The Ghost Prince

The Ghost Prince
Merasa Aneh


__ADS_3

Reine mematung melihat Pangeran Dalson berjalan menuju ke arah kuda yang sudah disiapkan. Seumur-umur Reine belum pernah naik kuda. Naik taksi juga ketika dia pergi ke kota. Jika tidak ke kota dia tidak akan pernah merasakan naik taksi.


"Kenapa kita ke sini?" Reine memperhatikan keadaan sekitar untuk memastikan kalau ada objek lain yang akan mereka temui.


"Berkuda. Aku akan membawamu ke suatu tempat." Pangeran Dalson segera menggenggam tangan Reine namun Reine segera menghempaskannya karena takut.


"Nggak! Mau kemana?" Reine melangkah mundur. "Kau pasti ingin mencelakaiku!" tuduh Reine. Rasanya dia ingin kabur dari sana.


"Aku tidak seburuk itu." Pangeran Dalson berusaha membujuk Reine sambil berjalan mendekat.


"Berhenti!" Reine memejamkan matanya sejenak. "Lalu, mau kemana?"


"Aku sudah bilang. Ikut denganku maka kau akan tahu kemana aku membawamu. Reine, kau harus tahu satu hal. Jika aku berniat mencelakaimu, detik ini kau tidak akan berdiri di sini!" tegas Pangeran Dalson.


Reine tidak memiliki alasan lagi untuk menghindar. "Bukankah kudanya hanya ada satu? Lalu aku naik kuda yang mana?"


"Apa kau bisa berkuda?" tanya Pangeran Dalson serius. Reine sendiri hanya menjawab dengan gelengan kepala. "Lalu, kenapa mencari kuda yang lain. Kuda ini cukup untuk kita berdua."


Pangeran Dalson segera menarik tangan Reine lalu membawanya mendekati kuda. Pria itu membantu Reine naik ke atas kuda lebih dulu. Meskipun belum yakin seratus persen kalau Pangeran Dalson tidak mungkin mencelakainya, namun Reine berusaha untuk tetap bersikap tenang.

__ADS_1


Pangeran Dalson naik ke atas kuda. Dia memegang tali yang ada pada kuda dengan erat. "Oke, saatnya kita pergi," seru Pangeran Dalson sebelum menarik tali pada kudanya.


Reine memejamkan mata ketika kuda itu berjalan. Dia merasa sangat ketakutan. Sesekali Reine memutar kepalanya untuk memandang wajah Pangeran Dalson.


"Ada apa? Kau masih belum percaya padaku?"


Reine hanya diam saja. Wanita itu memegang perutnya yang kini ada janin di dalamnya. "Semoga saja anak ini baik-baik saja," batinnya.


Pangeran Dalson membawa Reine ke dalam hutan. Hutan belantara yang berhasil membuat buku kuduk Reine merinding. Wanita itu semakin gelisah karena tidak menemukan satu orangpun sepanjang perjalanan.


Hingga tiba-tiba saja kuda yang mereka tunggangi marah. Entah apa yang menyebabkan kuda itu menjadi marah. Pangeran Dalson sendiri merasa bingung. Ia berjuang untuk mengendalikan kuda miliknya.


"Dia terlihat seperti kesakitan," ucap Reine.


Karena tidak mau membuat Reine celana, Pangeran Dalson menurunkan Reine dan meletakkannya jauh dari kuda. Ketika ingin kembali menghampiri kuda miliknya justru kuda itu sudah jatuh pingsan.


"Chief, apa yang terjadi padamu?" Pangeran Dalson memperhatikan kuda itu dengan saksama. Sampai akhirnya dia mengumpat marah. "Siapa yang sudah berani meracuni kudaku!"


Reine hanya memperhatikan Pangeran Dalson dan kudanya dari kejauhan. Karena merasa tidak tega melihat Pangeran Dalson bersedih. Wanita itu memberanikan diri untuk mendekat.

__ADS_1


"Pangeran, anda baik-baik saja?" tanyanya hati-hati. Reine mengatur embusan napasnya sebelum memegang pundak Pangeran Dalson. "Sepertinya ada yang tidak suka dengan kuda anda."


"Aku pasti akan menangkap orang yang sudah berani meracuni kudaku!" ketus Pangeran Dalson. Dia berdiri lalu menyelimuti kuda miliknya dengan mantel yang ia kenakan.


"Lalu, sekarang kita bagaimana?"


Pangeran Dalson berdiri di depan Reine lalu mendengus kesal. "Sepertinya kita harus jalan kaki sekarang."


"Jalan kaki?" celetuk Reine kaget.


"Kenapa? Kau tidak mau?"


"Aku tidak memiliki pilihan lain. Jelas saja aku mau." Reine melangkah lebih dulu. Meskipun wanita itu sendiri tidak tahu mau kemana.


"Arah sini!" ketus Pangeran Dalson.


Reine menahan langkah kakinya sebelum memutar arah dan melangkah menuju ke arah yang di tunjuk oleh Pangeran Dalson.


"Cepat Pangeran! Jangan lambat kali!" teriak Reine.

__ADS_1


Pangeran Dalson memandang kudanya sejenak sebelum mengikuti Reine dari belakang.


__ADS_2