The Ghost Prince

The Ghost Prince
Semakin Kuat


__ADS_3

Yang Mulia Ratu tidak membiarkan Pangeran Dalson pergi begitu saja. Dia memegang tangan pria itu dengan sangat kuat.


"Tetap di sini Pangeran. Ada banyak hal yang harus kita bicarakan!" paksa Yang Mulia Ratu.


"Anda benar-benar gila!" umpat Pangeran Dalson.


Yang Mulia Ratu kaget mendengar umpatan Pangeran Dalson. Dia sama sekali tidak menyangka jika kalimat yang begitu kejam telah keluar dari mulut Pangeran Dalson. "Apa kau bilang? Aku gila?"

__ADS_1


Mereka sama-sama berdiri. Saling berhadapan. Kali ini memang Pangeran Dalson tidak pergi kemanapun. Tetapi itu karena ada beberapa kalimat yang ingin dia ucapkan di depan Yang Mulia Ratu.


"Apa yang pernah terjadi di antara kita, itu adalah kesalahan. Aku merasa kalau saat itu aku sangat bodoh! Tapi sekarang aku sudah sadar. Aku tidak mau mengulang kesalahan yang sama lagi.


Yang Mulia Ratu, saya sangat menghormati anda karena selama ini anda telah menjadi ibu yang baik untuk saya. Tapi, jika anda terus menerus bersikap seperti ini. Jangan salahkan saya jika saya tidak lagi menghormati anda!" ujar Pangeran Dalson dengan nada yang begitu keras. Sudah pasti semua yang ada di depan kamar mendengarnya dengan jelas. Tidak terkecuali pelayan kepercayaan Yang Mulia Ratu.


"DALSON!" teriak Yang Mulia Ratu. "Aku sangat menyesal karena sudah memberikan istana ini kepadamu. Seharusnya dulu saat kita bertemu, aku kan saja membunuhmu. Kau benar-benar pria yang tidak tahu terima kasih!"

__ADS_1


Yang Mulia Ratu semakin geram. Wanita itu ingin menampar wajah Pangeran Dalson. Akan tetapi Pangeran Dalson menahannya. Dia menggenggam tangan Yang Mulia Ratu sebelum menghempaskannya dengan kasar. "Pikirkan baik-baik sebelum mengambil tindakan! Tidak ada yang mengetahui hubungan kita selama ini. Jika ada pejabat yang mengetahuinya, pilihannya hanya satu. Saya atau anda yang bertahan di istana ini. Tapi sepertinya orang yang tepat memimpin istana ini adalah saya. Bukan wanita licik seperti anda!"


Setelah puas menyampaikan unek-unek di dalam hatinya, Pangeran Dalson segera pergi meninggalkan Yang Mulia Ratu.


"Dia mengancamku? Apa dia mengajakku berperang? Dia pikir bisa menang melawanku? Kita lihat saja nanti. Siapa yang bertahan di istana ini dan siapa yang pergi!" umpat Yang Mulia Ratu di dalam hati.


Reine bersandar di dinding untuk mengatur napasnya yang terputus-putus. Wanita itu berlari terlalu jauh sampai kesulitan bernapas. Dia kini memejamkan mata karena berusaha menekan rasa sakit di dalam hatinya.

__ADS_1


"Bodoh! Kenapa aku ke sana? Kenapa aku membuka pintunya? Aku ini benar-benar wanita yang bodoh!" umpat Reine pada dirinya sendiri. Wanita itu menunduk dan mengusap perutnya. "Nak, sebelum terlambat. Sepertinya kita harus segera pergi dari sini. Mommy tidak mau berpisah darimu. Mommy sangat menyayangimu meskipun Mommy belum pernah melihat wajahmu."


Reine memandang ke atas langit. Hari itu cuaca sangat cerah. "Sekarang saatnya. Kali ini aku tidak boleh sampai gagal."


__ADS_2