
Wanita itu terlihat ketakutan. Namun dalam sekejap dia berhasil merebut senjata tajam yang sempat digenggam oleh Pangeran Dalson. Wanita itu berniat untuk membunuh Reine sedangkan Pangeran Dalson melindungi Reine dengan satu-satunya nyawa yang ia miliki.
"Siapa yang menyuruhmu melakukan semua ini?" tanya Pangeran Dalson. Wanita itu tidak menyerah begitu saja. Dia kembali melakukan perlawanan hingga lagi-lagi pertarungan tidak bisa dihindari.
"Pangeran, hati-hati," ucap Reine khawatir.
Wanita itu memiliki kemampuan bela diri yang luar biasa. Dia bisa menandingi kekuatan Pangeran Dalson. "Saya tidak ada niat untuk mencelakai anda, Pangeran. Sebaiknya anda menyerah saja," ujar wanita tersebut.
"Tidak akan!" ketus Pangeran Dalson tidak terima. Pria itu mengeluarkan semua kemampuannya agar bisa menang. Namun dengan tangan kosong ia kesulitan melumpuhkan lawannya.
"Sial! Aku tidak bisa mencelakai Pangeran. Nanti Yang Mulia bisa menghukumku jika terjadi sesuatu terhadap Pangeran. Tapi, bagaimana caranya agar aku bida membunuh wanita itu?" gumamnya di dalam hati.
"Pangeran, awas!" teriak Reine.
__ADS_1
Wanita itu menyayat lengan Pangeran Dalson dengan belatih yang ia genggam. Dengan cepat Pangeran Dalson merebut belatih itu dengan tangan kosong. Tidak peduli kini tangannya berdarah karena menggenggam belatih itu terlalu keras.
"Apa yang anda lakukan?" Wanita itu segera melepas belatih yang sempat dia rebut dari Pangeran Dalson.
"Kenapa? Hanya segini saja kemampuanmu?" tantang Pangeran Dalson lagi.
"Pangeran, anda bukan target saya. Sebaiknya lepaskan saja wanita ini. Serahkan kepada saya," ketus wanita itu sambil menatap sinis ke arah Reine.
Pangeran Dalson memandang ke arah Reine. Jarak mereka cukup jauh. Pangeran Dalson tiba-tiba ingat akan sesuatu. Pria itu tersenyum jahat sambil memandang musuh di depannya.
"Chief, kemarilah. Aku akan memberimu makanan lezat," ujar Pangeran Dalson hingga membuat wanita itu semakin tidak tenang.
Reine mengambil kesempatan itu untuk segera berlari mendekati Pangeran Dalson. Setelah itu dia bersembunyi di balik tubuh suaminya.
__ADS_1
"Baiklah Pangeran. Saya akan mengatakan yang sebenarnya terjadi." Wanita itu berlutut di hadapan Pangeran Dalson. "Orang yang sudah menyuruh saya melakukan semua ini adalah Yang Mulia Ratu. Dia meminta saya untuk menjebak Nona Reine dan membunuhnya tanpa jejak!"
Pangeran Dalson sebenarnya sudah menebak sejak awal kalau dalang semua ini adalah Yang Mulia Ratu. Hanya saja dia ingin memperjelas semuanya lagi.
"Pergilah. Katakan kepada Yang Mulia Ratu kau telah berhasil melakukan tugasmu!"
"Apa?" Wanita itu melirik Reine. "Tapi itu tidak mungkin."
"Jika kau masih berpikir, aku akan meminta Chief untuk menyerangmu. Apa kau pernah di serang harimau sebelumya? Atau kau ingin tahu seberapa tajam kuku harimau?"
"Tidak, Pangeran. Saya akan segera pergi." Wanita itu segera berlari sejauh mungkin agar tidak jadi sasaran harimau milik Pangeran Dalson.
"Akhirnya semua berakhir juga. Yang Mulia Ratu benar-benar tidak memiliki hati!" ketus Reine. Wanita itu tiba-tiba merasa mules. "Perutku. Kenapa ini? kenapa sakit sekali," batin Reine.
__ADS_1
"Ada apa? Kenapa wajahmu seperti itu?" Pangeran Dalson memandang ke bawah. Pria itu melebarkan kedua matanya melihat darah segar mengalir di kali Reine. "Reine, kau sakit? kenapa ada darah di kakimu?"
"Darah?"