
Reine terlihat tidak tenang. Wanita itu berjalan ke sana ke sini dengan perasaan yang begitu khawatir. Pelayan yang tadi dia tolong kini dalam perjalanan meninggalkan istana. Wanita itu takut jika pelayan tersebut sampai tertangkap.
"Semoga saja dia berhasil kabur. Apa jadinya jika dia sampai tertangkap?" Reine duduk di atas tempat tidur. Tiba-tiba dia mendengar seseorang mendekati pintu. Siapa lagi yang berani masuk tanpa izin kalau bukan Pangeran Dalson. Pria itu melangkah mendekati Reine lalu mencengkram dagu wanita itu dengan kasar.
"Dimana dia?"
"Dia? Dia siapa?" tanya Reine pura-pura tidak tahu.
"Aku tahu pelayan itu pasti bersembunyi di sini. Dari semua tempat yang ada di istana, hanya kamar ini yang belum diperiksa!" sahut Pangeran Dalson.
__ADS_1
"Kalau begitu, periksa saja agar kalian puas!" ketus Reine tidak mau kalah. Pangeran Dalson segera menghempaskan Reine hingga wanita itu terjatuh di lantai.
Pangeran Dalson sendiri segera masuk ke kamar mandi. Dia ingin memeriksa ruangan tersebut. Namun sayangnya dia tidak menemukan siapapun di sana. Pelayan itu memang sudah pergi sebelum Pangeran Dalson tiba.
Karena tidak menemukan hasil, Pangeran Dalson kembali keluar dari kamar mandi. Dia memandang ke arah Reine dengan tatapan yang begitu tajam. "Jika kau berani menyembunyikan tawanan, kau akan tahu sendiri akibatnya!" Pangeran Dalson ingin segera pergi dari sana.
"Jika menyembunyikan orang yang tidak bersalah di hukum, lalu hukuman apa yang pantas diberikan kepada orang yang selingkuh? Orang yang tidur dengan wanita lain, sementara dia sudah menikah!"
"Pangeran Dalson, apa anda pikir saya ini wanita bodoh? Apa anda pikir saya tidak tahu kalau anda dan Yang Mulia Ratu menjalin hubungan yang spesial. Sebuah hubungan terlarang. Kalian merahasiakan semua ini hingga-"
__ADS_1
PLAAAKKKK
"Lancang sekali kau bicara!" Pangeran Dalson mulai tersulut emosi. "Sekali lagi aku dengar kau bicara seperti itu, aku akan-"
"Akan apa? Akan menghukumku? Atau membunuhku?" tantang Reine tidak mau kalah. Wanita itu memegang pipinya yang terasa panas. "Anda sangat menjijikkan Pangeran."
Pangeran Dalson menatap Reine dengan emosi yang masih di tahan. Kalau saja orang yang berdiri di depannya itu bukan Reine, mungkin dia sudah menyeretnya ke penjara bawah tanah.
"Sebaiknya urus saja urusanmu! Jangan ikut campur urusan orang lain!" ketus Pangeran Dalson sebelum pergi. Pria itu memilih untuk menghindari perdebatan. Sedangkan Reine, tersenyum puas karena berhasil membuat Pangeran Dalson ketakutan.
__ADS_1
"Ini masih sedikit. Aku akan terus meneror hidupmu sampai kau lelah dan membebaskanku dari istana ini. Apa kau pikir aku mau mengandung anak dari pria breng"sek sepertimu?"
Di luar, Pangeran Dalson terlihat bingung. Dia sama sekali tidak menyangka kalau Reine sudah mengetahui hubungan terlarangnya dengan Yang Mulia Ratu. "Dari mana dia mendapatkan Informasi ini? Jika Reine sampai membocorkan rahasia ini kepada orang lain, bisa gawat akibatnya. Aku dan Yang Mulia Ratu pasti harus menjalani hukuman. Sedangkan seluruh kerajaan ini akan jatuh ke tangan Reine!" batin Pangeran Dalson dengan wajah kesal. "Tidak! Itu semua tidak akan terjadi. Aku akan memikirkan cara lain. Lebih baik sekarang kau fokus mencari keberadaan pelayan wanita itu. Jika dia sampai membongkar rahasia ini, bisa gawat!"