The Ghost Prince

The Ghost Prince
Keterlaluan


__ADS_3

"Pengawal! Seret wanita siapa itu. Aku ingin melihat wajahnya yang sekarang! Bukankah dia sudah tidak makan selama beberapa hari?"


Perintah yang baru saja dilayangkan oleh Yang Mulia Ratu membuat Pangeran Dalson geram. Meskipun begitu, dia tetap tidak memberi reaksi apapun. Dia masih ingin menunggu sampai Reine berdiri di hadapannya.


"Baik, Yang Mulia," sahut pengawal bersamaan sebelum mereka pergi menuju ke ruangan tempat Reine di kurung.


Di dalam tong sampah, Reine semakin tidak tenang. Jika dia berhenti, dia takut orang-orang yang ada di sana mengetahui keberadaannya. Namun, Reine juga tidak sanggup berhadapan langsung dengan mayat di depannya. Jarak mereka sangat dekat.


"Ya Tuhan, semoga mereka tidak sadar kalau aku sembunyi di sini," batin Reine penuh harap.


Pengawal itu terlihat kaget melihat pintu tempat Reine di sekap kini terbuka lebar. Mereka segera berlari masuk untuk memeriksa keadaan di dalam. Saat tidak menemukan keberadaan Reine, mereka terlihat khawatir.


"Gawat! Yang Mulia Ratu akan membunuh kita," ujar salah satu pengawal. Sedangkan pengawal yang ada di pihak Tabib Tua terlihat tenang saja. Meskipun sebenarnya dia juga penasaran kemana Reine pergi saat ini.


"Lebih baik kita katakan apa yang terjadi," ujar pengawal baik tersebut.

__ADS_1


Pengawal itu hanya mengangguk. Mereka segera menemui Yang Mulia Ratu untuk memberi tahu kabar buruk ini.


Yang Mulia Ratu masih fokus dengan Pangeran Dalson. Wanita paruh baya itu bahkan menatapnya tanpa berkedip. Saat pengawal muncul tanpa membawa Reine. Yang Mulia Ratu terlihat emosi.


"Apa kalian tuli? Dimana wanita itu!" teriak Yang Mulia Ratu.


"Wanita itu hilang, Yang Mulia," jawab pengawal takut-takut.


"Apa? Hilang kalian bilang?" Yang Mulia Ratu mengepal kuat tangannya. Rasanya dia benar-benar emosi kali ini. "Tangkap dia! Aku tidak mau tahu, apapun caranya bawa dia ke hadapanku!"


Pangeran Dalson menunduk dengan wajah bingung. "Reine hilang? Kemana dia pergi?" batin Pangeran Dalson.


Yang Mulia Ratu segera pergi meninggalkan ruangan tersebut. Dia berdiri di tengah lorong dan memandang ke arah penjara.


"Apa ada jalan lain selain jalan ini?" tanya Yang Mulia Ratu.

__ADS_1


"Tidak,Yang Mulia. Ini satu-satunya jalan untuk keluar dari sini," jawab salah satu pengawal.


"Itu berarti semua orang yang ada di sini bisa mengetahuinya? Mereka pasti melihat Reine saat Kabir bukan?" ujar Yang Mulia Ratu lagi.


Pengawal itu mengangguk. Dia segera memandang ke arah tawanan di sana. "Aku memiliki satu pengumuman!" teriak pengawal tersebut. "Siapapun orangnya. Jika kalian memberi tahu kami kemana Permaisuri Reine kabur, maka kami akan segera membebaskan kalian!"


Para tawanan terlihat saling memandang satu sama lain. Ini adalah kesempatan emas bagi mereka untuk bisa bebas dan menghirup udara segar. Salah satu di antara tawanan itu tahu kalau Reine masuk ke dalam bak sampah. Kini dia hanya memandang ke arah bak sampah sembari mempertimbangkan penawaran yang baru saja dia dengar.


"Saya tahu dimana Permaisuri bersembunyi." Pelayan wanita itu angkat tangan.


Reine melebarkan kedua matanya mendengar ucapan pelayan tersebut. Tidak ada cara lain lagi selain pasrah. Reine sudah tahu cepat atau lambat dia memang akan mati di tangan Yang Mulia Ratu.


"Anak pintar, sekarang cepat katakan dimana dia berada? Aku yakin dia masih ada di sekitar sini," tanya Yang Mulia Ratu.


Pelayan itu memandang ke arah tong sampah. "Di sana. Dia masuk ke dalam bak sampah!"

__ADS_1


__ADS_2