menyimak nya dengan serius.


" Ada kotak yang sengaja diletakkan di depan pintu rumah aku tanpa pengirim. Hari pertama berisi kotoran-kotoran dan hari ke dua bangkai tikus. Aku lagi berpikir, siapa yang melakukan semua itu. Mungkin saja semua berkaitan dari istri dari laki-laki yang pernah dekat dengan aku." kata Herlina. Anura mengernyitkan dahinya. Lalu dengan cepat Herlina turun dari tempat tidurnya dan keluar dari kamar nya menuju ke pintu utama rumahnya. Anura mengikuti langkah Herlina.


Pintu utama rumah Herlina telah terbuka. Herlina kembali membelalakkan matanya melihat bungkusan cukup besar sudah berada di depan pintu rumahnya. Herlina dan Anura saling pandang.

__ADS_1


" Mereka kembali mengirimkan kotak tanpa pengirim lagi. Aku takut Anura, jika di dalamnya sesuatu yang menjijikkan seperti kemarin." kata Herlina.


" Oke, kamu tenang saja! Aku akan coba membukanya. Siapa tahu dia memberikan pesan atau ancamannya." ucap Anura. Anura dengan pelan- pelan membuka kotak besar itu. Herlina sangat takut dan jantung nya berdebar hebat. Takut kalau barang yang dikirimkan itu barang yang menakutkan.


Anura seketika berteriak-teriak lantaran jijik dan geli dengan isi dari dalam kardus yang dibungkus itu. Isi dari kardus tanpa pengirim dan pesan itu adalah ular. Karena teriakan Anura dan Herlina lumayan keras, orang yang kebetulan lewat di depan rumah Herlina seketika mendekat dan penasaran.


" Ada apa?" tanya seorang laki-laki yang sudah berumur.


" Ini pak, ada ular di kardus ini. Ada orang yang sengaja meletakkan nya di depan rumah teman saya." jelas Anura. Seorang laki-laki berumur itu segera mengambil kardus yang berisi ular itu.


" Oke, masalah ini harus kita laporkan ke pak Rt. Karena kenyamanan mbak terganggu, karena ada seseorang yang sengaja membuat anda resah, takut dengan teror ini." ucap laki-laki berumur itu. Herlina dan Anura saling pandang.


" Kau urus sendiri saja, Herlina! Aku harus segera pulang, aku harus segera ke lokasi pemotretan." sahut Anura.

__ADS_1


" Baiklah, aku tidak bisa menahan kamu." kata Herlina.


__ADS_2