
Reine tahu dimana sekarang dia berada. Sebuah ruangan yang sempit dan lembab. Tubuh Reine terasa menggigil. Tidak ada cahaya terang maupun udara segar di sana. Dimana lagi kalau bukan penjara bawah tanah.
Setiap tawanan akan di kurung di tempat itu sebelum di hukum mati. Reine kini tahu kalau usianya tidak akan lama lagi. Keberadaannya saat ini sudah menjawab kegelisahannya sendiri.
"Entah fitnah apa yang sudah dikatakan oleh Yang Mulia Ratu. Sampai-sampai sekarang dia berhasil memasukkanku ke tempat terkutuk ini," batin Reine sambil tersenyum sinis.
"Bagaimana kabar anda, Nona?" ujar seseorang yang kini sudah berdiri di depan jeruji besi.
"Tabib tua?" Kehadiran tabib tua membuat Reine terlihat bersemangat. "Tolong bebaskan aku dari sini. Apakah kau tahu apa yang sebenarnya terjadi? Lalu di mana Pangeran Dalson? Kenapa aku hanya sendirian saja di ruangan ini?"
"Saya tidak memiliki banyak waktu untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, Nona. Saya datang ke sini karena ingin menolong anda." Tabib tua itu melemparkan dua buah kunci ke bawah kaki Reine.
__ADS_1
"Kunci? Bagaimana caranya agar aku bisa menggunakan kunci itu? Kau bisa lihat sendiri kalau kini tangan dan kakiku dirantai," protes Reine. Wanita itu merasa tidak yakin kalau dia akan berhasil kabur dari sana.
"Semua tergantung usaha anda Nona. Yang saya tahu tidak ada yang tidak mungkin. Pengawal akan datang untuk memeriksa Anda selama 15 menit sekali. Setelah pengawal datang untuk memeriksa keadaan anda, sebaiknya Anda pura-pura tidur saja. Setelah mereka pergi Anda baru bisa mulai mengambil kunci itu dan membuka ikatan pada tangan dan kaki anda.
Kunci yang satunya lagi digunakan untuk membuka jeruji besi ini. Anda harus ingat satu hal Nona kalau waktu yang anda miliki untuk kabur hanya 15 menit. Itu sudah termasuk dengan waktu yang anda gunakan untuk membuka rantai di kaki dan tangan anda.
Pergilah menuju ke lorong yang ada disebelah kiri. Nanti anda akan melewati penjara yang menjadi tempat Pangeran Dalson disekap. Saya harap anda tidak berhenti apa lagi sampai mengobrol dengan Pangeran Dalson. Karena jika itu sampai terjadi, usaha kita hari ini hanya akan sia-sia saja.
"Tapi bukan itu yang saya inginkan. Saya hanya ingin bebas dari sini bersama dengan Pangeran Dalson," potong Reine ketika Tabib tua belum selesai menjelaskan.
"Setelah anda berhasil keluar dari tempat ini anda akan bertemu dengan Mora. Dia sudah menunggu Anda di sana. Nanti Mora sendiri yang akan membawa anda kabur melalui jalan rahasia. Maafkan saya karena tidak bisa menjawab semua pertanyaan anda Nona. Sekarang saya harus pergi."
__ADS_1
"Tunggu! Tolong jawab satu lagi pertanyaan saya. Ini sangat penting!" teriak Reine hingga membuat Tabib Tua kembali menghentikan langkah kakinya.
"Ada apa, Nona?"
"Jika saya tidak berhasil kabur dari tempat ini apa yang akan terjadi pada saya dan juga pangeran Dalson?"
"Beberapa hari lagi anda dan Pangeran Dalson akan dihukum gantung!" jawab tabib tua sebelum pergi.
Reine kaget bukan main mendengar jawaban dari tabib tua. Wanita itu sampai lemas sehingga tidak tahu harus berbuat apalagi. Kedua matanya berkaca-kaca. Meskipun kini kesempatan untuk kabur sudah ada di depan mata, tetap saja ia tidak bahagia karena pada akhirnya dia akan meninggalkan Pangeran Dalson sendirian di tempat dingin dan kotor itu.
"Pangeran Dalson ... Aku tidak mau pisah dari anda. Aku tidak mau anda mati dengan cara seperti ini. Nggak! Aku nggak mau!"
__ADS_1