The Ghost Prince

The Ghost Prince
Malam Pertama


__ADS_3

Setelah melewati serangkaian acara seharian penuh, akhirnya Reine memiliki waktu untuk istirahat. Wanita itu masih berada di kamar yang selama ini ia tiduri. Tadinya Reine sempat berpikir kalau dia akan satu kamar dengan pangeran setelah menikah. Nyatanya tidak. Pangeran di kamarnya dan Reine di kamarnya sendiri. Meskipun mereka sudah sah menjadi suami istri.


Mora membantu Reine membersihkan diri. Dari cara wanita itu menatap wajah Reine sudah terlihat mencurigakan. Tidak mungkin tidak ada yang memenuhi pikirannya saat ini. Reine tahu hanya dengan menatap matanya saja.


"Sekarang apa lagi? Jangan bilang kau akan memintaku untuk ke kamar pangeran. Karena itu tidak mungkin terjadi!" ujar Reine sembari memandang wajahnya sendiri di depan cermin.


"Tapi memang seperti itu, Nona. Sebagai seorang istri, anda yang mendatangi pangeran dan menggoda pangeran. Bukan sebaliknya. Ini alasan saya mendandani anda secantik min malam ini. Memakaikan anda pakaian yang bagus dan seksi." Mora mengedipkan sebelah matanya. "Lahiran keturunan kerajaan Nona. Maka hidup anda akan terjamin."


"Mora, aku tidak bisa melakukan hal seperti itu. Aku malu," tolak Reine dengan wajah tidak setuju.

__ADS_1


"Tapi anda tidak di minta untuk memilih, Nona. Anda harus menjalankan aturan yang ada. Yang Mulia Ratu akan marah jika esok pagi anda masih perawan."


"Mora, kau keterlaluan. Aku tidak bisa seperti ini." Reine beranjak dari kursi yang ia duduki. Menatap wajah Mora yang kini terlihat khawatir. "Kenapa tidak mengatakan semua ini sejak awal?"


"Apa lagi yang membuat anda ragu, Nona? Anda sudah menikah. Bukankah menggoda suami memang kewajiban istri? Dimana letak kesalahannya?"


"Salahnya kami tidak saling kenal. Kami bahkan tidak saling mencintai. Bagaimana mungkin aku menggoda Pangeran?"


Reine berdiri di depan kamar Pangeran dengan debaran jantung yang tidak karuan. Wanita itu ingin sekali kabur dari sana dan kembali ke kamarnya. Tapi, itu tidak mungkin. Mora pasti akan mencegahnya.

__ADS_1


"Nona, silahkan masuk," sambut pelayan wanita yang biasa membersihkan kamar pangeran.


Reine melangkah masuk tanpa mau mengatakan apapun lagi. Wanita itu memandang Mora sekilas sebelum pintu di tutup dengan rapat.


"Pangeran masih mandi, Nona. Anda bisa menunggu di sini." Pelayan wanita itu merapikan lagi tempat tidur. Reine duduk di kursi yang sudah di siapkan di samping tempat tidur. Wanita itu memperhatikan kamar pangeran yang luas dan megah.


Suara air dari kamar mandi menarik perhatian Reine. Wanita itu beranjak dari kursi dan melangkah menuju ke kamar mandi. Langkahnya terhenti ketika dia melihat dua pelayan wanita tertawa sambil membilas rambut pangeran. Baju mereka basah dan penampilannya mereka sangat menggoda. Pangeran yang ada di tengah bak terlihat sangat menikmati pemandangan itu.


"Apa ini? Kenapa aku harus menunggu pria yang dia sendiri tidak pernah menjaga matanya. Pangeran bahkan sudah sering dikelilingi oleh para wanita seksi. Lalu, tugasku sebagai seorang istri apa? Dia bisa melakukannya kapan saja," gumam Reine. Wanita itu memutar tubuhnya ingin kabur. Namun gerakannya terhenti ketika kakinya menendang botol yang ada di sana sampai pecah.

__ADS_1


"Siapa di sana?" teriak pangeran.


__ADS_2