TERJERAT RAYUAN JANDA

TERJERAT RAYUAN JANDA
MENIKAH


__ADS_3

Pernikahan antara Zaki dengan Zenni akhirnya terlaksana juga. Kedua keluarga besar mereka ikut merasakan kebahagiaan pasangan baru itu. Apalagi mama papa Zaki yang merencanakan pernikahan antara Zaki dan Zenni segera terwujud. Ini adalah satu upaya agar Zaki tidak lagi berharap dengan si janda Herlina yang saat ini telah sakit parah. Walaupun Zaki terkadang masih kepikiran dengan Herlina, namun nyatanya dia bisa menerima Zenni dengan ikhlas sebagai istrinya.


@@@


Di tempat lain, saat ini Anura bersama dengan Dewa menuju ke apartemen Anura. Dewa memang paling rajin antar jemput Anura semenjak mereka jadian atau berpacaran.


"Kamu yakin, mau menikah dengan aku Dewa?" tanya Anura. Dewa menatap tajam ke bola mata Anura.


" Kenapa kamu mulai ragu lagi?" sahut Dewa.


" Bukan begitu! Sekian banyak gadis- gadis yang masih perawan di luar sana. Kenapa memilih aku untuk menjadi istri kamu yang sudah second dan dibuka segelnya." ucap Anura yang membuat Dewa menjadi tersenyum dan terkekeh- kekeh.


Dewa mendekati Anura begitu dekat dan sangat dekat sampai nafas mereka saling beradu. Nafas Dewa terasa menghangat dan deru jantungnya mulai tidak beraturan. Dewa meraih dagu Anura, Anura sesaat tidak berani bernafas. Hal itu malah membuat Dewa terkekeh apalagi mata Anura seketika terpejam ketika Dewa seperti hendak menciumnya.


Anura menjadi tersipu malu ketika Dewa terkekeh dan tidak sesuai dengan pikiran Anura yang menganggap dirinya hendak dicium oleh Dewa. Anura diam untuk beberapa saat. Namun dengan cepat Dewa meraih tubuh Anura lalu mendekapnya erat.


" Menikah lah dengan aku, sayang! Jadi istri dan ibu dari anak-anak ku. Mendampingi dan menemani aku sampai kita menua bersama. Menjaga ikatan suci dalam noktah pernikahan kita. Menyatukan dua keluarga yang berbeda ini menjadi satu yang saling melengkapi," ucap Dewa.


Anura diam merasakan damai dan tentram dalam dekapan hangat Dewa. Anura membalikan tubuhnya hingga saat ini mereka saling berhadap-hadapan. Anura mengusap dan memegang kedua pipi Dewa lalu mendekatkan ke wajahnya. Anura yang memulainya. Anura mengecup bibir tebal milik Dewa. Dewa seketika melotot matanya karena Anura nekat dan berani memulainya duluan. Anura tersenyum menatap Dewa yang seperti perjaka yang tidak pernah merasakan bersentuhan.


Dewa tidak mau tinggal diam ketika lampu hijau itu sudah menyala. Dewa ingin menuntut yang lebih dari itu dan tidak hanya sebuah kecupan saja. Dewa mulai meraup bibir mungil nan tipis milik Anura. Anura memejamkan matanya menikmati perlakuan lembut dan penuh kasih sayang dari Dewa.

__ADS_1


" I love you, Anura sayang!" ucap Dewa pelan.


" I love you to, Dewa! " sahut Anura sambil berusaha mengatur detak jantungnya yang mulai menderu.


Dewa mulai menelusuri bibir Anura sampai lama. Anura ikut membalasnya dengan penuh kelembutan dan gejolak. Dewa mulai tidak kuasa akan ciuman nya. Tangan Dewa mulai nekat menelusuri lekukan tubuh milik Anura. Dewa mulai membaringkan tubuh Anura pelan- pelan. Anura pasrah karena laki-laki inilah yang sudah menjadi hari-hari Anura menjadi berwarna.


Namun tidak sampai lama, Dewa menyudahi tindakan nya. Dewa tidak ingin melakukan itu sebelum menikahi Anura. Baginya Anura adalah wanita yang harus dia lindungi dan hargai.


" Maaf, sayang!" ucap Dewa lalu merapikan pakaian nya dan mulai duduk dengan posisi yang benar. Anura pun merapikan pakaian nya. Dengan malu- malu mulai menutup mukanya sendiri.


@@@@@@@


Satu bulan kemudian. Pernikahan Anura dengan Dewa akhirnya terlaksana juga dengan meriah. Mereka saat ini sudah benar-benar resmi menjadi pasangan suami istri dimata hukum dan agama. Dewa akhirnya memboyong Anura ke rumah pribadinya.


Dewa mulai memeluk Anura. Senyum Dewa saat ini begitu manis membuat Anura tidak kuasa melihat nya. Tatapan mata Dewa makin tajam menatap manik mata Anura. Sinar mata itu seolah bikin berdetak semakin kuat jantung Anura.


" Kamu sudah siap kan, yank?" bisik Dewa nakal.


" Siap apa sih?" tanya Anura pura-pura tidak tahu.


Dewa meniupkan sedikit nafasnya ke belakang telinga Anura lalu memberikan kecupan dibelakang leher Anura. Anura seketika merinding dan merasakan bulu kuduknya berdiri.

__ADS_1


" Dewa! " keluh Anura sambil memejamkan matanya ketika Dewa mulai mendekati bibir nya setelah membalikkan tubuh Anura hingga mereka saling berhadapan.


Ciuman yang panas itu terjadi. Anura mulai menyambut dan membalasnya. Mereka saling memainkan lidah dan bertukar saliva nya. Dewa menuntun Anura ke peraduan nya. Membaringkan tubuh Anura dan mulai pelan- pelan membuka semua yang masih melekat di tubuh Anura. Setelahnya baru Dewa melepas semua pakaian nya.


Dewa kembali memberikan sensasi yang bikin ber getar dan ber goncang tubuh Anura. Dengan sangat pelan dan hati- hati Anura bermain - main dengan setiap inci bagian-bagian tubuh lekukan milik Anura. Dewa tidak ingin membiarkan bagian mana pun terlewatkan. Anura hanya pasrah menerima perlakuan dari Dewa yang begitu lembut memperlakukan dirinya. Walaupun ini bukanlah membuka segel yang pertama kalinya untuk Anura Namun ini adalah kegiatan yang sudah lama tidak Anura lakukan pada siapapun apalagi dnegan Dewa. Dewa selalu menjaga dan menghargai Anura selama ini. Dan inilah awal untuk Dewa melakukannya bersama dengan Anura.


Dewa masih bermain- main di ujung pangkal paha milik Anura. Dewa mulai bermain di daerah itu sampai putra akan melihat kalau Anura sudah siap akan serangan selanjutnya. Namun, dengan permainannya Anura yang cukup mumpuni, Anura mulai menegang hingga tubuhnya bergetar sangat hebatnya. Anura semakin menekankan Kepala Putra yang masih di bawahnya. Anura kemudian terkulai setelah mengeluarkan cairan yang hangat dalam miliknya.


"Dewa!" panggil Anura pelan. Dewa tersenyum penuh kemenangan karena melihat Anura sudah mencapai puncak itu padahal dirinya belum juga memberikan serangannya.


Dewa mulai menghujani senjatanya hingga pertempuran itu kembali memanas sampai bom yang terakhir itu meletus dan terlempar cepat ke dalam milik Anura. Semoga di sana akan terbentuk nyawa baru dari benih yang ditanam Dewa di sana.


"Semoga di sini akan tumbuh dan berkembang benih aku sayang! Aku sudah menyiram nya di sini! Kita akan mendapatkan bayi mungkin di sini. Buah hati kita, Semoga!" ucap Dewa. Anura mengaminkan ucapan suami nya.


@@@@@@@


Sementara di tempat lain. Sultan sedang menikmati kopinya bersama asistennya. Kali ini pikiran nya kacau. Raganya saat ini memang sudah menjadi milik istrinya yang baru namun pikirannya masih tertuju dengan Anura.


Pernikahan Anura dengan Dewa bukan lagi rahasia umum. Mereka adalah pasangan selebritis yang tentu saja pernikahan mereka ramai diperbincangkan di media sosial.


Sedih, itulah yang dirasakan oleh Sultan. Dia benar-benar sudah kehilangan sosok Anura. Padahal selama ini Sultan masih berharap bisa rujuk dengan Anura. Namun kenyataannya sangat sulit hati Anura digoyahkan.

__ADS_1


Kedua laki-laki itu menikmati segala tarikan tembakau nya di sore itu. Mata nya sama-sama menerawang jauh akan rencana- rencana dan harapan nya yang sering berbeda dengan rencanaNya. Mungkin saja Sang Pencipta paling paham dan mengerti akan semua yang kita butuhkan bukan semua yang kita inginkan. Walaupun semua itu luput dari angan-angan indah kita. Namun rencana IndahNya karena DIA menyayangi umatnya.


__ADS_2