The Ghost Prince

The Ghost Prince
Hukuman


__ADS_3

Pangeran Dalson meminta pelayan di sampingnya untuk memeriksa apa yang terjadi. Dengan cepat mereka berlari menghampiri Reine. Melihat Reine berdiri di sana membuat mereka tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Mereka justru menunduk dan memberi hormat kepada Reine. Sekarang ini status wanita itu adalah permaisuri. Reine sudah memiliki kuasa untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.


"Selamat malam, Nona. Pangeran sudah menunggu Anda di dalam. Silakan masuk."


Reine yang sudah tertangkap basah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Mau tidak mau wanita itu melangkah masuk ke dalam kamar mandi. Sedangkan dua pelayan yang tadi menghampirinya memilih untuk segera pergi meninggalkan kamar pangeran. Meskipun saat itu pangeran belum memberi perintah apapun.


"Ternyata kau. Aku bahkan tidak ingat kalau sekarang aku sudah menikah denganmu. Kemarilah." Pangeran Dalson melambaikan tangannya meminta ren untuk masuk ke dalam bak mandi yang sama dengannya. Penampilan Reine malam itu memang sangat menggoda. Namun Pangeran sama sekali tidak tertarik. Iya kembali ingat dengan tujuan utamanya menikahi Reine. Rein hanya akan ia jadikan boneka untuk kesenangannya pribadi. Tidak ada niat sedikitpun untuk menganggap wanita itu sebagai seorang istri.


"Apa yang ingin anda lakukan?" Tanya Reine ragu. Wanita itu tidak mau melangkah begitu saja setelah mendapat perintah. Dia juga tidak mau terjebak di dalam kolam tersebut bersama dengan pangeran Dalson.

__ADS_1


"Sekarang kau adalah istriku. Kau harus menuruti semua yang Aku perintahkan. Kau tidak dibenarkan untuk menolak perintahku."


"Tapi sebagai seorang istri aku berhak tahu apa yang ingin dilakukan oleh suamiku. Apa salah jika saya bertanya. Saya tidak akan menolak dan membangkang jika anda menjawabnya sejak tadi."


Pangeran Dalson menaikkan satu alisnya. Dia tidak menyangka kalau Rein adalah wanita yang cerdas. Tidak mudah untuk dibodoh-bodohi seperti apa yang dia pikirkan selama ini. "Aku ingin kau menggosokkan punggungku. Karena kemunculanmu di sini, pelayan yang seharusnya melayaniku telah pergi. Sekarang aku tidak tahu harus minta tolong sama siapa. Kau satu-satunya orang yang ada di dalam ruangan ini. Jika kau sampai menolak maka mandiku tidak akan pernah selesai. Aku bisa sakit karena terlalu lama berendam."


"Bisa-bisanya dia menyalahkanku atas kesalahan dia sendiri. Baiklah aku tidak boleh menyerah. Hanya menggosok punggung saja aku tidak akan keberatan. Semoga setelah ini tidak ada permintaan lainnya lagi," gumam Reine di dalam hati. Wanita itu segera melangkah mendekati Pangeran Dalson. Dia berjongkok di belakang Pangeran lalu menggosok punggung Pangeran dengan hati-hati.


Reine yang juga kesal melihat tingkah laku pangeran. Segera menekan yang lebih kuat lagi. Hingga akhirnya Pangeran kesakitan karena punggungnya memerah.

__ADS_1


"Apa kau ingin mencelakaiku. Lakukan dengan perasaan bukan marah-marah seperti ini. Kau sama sekali tidak berbakat menjadi seorang pelayan!" caci Pangeran tanpa peduli dengan apa yang sekarang dirasakan oleh Reine.


"Anda yang meminta saya untuk menggosoknya lebih kuat lagi. Sebagai Seorang Istri saya hanya mematuhi perintah suami saya. Jadi jangan salahkan saya."


"Aku sudah tidak mau mandi lagi. Sekarang bantu aku mengeringkan tubuh dan mengenakan pakaian."


"Tapi itu bukan Tugasku," protes Reine tidak setuju.


"Apa kau ingin aku hukum lagi?" Pangeran melirik dengan tatapan tidak suka. Hal itu membuat Reine mengangguk dan pasrah. Dengan mata terkejam perlahan ia membuka pakaian basah yang melekat di tubuh Pangeran Dalson. Sedangkan Pangeran Dalson sendiri terlihat tersenyum bahagia bisa mengerjai Reine seperti itu.

__ADS_1


"Sepertinya mainan baru ini sangat menarik. Aku akan menyiapkan permainan yang lebih seru lagi untukmu," gumam Pangeran Dalson di dalam hati.


__ADS_2