
Reine berhenti di tengah jalan ketika dia merasa ada yang aneh di sana. Wanita itu mendengar suara binatang buas yang kini sangat dekat dengannya. Debaran jantungnya menjadi tidak karuan. Sekujur tubuh Reine gemetar ketakutan.
Pangeran Dalson sendiri bingung melihat Reine tiba-tiba mematung. Padahal sebelumnya wanita itu melangkah dengan penuh semangat. Dia segera mendekat untuk menanyakan penyebab Reine berhenti tiba-tiba seperti ini.
"Ada-"
"Ssttt." Dengan cepat Reine menutup mulut Pangeran Dalson sampai pria itu tidak bisa menyelesaikan kalimatnya. Meskipun begitu, tetap saja Pangeran Dalson menurut.
Suara hewan buas semakin dekat. Rumput tinggi yang ada di depan mereka mulai bergoyang. Reine bahkan tidak bisa melangkahkan kakinya untuk mundur ketika sebuah harimau muncul dan siap menyerang mereka.
"Sekarang harus bagaimana?" tanya Reine takut.
Pangeran Dalson tersenyum. Pria itu justru melangkah mendekati harimau yang menakutkan tersebut.
__ADS_1
"Pangeran, apa yang anda lakukan?" Reine segera menahan tangan Pangeran Dalson. "Anda mau bunuh diri?"
"Harimau ini teman saya. Dia datang untuk menyambut saya." Pangeran Dalson berusaha menyakinkan Reine agar tidak takut lagi. Reine melirik harimau itu lagi dari balik tubuh Pangeran Dalson.
"Benarkah?"
"Kau takut? Kau ingin dia pergi?" tanya Pangeran Dalson. Dia juga tidak tega melihat Reine ketakutan sampai pucat seperti itu.
"Baiklah." Pangeran Dalson menyuruh harimau itu pergi dengan tangannya. Dengan cepat Harimau itu pergi dari sana setelah mendapat perintah dari Pangeran Dalson. Reine masih tidak menyangka dengan pemandangan yang ia lihat. Wanita itu menatap Pangeran Dalson dengan serius.
"Kenapa anda bisa berteman dengan binatang buas seperti itu?" Reine segera menjauh dari Pangeran Dalson.
"Karena sejak kecil aku yang memberinya makan." Pangeran Dalson duduk di batang kayu yang tergeletak di sana. Pria itu memandang Reine. "Sebenarnya aku ingin tahu sebenarnya apa yang sudah dia siapkan di hutan ini. Apa kau tahu kalau seharusnya kau sendirilah yang pergi ke hutan ini. Seseorang sudah mengatur semuanya." Pangeran Dalson masih belum mau memberi tahu Reine siapa dalang semua ini.
__ADS_1
"Siapa? Apa Yang Mulia Ratu?" tuduh Reine kesal.
"Kau di ajak seseorang pergi ke hutan dengan alasan mencari bahan obat. Setelah itu, kau akan terjebak di hutan ini. Tetapi sampai detik ini aku tidak melihat jebakan apapun!" Pangeran Dalson memperhatikan keadaan sekitar untuk memastikan tidak ada yang perlu dicurigai di sana.
"Apa?" Reine duduk di dekat Pangeran Dalson. "Seharusnya pagi ini seseorang menemuiku dan mengajakku ke hutan untuk mencari obat? Lalu, dari mana anda yakin kalau saya akan setuju? Tentu saja saya tidak mau mengikutinya. Tidak ada seorangpun di istana itu yang saya percaya."
"Tapi melihat sikapmu yang begitu baik, aku tidak yakin kau menolaknya," ledek Pangeran Dalson.
"Kenapa sekarang anda berubah menjadi sangat aneh? Apa anda salah minum! Tunggu, anda mengajak saya ke hutan karena anda ingin melindungi saya?" Pertanyaan Reine membuat Pangeran Dalson terdiam. Pria itu sendiri tidak tahu sebenarnya apa yang sudah membuatnya begitu mengkhawatirkan keselamatan Reine.
"Kenapa diam saja?" ketus Reine lagi.
Pangeran Dalson melebarkan kedua matanya melihat jebakan yang kini menuju ke arah mereka. "AWAS!"
__ADS_1