The Ghost Prince

The Ghost Prince
Mulai Perhatian


__ADS_3

Reine tersentak kaget ketika melihat Pangeran Dalson masih ada di dalam kamarnya. Langit di luar sudah terang. Seharusnya Pangeran Dalson sudah pergi ke ruangan pribadinya untuk mengurus masalah kerajaan. Tapi tidak untuk saat ini. Pria itu duduk di pinggir tempat tidur seperti sedang memperhatikan Reine dengan serius.


"Pangeran, kenapa anda ada di sini?" tanya Reine dengan ekspresi ketakutan. Jelas saja wanita itu harus bersikap demikian agar Pangeran Dalson tidak curiga soal aktingnya tadi malam.


"Kau sudah bangun? Kenapa tidur seperti ba*bi mati!" ketus Pangeran Dalson. Pria itu beranjak lalu merapikan penampilannya. "Cepat bersiap. Aku mau membawamu ke suatu tempat."


"Suatu tempat?" Reine mengernyitkan dahinya.


"Kenapa? Kau takut aku bunuh?" tanya Pangeran Dalson masih dengan ekspresi yang begitu menakutkan.

__ADS_1


"Tidak." Reine sudah berdiri sempurna. "Hanya saja ini terdengar aneh. Anda yakin mau mengajak saya? Anda tidak takut jika seseorang cemburu?" Reine memainkan kedua jarinya sambil memajukan bibirnya.


"Tidak ada yang cemburu! Sekarang cepat mandi!" bentak Pangeran Dalson. Pria itu menyipitkan kedua matanya. "Atau kau mau aku mandikan?"


"Dasar mesum!" teriak Reine sembari berlari menuju kamar mandi. Pangeran Dalson hanya mengukir senyuman tipis sebelum duduk di kursi.


Tidak butuh waktu lama bagi Reine untuk mandi dan bersiap. Karena tidak percaya dengan siapapun yang ada di istana itu termasuk pelayan pribadinya sendiri yang diutus oleh Pangeran Dalson. Jadi Reine terpaksa merias wajahnya sendiri tanpa bantuan orang lain. Meskipun tidak secantik Permaisuri pada umumnya, tetapi Reine tetap memperlihatkan kecantikan natural dari wajahnya.


Pangeran Dalson terus saja memperhatikan Reine yang saat itu sedang berhias. Ini pertama kalinya pria itu mau menunggu seorang wanita yang sedang berias. Biasanya ia lebih memilih untuk pergi dan menunggu di luar sambil melakukan sesuatu daripada duduk termenung sambil memperhatikan seorang wanita yang sedang berhias.

__ADS_1


"Sebenarnya dia wanita yang cukup unik. Dari semua wanita yang pernah aku temui dialah wanita yang paling kuat mentalnya. Mungkin jika wanita lain yang ada di istana ini sejak kemarin sudah mati bunuh diri karena tidak tahan dengan teror yang diberikan oleh Yang Mulia Ratu. Tetapi aku masih tidak menyangka kalau Yang Mulia Ratu tega memiliki niat untuk meracuni Reine," batin Pangeran Dalson.


Reine meletakkan sisir yang sejak tadi ia genggam. Wanita itu beranjak dari kursi dan berjalan menghampiri Pangeran Dalson yang masih dalam posisi melamun.


"Ehhhem!" Reine tidak berani untuk menyentuh tubuh pria tersebut jadi dia lebih memilih untuk berdehem dengan nada yang lebih keras.


"Kau sudah siap? Hanya segini saja kemampuanmu untuk merias diri?" Meskipun kalimat yang baru saja diucapkan oleh Pangeran Dalson terdengar seperti sebuah penghinaan. Tetapi sebenarnya dari lubuk hati yang paling dalam pria itu tergila-gila akan kecantikan Reine saat ini.


"Lalu Anda ingin saya seperti apa? Apa saya harus berhias seperti Yang Mulia Ratu biar Anda puas?" ketus Reine sebelum berjalan lebih dulu.

__ADS_1


Pangeran Dalson terdiam mendengar jawaban Reine. "Kenapa sekarang dia semakin kurang ajar dan berani!" umpat Pangeran Dalson di dalam hati. Meskipun begitu dia tidak berani berbuat apa-apa terhadap Reine dan lebih memilih untuk mengikuti wanita itu keluar dari kamar.


__ADS_2