The Ghost Prince

The Ghost Prince
Tidak Bermanfaat


__ADS_3

Yang Mulia Ratu tersenyum jahat setelah mendengar pernyataan dari pelayan wanita tersebut. Dia tidak langsung memberi perintah agar pelayan itu dibebaskan. Yang Mulia Ratu justru lebih tertarik untuk memeriksa sendiri apa benar Reine ada di dalam sana.


"Yang Mulia, di dalam sana ada dua mayat. Yang satu baru saja kami masukkan tadi malam sedangkan satunya lagi sudah beberapa hari yang lalu. Saya yakin jasadnya sudah membusuk. Anda yakin ingin memeriksa sendiri?" tanya pengawal yang berdiri tidak jauh dari posisi Yang Mulia Ratu berada. Sebenarnya dia adalah orang kepercayaan tabib tua. Pria itu sengaja mengatakan hal demikian agar bukan Yang Mulia Ratu sendiri yang memeriksa langsung tong sampah.


"Benarkah? Tapi untuk masalah yang seperti ini Aku tidak percaya pada siapapun!" Yang Mulia Ratu kembali melanjutkan langkah kakinya. Setelah berada di depan tong sampah wanita itu memandang pelayan yang tidak jauh berdiri di dekatnya. "BUKA!"


Pelayan tersebut menunduk hormat sebelum membuka tutup tong sampah tersebut secara perlahan. Baru terbuka sedikit saja bau busuk dari mayat yang ada di dalam sudah tercium dengan jelas. Bau menyengat tersebut membuat pelayan itu kembali menutup tong sampah dan menjauh dari sana.


"Yang Mulia, Anda yakin ingin memeriksanya sendiri?" tanya pelayan tersebut ragu-ragu. "Bukan saya tidak mau melaksanakan perintah anda. Tetapi tidak akan ada orang yang tahan untuk bersembunyi di tempat berbau busuk seperti ini. Saya hanya mengkhawatirkan kesehatan anda saja."


"Buka!" perintah Yang Mulia Ratu lagi.


Kali ini pelayan tersebut tidak bisa menghindar lagi. Sambil menutup hidungnya ia segera membuka lebar tutup tong sampah tersebut.

__ADS_1


Setelah tutup tong sampah itu terbuka lebar secara otomatis semua orang yang ada di sekitarnya melangkah mundur untuk menjauh dari bau busuk tersebut. Tidak dengan Yang Mulia Ratu yang kini masih berdiri tegak di sana tanpa memberikan reaksi apapun.


Wanita itu melangkah maju dan memandang ke arah tong. Wajahnya langsung tersenyum kecut ketika tidak menemukan keberadaan Reine di dalam sana.


"Bunuh pelayan itu sekarang juga!" perintah Yang Mulia Ratu sebelum pergi dari sana. Rasanya dia juga ingin muntah ketika melihat mayat yang hampir busuk tersebut.


"Yang Mulia, Saya tidak berbohong. Saya benar-benar melihat kalau dia melompat ke dalam situ. Anda harus memeriksanya sekali lagi. Saya mohon Yang Mulia!" teriak pelayan tersebut dengan wajah ketakutan.


SRAKKK


Pedang yang tajam itu langsung membuat pelayan tersebut tewas. Kedua matanya bahkan tidak sempat terpejam karena terlalu takut.


"Bereskan mayat pelayan ini. Juga mayat yang ada di tong sampah!" perintah pengawal sebelum pergi.

__ADS_1


Pelayan dan pengawal Yang Mulia Ratu semua pergi meninggalkan penjara bawah tanah. Kini yang tersisa hanya beberapa orang yang merupakan orang kepercayaan tabib tua.


"Jika tidak ada di tempat ini, lalu dimana Nona Reine bersembunyi?"


Pengawal yang menjadi orang kepercayaan tabib tua merasa tidak percaya. Mereka kembali memeriksa tong sampah tersebut. Kali ini pengawal itu bisa menemukan kalau ada seseorang yang bersembunyi di bawah mayat.


"Aku harus segera membereskan semua ini. Kasihan Nona Reine harus menderita seperti ini," batin pengawal tersebut.


Reine ternyata pingsan. Ya, wanita itu tidak tahan dengan bau menyengat yang kini menimpa tubuhnya sendiri hingga akhirnya ia jatuh pingsan. Pengawal tersebut segera mendorong tong sampah dan membawanya keluar. Reine masih belum sadar kalau kini ia telah berhasil kabur dari penjara bawah tanah.


Pangeran Dalson kini bisa bernapas dengan lega. Wanita yang sangat ia cintai sudah tidak ada di penjara bawah tanah lagi. Itu berarti sekarang tinggal Pangeran Dalson sendiri yang harus membebaskan diri.


"Reine, dimanapun kau berada. Aku harap, kau bersembunyi di tempat yang aman."

__ADS_1


__ADS_2