
Sementara di apartemen Zaki.
"Siapa yang menyuruh kamu datang kemari?" tanya Zaki sinis kepada gadis muda yang menawan. Gadis itu tetap sabar menghadapi Zaki yang masih bersikap cuek dan angkuh terhadap dirinya.
"Mama! Katanya aku harus sering-sering menemani. kamu di sini mas!" ucap gadis itu yang bernama Zenni. Zaki mendengus kesal. Mama nya selalu berusaha menjodohkan dengan gadis itu. Gadis yang bernama Zenni. Memang gadis itu sangat manis. Lagi pula dia juga sangat menarik. Namun menurut Zaki, Zenni masih terlalu biasa tidak seperti Herlina wanita yang sudah menambatkan bunga mawar di hatinya. Namun Zaki tidak bisa memupuk cinta terhadap Herlina lantaran dirinya juga telah kecewa dengan keluarga besar Herlina.
Zaki berpikiran keluarga besar Herlina terutama mama papa nya lah yang tidak menyetujui kalau diri nya menikah dengan Herlina di rumah sakit. Itu lah sebabnya kesalahpahaman antara Zaki dengan keluarga Herlina terjadi. Padahal sebenarnya mama papa Zaki lah yang menggagalkan pernikahan nya dengan Herlina. Apalagi suatu hari Zaki berkunjung di rumah kediaman orang tua Herlina. Di mana Herlina sudah tinggal di sana serta Zaki ingin menjenguk Herlina setelah kembali dari rumah sakit. Mama Herlina tanpa penjelasan dari semua yang didengar nya akhirnya mengusik Zaki dari rumahnya sebelum bertemu dengan anaknya yaitu Herlina.
Flasback on.
"Lebih baik kau pulang! Jangan lagi mendatangi putriku. Sudah cukup kalian semua mempermainkan hati Herlina dan keluarga besar kami," ucap mama Herlina.
"Tetapi bu! Saya ingin menjenguk Herlina dan ingin bertemu dengan nya," sahut Zaki.
"Untuk apa? Itu akan membuat Herlina bersedih. Kamu dan keluarga besar mu bahkan sudah memutuskan untuk menggagalkan pernikahan ini. Kenapa? Apakah karena putri ku penyakitan?" ucap mama Herlina.
"Saya mencintai Herlina bu! Sungguh! Saya juga tidak ingin pernikahan kami gagal. Saya juga ingin tetap menikah dengan Herlina walaupun pestanya akan ditunda setelah Herlina sembuh," ujar Zaki berusaha membela diri nya. Ribut-ribut itu di dengar oleh papa Herlina. Papa Herlina serta merta menatap tajam ke arah Zaki.
"Sudahlah nak! Lebih baik kamu pulang dan jangan lagi mendatangi putri kami lagi! Sudah cukup putri kami sakit. Jangan ditambah lagi dengan harapan palsu dari kalian," ucap papa Herlina.
"Tapi pak! Ijinkan saya terlebih dahulu berjumpa dengan Herlina pak!" sahut Zaki. Namun papa Herlina mempersilahkan Zaki untuk pergi meninggalkan rumahnya. Hal ini semakin membuat luka dari hati Zaki. Ditambah apa yang Zaki dengar dari papa mama nya kalau sebenarnya yang mendatangi petugas urusan agama untuk menikahkannya adalah dari pihak keluarga besar Herlina. Semakin membesar salah paham Zaki terhadap keluarga besar Herlina.
Flasback off.
Zaki. masih fokus berkutat di depan laptopnya. Zenni mendekati Zaki dengan gayanya yang gemulai.
__ADS_1
"Mas Zaki mau aku bikinkan minuman segar atau kopi?" Zenni berusaha menawarkan. Zenni menatap ke arah Zenni sekilas.
"Minuman segar saja!" ucap Zaki.
Zenni dengan senyum seringai nya melangkah ke belakang dan membuatkan minuman segar. Kini Zenni merogoh obat yang diperolehnya dari mama Zaki untuk nya. Mama Zaki menyarankan supaya Zenni bisa naik ke ranjang Zaki bagaimana pun caranya. Supaya Zaki secepatnya bisa menikah dengan Zenni dan benar-benar menyingkirkan nama Herlina dari hati dan otaknya. Namun Zenni sebenarnya sangat ragu jika. melakukan itu. Itu sama saja menjatuhkan harga diri dan kehormatan nya. Zenni masih polos dan belum pernah melakukan itu pada laki-laki manapun. Zenni masih gadis remaja yang baik. Hanya saja perintah dari mama Zaki membuatnya bimbang.
"Ngapain juga pakai obat seperti ini? Ini sama saja merusak kehormatan aku sendiri. Iya kalau Mas Zaki mau menikah dengan aku. Kalau tidak? Bagaimana dengan aku? Bahkan aku sudah menyerahkan segalanya pada mas Zaki. Mama Zaki ini benar-benar membuatku semakin bersedih. Memang benar kalau aku menyukai Mas Zaki. Tapi tidak harus seperti ini dong," ucap Zenni. Obat pemberian dari mama Zaki itupun dia lempar ke tong sampah di dapur itu. Kini Zenni melenggang ke arah Zaki untuk mengantarkan minuman segar buatan nya.
"Ini mas Zaki, minumlah!" ucap Zenni sambil meletakkan gelas minuman segar itu di atas meja. Zaki segera menyeruput minuman segar itu.
"Segar! Terimakasih Zenni!" ucap Zaki. Kini senyum nya terlempar dan itu membuat Zenni senang.
"Aku bisa membuatkan minuman itu setiap hari, mas! Itu kalau kamu mau loh!" sahut Zenni. Zaki kembali cuek dan fokus dengan kerjaan nya.
π±π² "Bagaimana? Sudah kamu lakukan kan? Bagaimana berhasil tidak?" tanya mama Zaki dengan berondong pertanyaan.
π±π² "Eh, eh belum mama! Saya takut!" sahut Zenni.
π±π² "Aduh lelet sekali sih kamu, Zenni! Cepat lakukan mumpung hari ini Zaki tidak ngantor! Kamu tunggu apa lagi sih?" ujar mama Zaki si seberang sana yang terlihat tidak sabar.
π±π² "Aku takut melakukan itu ma! Aku kan belum pernah melakukan hal itu! Aku masih perawan. Tentu saja aku tidak mau berspekulasi dengan tindakan ini, ma. Bagaimana kalau setelah aku melakukan ini, Mas Zaki tidak mau menikah dengan aku? Bagaimana kalau Mas Zaki semakin membenci dan menjauhi aku. Aku tidak mau, mama," ucap Zenni kepada mama Zaki. Mama Zaki mulai geram di seberang sana.
π±π² "Ingat Zenni! Aku ini mama Zaki! Aku pastikan kalau setelah kamu berhasil melakukan itu, kamu akan menjadi menantuku dan menikah dengan Zaki. Kamu pun juga mendapat hadiah dari mama sebuah mobil mewah. Apa kamu tidak tertarik dengan semua itu? Kamu akan menjadi istri dari keluarga terpandang. Setiap bulannya kamu tidak akan mengalami kekurangan. Cepat lakukan! Kalau tidak kamu lakukan secepatnya, lebih baik kamu menyingkir dari Zaki! Mama akan menggantikan posisi kamu dengan gadis lainnya lagi," ucap Mama Zaki dengan ancaman.
π±π² "Tetapi ma!" sahut Zenni. Namun panggilan masuk itu diputus dari mama Zaki.
__ADS_1
Zenni benar-benar bingung dan akhirnya kembali mengambil obat pemberian mama Zaki itu di tong sampah. Zenni memungutnya kembali obat tersebut. Obat yang akan membuat kesadaran Zaki menurun dan terbawa halusinasi tinggi untuk merangsang segala hasrat dan libidonya. Zenni kini mulai membuatkan minuman segar untuk Zaki. Ini adalah gelas yang kedua dirinya membuatkan minuman segar untuk Zaki.
"Apakah mas Zaki mau meminumnya? Bahkan tadi aku sudah membuatkan minuman seperti ini untuk mas Zaki?" gumam Zenni. Zenni segera memasukkan obat tersebut ke dalam minuman itu. Zenni kembali melenggang mendekati Zaki dan kembali meletakkan nya di atas meja.
"Aduh kamu sangat baik dan pengertian sekali sih?" ucap Zaki dan segera meminum minuman dari gelas yang baru saja dibuat oleh Zenni. Zenni memicingkan matanya. Detak jantung nya tiba-tiba berdetak dengan sangat kencang. Zenni sangat takut membayangkan akan melakukan itu dengan Zaki.
@@@@@@@
Pengaruh obat itu sudah menguasai Zaki. Zaki mulai gerah dan ketidaknyamanannya. Masih di depan laptopnya, Zaki membuka kaos oblong nya. Kini terpampang badan kekar dengan dada bidangnya. Tentu saja Zenni yang ada di dekatnya melongo melihat tubuh kekar dan seksi menggoda matanya.
"Pemandangan ini bikin merusak keimanan aku," pikir Zenni sembari ingin menjauh dari sana. Namun Zaki menahannya dan menarik dirinya hingga jatuh di atas pangkuannya. Zaki mulai merangkum wajah polos Zenni. Jantung Zenni tentu saja berdebar sangat hebat. Ini kali pertama dia sangat dekat dengan seorang pria. Zaki mulai mendekat kan bibirnya ke bibir Zenni. Tentu saja Zenni memejamkan matanya. Antara takut dan ingin sudah bercampur menjadi satu dalam diri Zenni. Ada perasaan ingin menolak tapi masih penasaran ingin merasakan hal yang lebih dari semua itu. Akhirnya Zaki sudah tidak kuasa membendung hasrat nya.
πΊπΊ
Zaki tersenyum seraya menekan tubuh Zenni hingga bersandar di dinding. Zaki dengan liar meraup bibir Zenni dengan paksa hingga Zenni tidak mampu bernafas. Semakin lama semakin liar Zaki memainkan bibir seksi milik Zenni itu. Zenni yang sudah kepanasan akan gair4ah itu sepertinya mulai menikmati aksi-aksi liar Zaki. Zaki mulai berjongkok di bawah dan menyingkapkan rok mini Zenni. Dan mulai menjalankan aksi liarnya. Setelah Zaki puas di area itu, Zaki beralih ke dua gundukan yang melekat di dada Zenni. Zenni mulai menggeliat dan suara seksi Zenni lolos begitu saja.Aksi-aksi selanjutnya Zaki terlihat sangat mahir meraup dan tenggelam di bagian dua bukit kembar yang menggoda itu. Zenni seketika meremang dan matanya terlihat terpejam. Mulutnya akhirnya kembali lolos juga mengeluarkan des@han nikm@t itu. Zaki tersenyum penuh kemenangan.
Karena sudah tidak tahan dengan semua itu, Zaki mendorong Zenni dengan kasar di atas peraduan itu. Tanpa kelembutan Zaki menurunkan rok mini yang dikenakan oleh Zenni dan menurunkan segitiga dibalik rok mini itu. Selanjutnya Zaki menghujam senjata nya dengan kasar dan liar. Tubuh Zenni terguncang dengan tindakan panas Zaki. Zenni menahan perih dan nyeri lantaran Zaki melakukan nya dengan kasar. Padahal dirinya masih perawan.
Namun akhirnya Zenni tersenyum penuh kemenangan bisa membuat Zaki melakukan tindakan intim itu dengan dirinya. Ini artinya sebentar lagi Zaki akan menikahi dengannya. Zaki tidak menyadari jika tindakan cabulnya sudah direkam oleh Zenni di kamar pribadinya itu. Zaki menyudahi tindakan mesumnya itu setelah terpenuhi hasr@tnya. Namun hal itu kembali dilakukan berulang-ulang beberapa kali.
Saat ini Zenni hanya pasrah karena dirinya sudah tidak perawan lagi.Zenni memejamkan matanya, menerima segala perlakuan lembut dan terkadang kasar yang dilakukan oleh Zaki. Sesekali dalam keluhan suara Zenni mampu membangkitkan gejolak laki-laki Zaki. Seperti halnya biola yang digesek dan di naik turun kan menimbulkan bunyi dan suara yang berirama. Zenni menikmati alunan dari tangan Zaki yang selalu menimbulkan nada dan bunyi yang syahdu. Ini mungkin akan menjadi candu bagi Zenni untuk mengulanginya kembali.
Zaki memang sudah sangat terampil dalam memainkan biola itu. Biola yang selalu digeseknya pelan dan terkadang cepat hingga muncul bunyi irama yang bikin bergetar jiwa Zenni. Zenni mulai berteriak tatkala gesekan itu kencang dan cepat. Sampai akhirnya Zaki menyudahi permainan biolanya dengan peluh keringat yang keluar walaupun ruangan yang dingin karena AC. Keduanya sama-sama terkulai dan senyumannya mengembang satu dengan yang lain. Zenni ikhlas bukan karena dirinya akan mendapatkan satu buah mobil itu. Dan juga akan masuk di keluarga yang terpandang. Namun karena dirinya sudah ikhlas menyerahkan kehormatan nya untuk pria yang ia cintai nya.
"Semoga mas Zaki bisa menerima aku setelah ini. Semoga saja pengorbanan aku ini tidak sia-sia," gumam Zenni sambil membenamkan kepalanya di dada lebar milik Zaki.
__ADS_1