The Ghost Prince

The Ghost Prince
Kembali Tersiksa


__ADS_3

Reine benci malam hari. Saat langit kembali gelap, Pangeran Dalson akan datang menemui Reine. Seperti yang sebelumnya terjadi, pria itu datang hanya untuk menyiksa Reine. Melihat Reine menangis kesakitan dan memohon ampun membuat Pangeran Dalson semakin bersemangat untuk menyiksanya. Lagi-lagi pria itu menggunakan cambuk untuk menyiksa Reine. Seluruh tubuh Reine sudah biru-biru akibat terkena cambukan. Ia benar-benar tersiksa setelah menikah dengan pangeran Dalson. Tidak ada secuil pun kebahagiaan yang ia terima.


Kali ini Pangeran Dalson tidak meninggalkan Reine sendirian di kamar seperti malam-malam sebelumnya. Pangeran Dalson terlihat kelelahan dan tertidur di atas ranjang. Sedangkan Reine masih tergeletak di atas karpet sambil menangis terisak-isak. Reine tidak berani menangis dan menahan suara tangisannya. Wanita itu takut disiksa kembali. Baju yang dikenakan Reine sampai koyak karena terkena cambukan. Wanita itu berjalan ke sisi kursi lalu duduk di sana.


Reine memandang sekali lagi cambuk yang digunakan Pangeran Dalson untuk menyiksanya. Entah apa yang ada di pikiran pria itu sampai dia tega menyiksa wanita selemah Reine. Reine menghapus air matanya secara perlahan. Karena terlalu banyak menangis wanita itu akhirnya kelelahan dan memilih untuk segera tidur. Reine tertidur sambil duduk di kursi. Sesekali masih terlihat isak tangis di wajahnya.


Reine tersentak kaget ketika tangan dingin menyentuh wajahnya. Melihat pria yang berdiri di hadapannya adalah Pangeran Dalson, membuat Reine kembali ketakutan. Wanita itu segera mengatupkan tangannya dengan wajah memohon.


"Tolong jangan siksa Saya lagi. Jika saya pernah melakukan kesalahan, tolong katakan agar saya bisa memperbaiki diri sebagai seorang istri. Saya benar-benar tidak sanggup jika harus disiksa seperti ini setiap malam," lirih Reine dengan nada yang begitu menyayat hati.


"Ini aku Darren."

__ADS_1


Reine kembali memandang wajah Pangeran Dalson untuk memastikan kalau pria yang berdiri di hadapannya adalah Pangeran Dalson, bukan Darren. Wanita itu tidak berani bicara apa-apa lagi setelah ia melihat benar-benar Pangeran Dalson yang berdiri di hadapannya. Sejenak Reine berpikir kalau mungkin hanya khayalannya saja mendengar nama Darren.


"Apa ini sakit? Maafkan aku karena tidak bisa melindungimu lagi." Pria itu mengangkat tubuh Reine ke dalam gendongannya dan membawanya ke ranjang. Reine masih saja ketakutan dan belum percaya kalau pria yang kini berlaku lembut kepadanya memang benar adalah Daren. Reine berhasil masuk ke dalam tubuh Pangeran Dalson ketika pria itu sedang tertidur.


"Maafkan aku Reine. Maafkan aku."


"Darren?" tanya Reine ragu-ragu.


Darren mengangguk. Setelah itu Reine segera memeluknya dan menangis sejadi-jadinya. Wanita itu ingin Darren tahu kalau ia sangat merindukan Darren selama ini.


"Tangisanmu yang membuatku bisa masuk ke dalam tubuh Pangeran ini. Aku sendiri juga tidak tahu kenapa bisa sampai seperti ini. Aku mengawasimu dari kejauhan. Tapi kau sudah tidak bisa melihatku lagi karena kau sudah menikah dengan pangeran Dalson. Tiba-tiba saja aku memiliki kekuatan untuk masuk ke tubuh Pangeran Dalson ketika pria itu sedang tertidur."

__ADS_1


"Jadi sekarang setiap kali Pangeran Dalson tidur kau akan datang?" tanya Reine dengan serius.


"Sepertinya akan seperti itu tetapi aku tidak tahu ini bertahan sampai berapa lama," jawab Darren. Reine kembali memeluk Darren.


"Setidaknya aku tidak terus-terusan membenci tubuh ini karena kau bisa menggunakannya. Darren, Kau harus tahu kalau aku sangat menyesal karena sudah memutuskan untuk menikah dengan pangeran Dalson. Apakah kau tahu itu?"


"Aku mengetahui semuanya. Bukan aku menangis karena tidak bisa mencegah Pangeran Dalson untuk menyiksamu. Jika aku manusia, aku akan membalas perbuatannya dengan tanganku sendiri. Aku pasti akan membuat pria itu menyesal. Sayangnya aku hanya hantu yang tidak bisa berbuat apa-apa."


"Aku yang salah. Sejak awal kau sudah memperingatinya tetapi aku tetap bersih keras untuk menikah dengan Pangeran Dalson."


"Ada Yang ingin aku tanyakan kepadamu Reine."

__ADS_1


"Apa?"


"Reine, Apa pangeran Dalson sudah pernah menyentuhmu?"


__ADS_2