The Ghost Prince

The Ghost Prince
Emosi tak Terkendali


__ADS_3

BRAKKK


"Wanita brengsek! Wanita siapa! Wanita kurang ajar! Dia bahkan terlihat seperti kotoran kuda. Aarrrghh!"


Yang Mulia Ratu tidak bisa mengendalikan emosinya lagi. Wanita itu marah besar mendengar kabar kemesraan Pangeran Dalson dan Reine.


Ya, berita kemesraan mereka sudah sampai ke telinga semua orang. Bahkan seluruh penduduk istana. Tidak terkecuali orang-orang terdekat Yang Mulia Ratu.


Pangeran Dalson yang mereka kenal, tidak pernah bucin kepada seorang wanita. Pria itu selalu menjaga harga dirinya. Bahkan saat dulu dia menjalin hubungan dengan Yang Mulia Ratu, pria itu tidak mau memanjakan Yang Mulia Ratu layaknya wanita yang istimewa.


Tetapi berbeda ketika Pangeran Dalson sudah bersama dengan Reine. Apapun permintaan Reine akan segera dikabulkan oleh Pangeran Dalson tanpa syarat apapun. Entah itu permintaan yang masuk akal ataupun tidak, Pangeran Dalson tetap akan mengabulkannya.


Baru-baru ini Reine meminta Pangeran Dalson untuk menemaninya mandi di sungai. Sungguh hal yang sangat tidak masuk akal.


Seorang Pangeran Dalson yang terkenal kejam di Medan perang itu rela mandi di sungai hanya demi menemani istrinya.

__ADS_1


Kabar ini membuat dada Yang Mulia Ratu panas. Napasnya terasa begitu sesak. Ditambah lagi kini Pangeran Dalson tidak pernah mengunjunginya. Bahkan jika tidak sengaja mereka bertatap muka, Pangeran Dalson lebih memilih segera pergi setelah menunduk hormat.


"Yang Mulia Ratu, anda tidak boleh emosi seperti ini. Nanti aura anda jadi jelek. Sabar, Ratu ... Sabar." Pelayan Yang Mulia Ratu Beru keras untuk menenangkannya. Akan tetapi usaha mereka seperti sia-sia saja. Karena kini justru Yang Mulia Ratu menangis pilu meratapi nasibnya.


"Aku mencintainya. Aku tulus menyayanginya. Bagaimana bisa dia meninggalkanku dengan cara seperti ini? Aku sudah melakukan segala cara agar bisa hidup berdua dengannya. Tapi, masih di tengah jalan dia sudah berpaling," lirih Yang Mulia Ratu.


"Yang Mulia, mungkin saja wanita itu sudah memfitnah anda," ujar pelayan wanita itu. "Karena jika dilihat-lihat. Pangeran Dalson bersikap seperti ini setelah mereka pulang dari hutan. Mungkin saat di hutan, wanita itu telah menghasut Pangeran Dalson."


"Bukankah Reine juga sangat membenci Pangeran Dalson? Lalu, apa tujuan dia menghasut Pangeran Dalson? Pikirkan alasan yang masuk akal!" ketus Yang Mulia Ratu.


Yang Mulia Ratu tertegun mendengarnya. "Kau benar. Sekarang kita harus memikirkan cara agar wanita itu membenci Pangeran Dalson. Dengan begitu, mereka tidak akan bersama lagi. Jika dilihat dari sikap Pangeran Dalson, sepertinya dia sudah tergila-gila dengan wanita itu."


"Nah, ini baru benar. Anda punya rencana Yang Mulia?"


Yang Mulia Ratu tersenyum penuh arti. "Kita lihat saja nanti," jawabnya sambil membayangkan rencana yang sudah ia susun rapi.

__ADS_1


...***...


Reine jalan-jalan mengelilingi istana. Kali ini dia tidak ditemani oleh Pangeran Dalson. Pria itu ada pertemuan dengan para pejabat. Meskipun begitu, Reine tetap di kawal oleh pengawal bersenjata dan juga pelayan setianya. Mereka semua menjaga Reine dengan segenap jiwa dan raga.


"Permaisuri, lihatlah. Bukankah itu Yang Mulia Ratu?" bisik salah seorang pelayan.


Reine memandang ke depan. Melihat Yang Mulia Ratu ada di depan sana membuatnya jadi ragu untuk melangkah lagi. "Aku tidak mau bertemu dengannya. Apa lagi sekarang Pangeran Dalson benar-benar sangat sibuk. Dia tidak mungkin ada waktu untuk melindungiku. Sebaiknya aku pergi saja dari sini," batin Reine di dalam hati. Ketika ingin melangkah, tiba-tiba Reine melihat seorang pelayan wanita berlari menghampiri Yang Mulia Ratu. Satu benda yang digenggam pelayan wanita itu membuat Reine kaget. "Bukankah itu kalung Pangeran Dalson? Kenapa ada di tangan pelayan itu?"


karena penasaran, Reine meminta pelayan dan pengawalnya berhenti di sana. Sedangkan dia sendiri berjalan menghampiri Yang Mulia Ratu untuk mengetahui apa yang terjadi.


"Yang Mulia, ini pakaian yang dikirimkan oleh Pangeran. Sepertinya Pangeran Dalson sangat mencintai anda. Sampai-sampai dia memberikan kalung ini kepada anda," ucap pelayan itu dengan senyum mengembang di bibirnya.


"Benarkah? Apakah ada yang lihat? Pastikan tidak ada yang mengetahui semua ini," jawab Yang Mulia Ratu dengan senyuman. Dia menerima benda yang diberikan pelayannya lalu memeluknya dengan penuh cinta. "Aku sudah tidak sabar menunggu anak itu lahir. Aku harap pengorbananku ini tidak sia-sia."


Reine menutup mulutnya karena kaget. Wanita itu langsung berputar agar tidak ketahuan. "Pangeran Dalson ... Dia sudah memberi tahu kehamilanku kepada Yang Mulia Ratu? Itu berarti selama ini dia hanya berpura-pura baik saja padaku agar bisa mendapatkan anak ini?"

__ADS_1


__ADS_2