
Dewa membawa seikat bunga mawar putih dengan dua batang coklat untuk Anura. Sengaja setelah dirinya selesai dari kegiatan dan jadwal syuting nya. Dewa langsung ke lokasi syuting Anura. Anura saat ini sedang memerankan seorang gadis remaja yang manja. Saat di lokasi itu, Dewa menunggu sampai Anura selesai syuting. Dewa duduk di dekat asisten pribadi Anura. Dewa mulai melihat Anura dengan aktingnya saat bersama kekasihnya.
Dewa melebar matanya saat melihat Anura dalam dekapan aktor pria yang tampan. Aktor itu memerankan kekasih dari Anura. Rasa nya Dewa hendak menimpuk kepala aktor tersebut yang seperti mencari kesempatan pada Anura. Dewa benar-benar menjadi cemburu menyaksikan Anura yang sangat menjiwai dalam memainkan adegan tersebut. Sampai akhirnya kegiatan syuting hari itu selesai dan akan dilanjutkan besok kembali.
"Ayo kita pulang!" ajak Dewa dengan paksa sambil menarik tangan Anura menuju ke dalam mobilnya. Asisten pribadi Anura mengangkat kedua bahunya saja sebagai tanda pasrah.
"Dewa! Aku bawa mobil sendiri!" protes Anura.
"Biar saja, nanti suruh asisten kamu atau asisten aku untuk membawa pulang," sahut Dewa. Dewa membuka pintu mobilnya dan sedikit mendorong Anura masuk ke dalam mobilnya.
"Eh, astaga aduh! Dewa apa-apaan sih kamu ini?" protes Anura dengan manyun bibirnya. Dewa masuk ke dalam mobilnya lalu mulai berdrama king.
"Apa yang kamu lakukan dengan aktor tadi, hem? Bahkan aku saja belum bisa mengecup ini dan ini? Aktor itu sudah berani memelukmu dengan penuh perasaan," protes Dewa yang saat ini mendekati wajah Anura. Anura menahan nafasnya agar tidak beradu dengan nafas Dewa.
"Dewa jangan bodoh! Kita ini aktris dan aktor. Kita harus totalitas dalam berakting. Kamu kenapa? Cemburu dengan aktor itu? Halo? Kamu siapanya aku?" ujar Anura.
"Aku kekasih kamu, Anura!" dengan cepat Dewa menjawab. Anura membulat.
__ADS_1
"Bahkan kamu belum pernah mengatakan kepadaku kalau kamu menyukai aku, seperti di sinetron atau film," ucap Anura. Dewa terkekeh.
"Hahaha kamu mau seperti itu? Oke, aku akan melakukannya untuk kamu, Anura!" kata Dewa. Dewa segera mengambil seikat bunga mawar putih dan juga beberapa batang coklat berada di tempat duduk belakang Mobil nya.
"Anura, aku menyukai kamu! Kita pacaran yuk!" ucap Dewa menirukan Skrip dari dalam salah satu sinetron di televisi. Bunga mawar itu diberikannya pada Anura beserta coklat. Anura menerimanya.
"Duh kok gak ada romantis nya sih? Garing banget sih?" ucap Anura.
Dewa menepuk jidatnya sendiri. Akhirnya dengan keberanian nya dan siap jika mendapatkan kemarahan dari Anura, Dewa segera menyerobot bibir Anura yang basah. Anura melebar matanya. Dewa benar-benar membuat dirinya terkejut. Kini kedua pasang mata mereka saling pandang. Kini Dewa semakin terbawa suasana. Bibir Anura yang basah telah menyatu dengan bibir tebal Dewa. Anura dengan cepat mendorong badan Dewa supaya melepaskan ciuman nya. Anura menarik tisu yang sudah tersedia di dalam mobil Dewa dan mengusap dibibir nya dengan lembut. Dewa tersenyum penuh kemenangan. Dewa tanpa dosa segera menjalankan mobilnya. Anura enggan untuk menatap ke arah Dewa. Pandangan nya lurus ke depan jalan raya.
"Mulai sekarang ingat Anura! Aku kekasih kamu!" ucap Dewa. Anura menatap cemberut ke arah Dewa.
"Terserah!" sahut Anura.
"Oke! Kita ke kafe biasanya saja yah?" kata Dewa. Mobil itu segera memutar arah menuju ke kafe langganan Dewa dan Anura.
@@@@@@@
__ADS_1
Aku Herlina.
Setelah aku divonis dengan penyakit ini, aku mulai menurun berat badan ku. Aku merasa semangat hidup ku mulai hilang setelah aku benar-benar gagal dalam pernikahan ku dengan Zaki. Sebenarnya ini lebih baik, jika pernikahan itu tetap diteruskan, pasti aku akan mengecewakan Zaki karena aku yang sakit-sakitan.
Sekarang ini sudah satu bulan dari hari H pernikahan ku yang gagal. Satu bulan sudah Zaki sudah tidak lagi menjenguk aku. Memang setelah keluarga Zaki memutuskan untuk menggagalkan pernikahan aku dengan Zaki, mama papa ku terlihat penuh kemarahan. Entah kata-kata apa yang terlontar dari mama papa aku pada Zaki ketika keluarga besar nya menggagalkan pernikahan kami. Padahal mama papa berharap pernikahan kami tetap berjalan walaupun tanpa pesta dan dilakukan di kamar rumah sakit tempat aku sedang dirawat. Namun keluarga besar Zaki sudah menggagalkan nya.
Aku sekarang merasa sendiri. Zaki sudah lupa dengan aku. Kata-kata yang sering diucapkan nya ternyata tidak terbukti. Zaki yang akan menikah dengan aku nyatanya bohong. Aku sakit dan lebih sakit dengan perpisahan ini..
Mungkin saja ini adalah karma untuk aku. Aku dulu suka menyakiti orang dengan segala tindakan ku. Baiklah! Jika ini hukuman dariNya, semua ini akan aku terima dengan rasa ikhlas.
Saat ini aku sedang berbaring lemas di dalam kamarku. Rupanya ada seseorang yang kini menjenguk ku. Dia adalah Maisaroh bersama dengan Bu RT. Mereka datang dengan niat baik, mendoakan aku supaya aku cepat sehat. Aku bilang kepada mereka, aku minta maaf telah menggoda suami-suami mereka. Sehingga suami mereka bisa naik di atas ranjang ku.
Aku sangat malu jika mengikat kelakuan ku. Aku malu jika ingat akan kesalahan itu. Aku sudah menjadi pencuri suami mereka. Diam-diam aku telah merebutnya dari mereka. Sekali melakukan kesalahan itu, pada akhirnya membuat aku dendam dan juga sakit hati saat itu.
Aku hanya ingin hidup tenang saat ini. Di sisa waktu ku, aku ingin minta maaf pada semua orang yang pernah aku lukai hatinya. Suatu saat ketika aku harus pergi, aku bisa tenang meninggalkan dunia ini. Sekarang ini istri-istri yang suaminya pernah dekat dengan ku telah datang menjenguk ku. Kini aku sudah sedikit lega dengan semua itu. Paling tidak satu persatu aku akan meminta maaf itu.
Namun sebelum aku benar-benar pergi, aku ingin minta maaf dengan Zaki, dan juga keluarga besarnya. Tapi apakah mungkin? Sedangkan keluarga ku sudah terlanjur sakit hati dengan gagalnya pernikahan ku dengan Zaki.
__ADS_1
Di hatiku masih ada sisa kasih untuk Zaki. Dia laki-laki yang baik. Aku tidak akan pernah percaya jika Zaki benar-benar meninggalkan aku. Mungkin saja Zaki tidak tega melihat keadaan ku seperti ini. Zaki! Datanglah kemari! Sekali saja. Dan ucapkan kalau kamu masih menyayangi aku. Walaupun itu hanya kebohongan.