The Ghost Prince

The Ghost Prince
Hukuman Mora


__ADS_3

Pangeran Dalson menahan langkah kakinya ketika melihat Mora berjongkok di sana sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan. Wanita itu terlihat ketakutan sampai-sampai tidak berani memanjang wajah Pangeran Dalson secara langsung. Pangeran Dalson yang sudah murka segera meneriaki pengawal yang berjaga di depan beberapa pengawal masuk ke dalam kamar.


"Pengawal! Tangkap penyusup yang ada di dalam kamarku. Seret dia dan siksa dia di ruang eksekusi!" teriak Pangeran Dalson dengan penuh amarah.


"Jangan lakukan itu pangeran. Dia adalah pelayan pribadi saya. Dia ada di sini karena ingin melihat keadaan saya. Sejak saya menikah, kami tidak pernah bertemu lagi. Kami hanya bertemu sebentar untuk melepas rindu. Tidak lebih dari itu," ucap Reine sambil memegang tangan Pangeran Dalson berharap pria itu mau memaafkan Mora.


Pengawal yang sudah ada di dalam kamar itu segera menyeret Mora dan membawanya pergi. Sambil berjalan menuju ke pintu Mora berteriak minta tolong. Dia memandang wajah Reine sambil menangis. Wanita itu meminta pertolongan dari Reine agar bisa kembali dibebaskan. Namun Reine sendiri tidak bisa berbuat apa-apa karena semua keputusan ada di tangan Pangeran Dalson.


"Pangeran, saya mohon lepaskan Mora. Saya akan lakukan apapun yang anda inginkan asalkan anda mau melepaskan Mora," ucap Reine tanpa menyerah.

__ADS_1


"Apapun?" tanya Pangeran Dalson dengan wajah yang tertarik. Entah pikiran apa yang kini memenuhi otak pria itu.


Reine diam sejenak sebelum menggangguk. Wanita itu tidak memiliki pilihan lain untuk menyelamatkan Mora. "Saya akan melakukan apapun yang anda perintahkan asalkan Anda mau membebaskan Mora."


"Tawaran yang sangat menarik." Pangeran Dalson berjalan menuju ke arah tempat tidur. Pria itu membaringkan tubuhnya di sana. Dia memandang Reine dengan senyuman penuh arti. "Beri aku kepuasan. Jika kau tidak bisa membuatku puas, aku akan memberikan hukuman yang berat bagi wanita itu."


Buliran air mata menetes di pipi Reine ketika dia mendengar permintaan Pangeran Dalson. Ini adalah momen yang sangat menakutkan yang selama ini selalu ingin Ia hindari. Sekarang Reine benar-benar tidak dihadapkan dengan pilihan lagi. Wanita itu harus menyelamatkan Mora karena dia tidak mau sampai Mora celaka.


"Aku tidak suka melihat wanita cengeng." Pangeran Dalson kembali duduk lalu menatap Reine dengan wajah penuh emosi. "Aku sudah tidak berselera lagi. Sepertinya menyiksa pelayan itu jauh lebih menarik daripada bersenang-senang denganmu."

__ADS_1


Ketika Pangeran Dalson ingin melangkah pergi, tiba-tiba saja Reine berlutut dan memegang kaki pria itu agar tidak pergi. Reine sampai menangis senggugukan. "Saya mohon, Pangeran. Tolong lepaskan Mora. Jangan hukum dia karena dia tidak bersalah."


"Tapi dia sudah mendengar dan melihat apa yang terjadi di antara kita. Dia bukan pelayanku jadi aku tidak bisa menjamin kalau dia tidak mengatakan masalah ini kepada Yang Mulia Ratu."


"Saya berani jamin kalau Mora tidak akan mengatakan apa yang ia lihat dan apa yang ia dengar kepada Yang Mulia Ratu. Tapi saya mohon tolong bebaskan Mora, Pangeran."


Pangeran Dalson menghempaskan tangan Reine dengan begitu kasar sampai-sampai wanita itu terjatuh. "Aku tidak pernah mempercayai siapapun selain Ibuku sendiri. Aku pastikan wanita itu menghilang dari muka bumi ini. Apa yang dia lihat dan dia dengar akan dia bawa sampai mati."


"Pangeran, tolong jangan lakukan itu!" teriak Reine. Wanita itu ingin mengajar Pangeran lagi namun tiba-tiba saja kepalanya terasa sangat sakit. Reine terduduk di lantai sambil menangis sejadi-jadinya. Wanita itu belum siap jika harus kehilangan Mora untuk selama-lamanya.

__ADS_1


"Maafkan aku Mora. Ini semua kesalahanku," lirih Reine dengan derai air mata yang semakin deras.


__ADS_2