
"Tidak ada cara lain lagi. Angel, saat aku berhasil mengalihkan perhatian mereka. Cepat pergi dari sini," perintah Reine.
"Apa kau bilang, pergi dari sini?" tanya Angel tidak percaya. "Kau gila. Aku ada di sini untuk melindungimu dan membawamu ke tempat yang aman. Bisa-bisanya kau menyuruhku untuk pergi meninggalkanmu!" protes Angel tidak setuju. Angel sama sekali tidak peduli dengan situasi yang ada.
"Mereka hanya menginginkan nyawaku. Jika kita berdua sampai tertangkap. Kita berdua akan sama-sama celaka." Reine berusaha memberi pengertian. Namun sepertinya Angel tidak mau menuruti permintaan sahabatnya tersebut.
"Tidak!" ketusnya sebelum mengeluarkan pisau daging yang sedap Tadi ia gunakan untuk mencacah ubi. Wanita itu mengangkat pisau tersebut tinggi-tinggi untuk mengancam para pengawal yang kini ada di hadapannya. "Jika kalian berani mendekati ren kalian akan berhadapan denganku."
Sebenarnya Angel sendiri tidak bisa melawan semua pengawal kerajaan yang kini ada di hadapannya. Jika boleh jujur justru kini wanita itu merasa sangat ketakutan. Namun ia tidak mau menyerah begitu saja. Meskipun harus mati Ia tetap akan berjuang keras untuk melindungi sahabatnya yang sedang hamil.
"Angel Apa yang kau lakukan ini terlalu beresiko." Lagi-lagi Reine berusaha untuk memperingati Angel. Dia berharap sahabatnya itu mau berubah pikiran.
__ADS_1
"Reine tetap berada di belakangku. Kau pasti akan baik-baik saja," ucap Angel dengan percaya diri.
"Mora tidak juga muncul di sini. Tidak mungkin ia meninggalkan kami begitu saja. Pasti telah terjadi sesuatu padanya. Sekarang hanya aku yang bisa diandalkan untuk melindungi Reine. Jika Reine sambil tertangkap, maka pengorbanan kami dan semua orang yang sudah berjuang untuk menyelamatkan Reine hanya sia-sia saja," batin Angel.
"Ini terlalu beresiko Aku tidak mau sampai Angel celaka." Reine mengambil balok kayu yang ada di tanah. Wanita itu menggenggamnya dengan kuat sebelum berdiri di samping Angel. Kini dia juga akan bertarung untuk melawan para pengawal. Meskipun kemungkinan mereka menang hanya 0,5 persen.
Para pengawal saling memandang satu sama lain. Mereka justru menganggap sepele kemampuan dua wanita yang kini ada di hadapan mereka. Hingga akhirnya mereka tidak waspada sama sekali.
Reine melebarkan kedua matanya melihat pisau itu mendarat dengan sempurna di kaki pengawal. Saat pengawal meringis kesakitan, di saat itu juga Reine menggunakan balok kayunya untuk memukul pengawal.
Melihat rekan mereka kalah membuat pengawal yang lainnya segera mengambil tindakan. Kali ini salah satu dari pengawal mengeluarkan pedangnya. Dia akan segera membunuh Reine. Karena memang Yang Mulia Ratu tidak lagi ingin bertemu dengan Reine. Dia hanya mau Reine dan anak yang ada di dalam kandungannya tewas.
__ADS_1
"Berhenti!" teriak Angel melihat pengawal itu melangkah maju. Namun pengawal itu tidak bergeming. Dia tetap melangkah sambil menatap tajam.
Saat sudah dekat dengan Angel, pengawal itu menarik tangan Angel dan mencampakkan wanita itu begitu saja. Angel bisa merasakan sakit yang luar biasa saat kepalanya terbentur pohon. Wanita itu sempat memegang darah di pelipisnya sebelum jatuh dan tidak sadarkan diri.
"Angel!" teriak Reine histeris.
Pengawal itu melayangkan pedangnya. Ini saatnya dia menusukkan benda tajam itu ke tubuh Reine.
Reine terlihat ketakutan. Dia menutup matanya sambil memeluk kandungnya. Wanita itu kini pasrah dengan apa yang akan terjadi.
Hingga tiba-tiba saja seseorang muncul dan memegang pedang itu. Bukan hanya memegang, tetapi dia berhasil merebutnya dan menjadikannya senjata.
__ADS_1
"Pangeran Dalson?" celetuk semua pengawal.