
Pangeran Dalson benar-benar bingung sekarang. Hal yang selama ini ia takuti akhirnya terjadi juga. Dia semakin bingung menjaga Reine. Mulai sekarang bukan hanya wanita itu saja yang harus dijaga dan dilindungi Oleh Pangeran Dalson. Tetapi ada sosok pewaris kerajaan yang berada di dalam perut Reine yang wajib dia lindungi.
"Seperti apa wajah bayi yang dikandung oleh Reine? Apa dia laki-laki? Atau jangan-jangan dia seorang perempuan?" Pangeran Dalson tiba-tiba tersenyum sendiri. Satu hal yang sungguh di luar nalar. Pria itu biasa memimpin kerajaan dan terkenal dengan kekejaman itu kini tersenyum ketika membayangkan wajah seorang bayi mungil.
Lamunannya tersadar ketika dia melihat beberapa pengawal kerajaan sudah berdiri di hadapannya. Mereka semua menunduk hormat di depan Pangeran Dalson. Meskipun mereka bersikap sopan, tetap saja Pangeran Dalson tidak tenang melihat kemunculan mereka yang terkesan mendadak.
"Kenapa kalian bisa ada di sini?" tanya Pangeran Dalson tidak suka.
"Maafkan kami, Pangeran. Kami telah gagal menjaga anda sampai-sampai anda harus melewati masa-masa sulit seperti ini," ucap salah satu Pengawal.
Salah satu dari Pengawal itu adalah tabib tua. Dia memang senang bisa melihat Pangeran Dalson baik-baik saja. Tetapi pria tua itu kini mengkhawatirkan Reine.
"Kita harus segera kembali ke istana, Pangeran. Anda sudah terlalu lama meninggalkan kerajaan anda sendiri," perjelas pengawal itu lagi agar Pangeran Dalson tidak hanya diam saja.
__ADS_1
Reine juga keluar bersama Nenek Mery. Wanita itu bersikap seolah dirinya baik-baik saja. "Kalian ini memang pengawal yang tidak berguna! Apa kalian tahu kalau seseorang mengincar nyawa Pangeran? Pangeran hampir saja terbunuh malam itu." Reine terpaksa berdusta agar pengawal itu tahu alasan Pangeran Dalson tidak pulang selama berhari-hari.
Pangeran Dalson memandang ke arah Reine. Dia tahu tujuan Reine mengatakan kalimat seperti itu untuk melindunginya. "Sekarang kondisiku sudah jauh lebih baik. Tapi aku belum bisa pulang ke istana. Aku butuh waktu beberapa hari lagi sebelum melakukan perjalanan jauh," ucap Pangeran Dalson dengan ekspresi wajah yang menyakinkan. Dia tahu kalau Reine belum bisa melakukan perjalanan jauh. Dia harus melalui perawatan yang khusus agar kandungnya benar-benar kuat.
"Baik, Pangeran. Kami akan menjaga anda di sini," ucap salah satu pengawal. Dia segera memerintahkan rekannya yang lain untuk membangun tenda. Mereka akan tetap ada di sana sampai nanti Pangeran Dalson dan Reine pulang ke istana.
Reine kembali masuk ke dalam. Wanita itu dibantu oleh Nenek Mery. Begitupun dengan Pangeran Dalson yang juga masuk ke dalam rumah.
"Pangeran, kita butuh ramuan lagi. Apa anda bisa mencarinya untuk Permaisuri?" tanya Nenek Mery.
Pangeran Dalson terdiam. Bukan dia tidak mau pergi untuk mencari ramuan. Tetapi dia tidak tenang meninggalkan Reine di situ. Dia takut kejadian yang sama terulang kembali.
"Katakan saja padaku jenis dedaunan apa yang harus aku cari. Aku akan meminta pengawal untuk mencarinya," ucap Pangeran Dalson.
__ADS_1
Nenek Mery mengangguk. Dia memberikan beberapa lembar daun kepada Pangeran Dalson. "Ini pangeran. Masing-masing jenis harus sepuluh lembar."
Pangeran Dalson menerima dedaunan yang diberikan Nenek Mery. "Baiklah. Aku akan meminta pengawal untuk mencarinya. Mereka tidak akan tahu kalau sebenarnya daun ini untuk Reine."
Pangeran Dalson segera keluar. Dia berdiri di depan pintu sebelum berjalan mendekati salah satu Pengawalnya.
"Lukaku masih sangat basah. Aku butuh ramuan khusus untuk mengobati luka pada tubuhku. Ini ada beberapa jenis dedaunan yang akan dijadikan bahan untuk membuat ramuan. Aku ingin kau mencari daun ini dan membawanya ke sini," perintah Pangeran Dalson.
Tabib Tua mendengar obrolan Pangeran Dalson dan pengawal lain. Pria itu segera mendekat. "Biar saya saja yang mencari daun itu, Pangeran," ucap tabib menawarkan diri.
Pangeran Dalson mengangguk. "Jangan sampai salah!" Pria itu kembali masuk ke dalam rumah setelah menyerahkan contoh daun yang mau dicari kepada tabib tua.
Tabib tua memperhatikan dedaunan itu dengan saksama. "Daun ini ... apa yang sebenarnya terjadi pada kandungan Nona Reine ?"
__ADS_1