The Ghost Prince

The Ghost Prince
Kembali Pulang


__ADS_3

Debaran jantung Reine semakin tidak tenang ketika kereta kuda yang mereka tumpangi semakin dekat dengan istana. Di samping Reine ada Pangeran Dalson yang justru terlihat sangat tenang. Berbeda dengan Reine yang gelisah sampai-sampai ingin kembali ke hutan karena tidak sanggup bertemu dengan Yang Mulia Ratu.


"Ada apa? Kau kelihatan sangat gugup. Kau takut?" tanya Pangeran Dalson. Pria itu memperhatikan wajah Reine lagi sebelum akhirnya mengusap perut Reine. "Kita akan menjaga anak ini. Aku akan melindungimu."


Reine tersenyum mendengar janji Pangeran Dalson. Rasanya dia masih tidak percaya kalau pria yang baru saja bicara dengannya adalah Pangeran Dalson. Pria itu sudah banyak berubah sekarang.


Gerbang istana terbuka lebar ketika rombongan Pangeran Dalson telah tiba di istana. Semua pelayan dan pengawal sudah menunggu kedatangan mereka berdua. Di depan sudah terlihat Yang Mulia Ratu berdiri menunggu bersama dengan orang kepercayaannya. Wanita itu mengukir senyum manis melihat Pangeran Dalson turun dari kereta kuda dalam keadaan baik-baik saja.


"Pangeran."


Yang Mulia Ratu segera melangkah mendekat. Dia seperti sudah tidak sabar memeluk kekasihnya itu. Akan tetapi tiba-tiba Reine turun dari kereta kuda. Ekspresi wanita itu langsung tidak bersahabat. Dia menatap tajam pengawal bayarannya karena sudah gagal membunuh Reine.

__ADS_1


"Selamat datang Pangeran. Selamat datang Permaisuri. Senang bisa melihat anda baik-baik saja."


"Terima kasih Yang Mulia Ratu," jawab Reine. Sedangkan Pangeran Dalson lebih banyak diam. Pria itu segera memegang tangan Reine dan membawanya masuk ke dalam. Bahkan dia tidak mau memandang wajah Yang Mulia Ratu secara langsung.


"Sial! Sebenarnya apa yang sudah terjadi selama mereka terjebak di hutan? Kenapa Pangeran Dalson menjadi semakin perhatian padanya," umpat Yang Mulia Ratu di dalam hati.


Reine tiba-tiba berhenti ketika Pangeran Dalson membawanya ke wilayah yang tidak seharusnya dia datangi. Yaitu kamar pribadi Pangeran Dalson. Tidak sembarang orang bisa masuk ke dalam kamar pria itu. Akan tetapi kini justru Pangeran Dalson membawanya menuju ke sana.


"Aku tidak salah jalan. Mulai sekarang kau tidur di kamarku. Dengan begitu aku akan lebih mudah untuk menjagamu." Pangeran Dalson kembali melanjutkan langkah kakinya.


"Tapi, Pangeran...."

__ADS_1


"Turuti perintahku jika kau ingin aman!" ketus Pangeran Dalson. Kali ini Reine tidak berani banyak bicara lagi. Wanita itu hanya menurut saja. Semua pengawal yang berjaga di kediaman Pangeran Dalson menunduk hormat menyambut kedatangan pria tersebut.


"Pergilah. Aku ingin sendiri!" ketus Pangeran Dalson hingga membuat semua penjaga yang sebelumnya menunduk kini segera pergi.


"Pangeran, anda yakin?" Reine kembali berhenti. "Maafkan saya jika saya salah bicara. Saya tidak nyaman tidur di kamar anda. Anda tidak perlu mengkhawatirkan saya seperti ini."


Sekarang Reine justru takut jika Yang Mulia Ratu semakin cemburu dan kembali menyusun rencana jahat untuk membunuhnya. Reine benar-benar belum siap jika harus berperang dengan wanita paruh baya itu. Selama hamil kondisinya benar lemah.


"Masuk!" perintah Pangeran Dalson. Bahkan pria itu sama sekali tidak peduli dengan kalimat yang baru saja diucapkan oleh Reine.


Reine hanya bisa menghela napas panjang sebelum masuk ke dalam. Sedangkan Pangeran Dalson. Pria itu kembali memutar tubuhnya dan membiarkan Reine ada di kamar pribadinya.

__ADS_1


__ADS_2