The Ghost Prince

The Ghost Prince
Kehamilan


__ADS_3

"Permaisuri, selamat. Anda sedang mengandung benih Pangeran. Kabar ini adalah kabar bahagia bagi seluruh anggota kerajaan. Keturunan Pangeran Dalson akan segera lahir. Melengkapi kebahagiaan semua orang yang ada di istana," ucap tabib yang kini duduk di depan Reine.


Pria tua itu terlihat sangat bahagia. Dia sama sekali tidak tahu dengan apa yang sekarang dirasakan oleh Reine. Sedih, takut serta kecewa. Sejak tadi wanita itu terus saja mengutuk dirinya sendiri. Dia sudah melakukan kesalahan yang justru nantinya akan membahayakan nyawanya sendiri.


"Permaisuri, apa anda masih merasa mual? Atau pusing?" tanya tabib istana lagi ketika Reine tidak juga memberikan respon.


Reine menatap tabib dengan mata berkaca-kaca. "Apa kau memiliki obat penggugur kandungan?"


Deg.

__ADS_1


Tabib istana itu kaget bukan main mendengar permintaan Reine. Bukan karena dia tidak memilikinya. Tetapi ini satu hal yang aneh. Mengingat Reine akan segera menjadi Ratu untuk menggantikan posisi Yang Mulia Ratu setelah anak yang ada di dalam kandungannya lahir. Semua sudah tahu kalau setelah Reine melahirkan.


Di saat itu juga Pangeran Dalson akan menjadi seorang Raja. Lalu Reine secara otomatis akan menjadi Ratu. Tapi kini justru permintaan Reine sangat tidak masuk di akal. Walau bagaimanapun juga, tabib itu akan tetap mempertahankan kandungan Reine. Dia tidak mau sampai calon Pangeran mereka digugurkan.


"Tapi, untuk apa Permaisuri?" Tabib itu berusaha mencari tahu persoalan yang terjadi.


"Kau tidak akan mengerti." Reine menghapus air matanya. Dia juga memegang perutnya yang masih rata. Rasanya dia tidak tega bersikap sejahat ini kepada anak yang ada di dalam kandungannya. Tetapi mau bagaimana lagi? Reine sama sekali tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya setelah anak itu lahir.


"Mereka akan segera membunuhku setelah anak ini lahir. Pernikahan ini terjadi karena mereka menginginkan seorang Pangeran kecil. Kerajaan harus memiliki penerusnya. Karena Yang Mulia Ratu tidak bisa melahirkan anak. Jadi mereka membuat pernikahan Pangeran Dalson."

__ADS_1


"Permaisuri, hati-hati dengan perkataan anda. Jika anda memfitnah Yang Mulia Ratu atau Pangeran Dalson. Hukumannya adalah hukuman mati." Tabib itu sangat menyayangi Reine. Dimatanya Reine wanita yang baik. Dia tidak ada niat untuk membuat Reine dalam masalah.


"Tapi memang itu yang terjadi. Mereka berselingkuh," ucap Reine lagi sembari menghapus air matanya yang sudah menetes dengan deras. "Aku terus saja memikirkan cara untuk kabur dari istana ini. Tetapi aku tidak juga menemukan caranya. Sekarang aku dihadapkan dengan masalah baru. Kehamilan ini sangat tidak aku harapkan," lirih Reine dengan nada yang sangat pilu. Sampai-sampai tabib itu tidak bisa berkata-kata lagi karena sedih.


"Ada banyak tabib di istana ini. Bahkan semua orang tidak lagi memandang anda sebagai tabib yang berguna karena sudah tua. Saya datang ke sini bukan tanpa tujuan. Selain meminta untuk merahasiakan kehamilan ini. Saya juga ingin meminta anda untuk membuat obat penggugur kandungan," sambung Reine lagi.


"Maaf, Permaisuri. Saya tidak bisa mengabulkan permintaan anda. Saya akan tetap memberi tahu Pangeran Dalson kabar kehamilan anda. Memang saya sangat menghormati anda. Tetapi sudah lama saya bekerja dan setia pada Pangeran Dalson. Maafkan saya jika keputusan saya ini membuat anda kecewa!"


Reine tercengang mendengarnya. Dia sama sekali tidak menyangka kalau tabib itu akan setega itu padanya. Tadinya Reine berpikir kalau tabib di depannya bisa di ajak kerja sama.

__ADS_1


"Baiklah, jika memang itu keputusan anda. Tapi, jangan salahkan saya jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan nantinya. Anda harus tahu kalau hanya saya yang bisa dipercaya!"


__ADS_2